Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
ungkapan perasaan Arin


__ADS_3

"kak Dewa, Arin....ada apa malam malam begini kalian berdua datang kemari ?" tanya Dian saat membukakan pintu rumahnya yang terdengar diketuk dari luar


"kak Dian....!!!" tangis Arin pecah saat ia langsung memeluk Dian didepan pintu rumahnya, sementara Dian dan Yusuf saling pandang tak mengerti atas sikap adik iparnya tersebut


"ayok....ayok...!!, kalian berdua masuk dulu dan duduk, lalu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi" ajak Yusuf sambil mempersilahkan Dewa masuk, sedangkan Dian dengan penuh kasih sayang menuntun adik iparnya untuk duduk disofa ruang tamu, dan berusaha menenangkannya dari tangisannya sambil mengelus rambut Arin


"sudahlah sayang....kamu tenang dulu, kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi sama kakak !"


Arin hanya bisa sesenggukan didalam pelukan Dian, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, sedangkan pandangan Dian mulai menatap kearah Dewa, meminta kejelasan agar Dewa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi


"begini ceritanya.....tadi pas kebetulan aku mau kerumah Arin, aku melihat dia keluar daru rumahnya lalu naik taxi dan aku sengaja mengikutinya, sampai akhirnya ia berhenti disebuah cafe, dan akupun terus mengikutinya masuk kedalam, sampai akhirnya terjadi satu hal yang membuat ia merasa ketakutan atas perbuatan teman laki lakinya yang ia temui dicafe itu" Dewa berusaha menjelaskan apa yang sudah terjadi dengan Arin


"tuh kan....lagian ngapain sih, pakai keluyuran malam malam gak jelas, apalagi pakai janjian sama laki laki segala dicafe, untung aja ada Dewa ,.kalo nggak gimana ?!" Yusuf pun sedikit marah atas perbuatan adiknya


"sudahlah mas !, orang lagi kena musibah malah diomelin" ucap Dian menenangkan suaminya


"ya sudah....malam ini kamu bisa istirahat disini, nanti biar mas Yusuf yang telpon ayah sama ibu dirumah, biar mereka gak khawatir"


"kalo begitu aku permisi pulang dulu, sudah malam....gak enak malam malam ganggu waktu istirahat kalian berdua" pamit Dewa sambil berdiri dari tempat duduknya


"makasih ya bro....sudah nolong adik gue !" ucap Yusuf sambil menjabat tangan Dewa dan menepuk bahunya sambil berjalan mengantar Dewa keluar dari rumahnya


"sama sama bro !....kan gue serius suka ama adik loe, jadi apapun akan gue lakuin demi cinta gue ke adik loe" balas Dewa sambil tersenyum bangga, lalu ia pun masuk kedalam mobilnya


"iya....gue percaya itu !, hati hati jangan ngebut" ucap Yusuf sambil melambaikan tangannya saat Dewa menyalakan mesin mobilnya dan dibalas anggukan serta lambaian tangan Dewa, sampai akhirnya mobil Dewa pun melaju meninggalkan halaman rumah Yusuf


sementara Dian mengantar adik iparnya masuk ke dalam kamar tamu dan menyuruh Arin untuk segera beristirahat


keesokan harinya...


"sayang....Arin belum bangun ?" tanya Yusuf pada istrinya saat Dian mengambilkan sarapan Yusuf di meja makan


"belum mas, biarin mungkin di kecapekan dan syok dengan kejadian tadi malam" jawab Dian sambil duduk disebelah suaminya


"pagi semua...!!" sapa Arin yang tiba tiba muncul dihadapan Dian dan Yusuf saat mereka berdua tengah menikmati sarapannya


"pagi sayang....!, gimana nyenyak tidurnya ?" sambut Dian


"heem...." balas Arin


"ayok duduk dan sekalian kamu sarapan, nanti mas akan antar kamu ke kampus"

__ADS_1


"gak usah mas....!! aku hari ini off aja kuliahnya, lagi males kemana mana, lagi pengen dirumah aja" jawab Arin sambil menyendok beberapa makanan ke mulutnya


"ya sudah.....kamu disini aja dulu, kamu bisa temani baby Alif dirumah"


"siap kak !"


"oh ya sayang...! kakak rasa setelah kejadian tadi malam, sebaiknya kamu secepatnya menerima kak Dewa sebagai pacar kamu, karna kakak seratus persen percaya kalo kak Dewa bisa melindungi kamu, dan kakak juga gak mau kejadian seperti tadi malam terulang kembali" ucap Dian sambil melangkah keruang tamu


"iya kak...! aku akan mempertimbangkannya lagi !" balas Arin, dan dibalas senyuman oleh Dian


kemudian setelah Dian dan Yusuf berpamitan pada Arin, mereka pun segera masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah menuju ke kantor masing masing


saat seharian Arin dirumah Dian dan bermain bersama baby Alif, ia pun mulai memikirkan dan merenungkan kata kata Dian, untuk segera menerima Dewa sebagai kekasihnya, dalam benaknya ia ingin mengungkapkan perasaannya terhadap Dewa, tapi di sisi lain ia merasa malu kalo harus memulai mengungkapkannya, sampai pada akhirnya sebuah keputusan pun ia peroleh dan ia mulai memberanikan diri menelpon Dewa dan mengajaknya ketemuan di jam pulang kantornya Dewa, Dewa pun mengiyakan ajakan Arin dengan senang hati


sampai pada saatnya tiba, sore itu Arin pun segera meluncur menuju sebuah cafe tempat dimana ia mengajak Dewa untuk ketemuan, tak berapa lama Arin menunggu akhirnya Dewa pun sampai ditempat mereka berdua janjian untuk ketemuan, Arin yang melihat Dewa masuk langsung melambaikan tangannya dan melempar senyum kepada Dewa, Dewa pun membalas dengan senyuman dan langsung menghampirinya


"sudah lama nunggunya ?" tanya Dewa saat mengambil posisi duduk didepan Arin


"gak juga sih !" jawab Arin


"oh ya....emangnya ada apa dek, kamu minta aku menemuimu disini ?" tanya Dewa lagi, penuh penasaran


"apa itu dek ?"


"kak !....setelah aku pertimbangkan dan aku pikir pikir omongan kakak yang tempo hari itu, mengenai ungkapan perasaan kakak ke aku, sekarang aku mau memberikan jawabannya ke kakak"


"iya dek.!,...apapun jawabannya aku akan menerima dengan lapang dada, cepat katakan....!!" nampak raut muka Dewa penuh harap harap cemas


"begini kak !...a....aku...bersedia menerima kakak sebagai pacar aku" akhirnya Arinpun memberanikan mengungkapkan perasaannya dengan sedikit menundukkan kepalanya karna ia merasa malu


"apa dek !?, apa aku gak salah dengar ?" tanya Dewa dengan sedikit tak percaya apa yang barusan ia dengar dari mulut Arin, sementara Arin hanya menggelengkan kepalanya menegaskan pertanyaan Dewa


"bener kamu mau terima aku sebagai kekasih kamu ?" sekali lagi Dewa menegaskan ucapan yang keluar dari mulut Arin sambil menggenggam tangan Arin yang ada diatas meja, dan lagi lagi Arin mengangguk tanda ia membenarkan semua ucapannya


"makasih ya dek, akhirnya kamu mau membalas cinta dan perasaan aku dan aku janji aku gak akan pernah mengecewakanmu"


"oh ya kak ! tapi ada satu syarat yang harus kak Dewa penuhi" ucap Arin


"apa itu dek ?" tanya Dewa penasaran


"aku bersedia menjadi kekasih kak Dewa, tapi aku tidak mau ada ikatan apapun sebelum aku lulus kuliah" jawab Arin penuh penegasan

__ADS_1


"baik !, aku akan penuhi persyaratan itu, dan aku janji gak akan pernah mengingkarinya" jawab Dewa sambil tersenyum dan mengangkat kedua jari kanannya tepat dihadapan Arin dan Arin pun hanya tersenyum melihat tingkah konyol Dewa


"makasih ya kak !"


"sama sama !" balas Dewa


"kalo begitu sekarang juga, kita harus beritahukan kabar gembira ini sama kakak kamu, mereka berdua pun berhak atas kebahagiaan kita ini" kemudian Dewa segera mengajak Arin pulang dan menemui Yusuf dan Dian untuk segera memberitahukan kalo dirinya dan Arin sudah jadian dan resmi menjadi sepasang kekasih, dan Arinpun mengiyakan ajakan Dewa


- - - - - - -


sementara saat Dian dan Yusuf tiba dirumahnya, ia tak mendapati Arin dirumahnya, lantas ia pun menanyakan dimana keberadaan adik iparnya itu kepada bi Siti, dan bi Siti pun mengatakan kalo Arin pamit keluar sebentar tapi ia tak tahu kemana Arin pergi


setelah Dian dan Yusuf membersihkan tubuh mereka masing masing, seperti biasa Yusuf duduk diruang tengah sambil menonton acara televisi dan Dian yang duduk disampingnya sambil memangku baby Alif dan menyusuinya


"kira kira Arin pergi kemana ya mas ?" tanya Dian


"mungkin ke rumah temannya kali !, biarin aja, ntar juga dia balik sendiri !" jawab Yusuf dengan pandangan yang tak lepas dari layar televisi


tak lama setelah ucapan Yusuf, tiba tiba dari depan terdengar bel rumahnya berbunyi, dan bi Siti pun segera membukakan pintunya


"eh....kak Dian sama mas Yusuf sudah pulang !" ucap Arin saat ia sampai diruang tengah dan mendapati kakak dan kakak iparnya sedang duduk duduk


"kamu dari mana sayang ?, lho koq diantar kak Dewa segala ?"


"iya kak, aku memang sengaja tadi keluar menemui kak Dewa" jawab Arin sambil duduk disamping Dian sedangkan Dewa mengambil posisi duduk disebelah Yusuf


"makasih ya bro, sudah mengantar adik gue pulang" ucap Yusuf sambil menepuk lengan Dewa yang ada disampingnya


"sama sama bro, gue juga mau kasih kabar gembira pada kalian berdua" balas Dewa sambil pandangannya bergantian melihat kearah Yusuf dan Dian


"kabar gembira apaan kak ?, koq aku jadi penasaran ya mas !" goda Dian sambil pandangannya melihat ke arah suaminya dan hanya dibalas senyuman ringan oleh Yusuf


"kabar gembira itu, aku dan Arin sekarang sudah resmi jadian" jawab Dewa dengan nada berbunga bunga


"bener kak ?" dan dibalas anggukan oleh Dewa


"aku jadi seneng dengernya" balas Dian


"tapi loe harus janji ke gue, jangan pernah menyakiti dan mempermainkan perasaan adik gue.....klo gak, awas aja loe !!!" ancam Yusuf


"tenang aja bro, gue janji akan selalu menyayangi adik loe....loe pegang kata kata gue ini !" balas Dewa sambil mengangkat kedua jari tangannya dihadapan Yusuf

__ADS_1


__ADS_2