Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Minta maaf


__ADS_3

"selamat pagi bu Dian, saya sudah mendapatkan semua informasi tentang perempuan yang bernama Luna, dan akan segera saya kirim semua laporannya lewat email" ucap jack dari seberang telpon, yang mengabarkan keberhasilannya atas tugas yang diberikan oleh Dian


Dian pun segera menutup telponnya dan segera mengecek email yang dikirimkan oleh Jack lewat laptop nya


akhirnya Dian pun mengetahui, ternyata ada orang lain dibalik perbuatan Luna, dan orang itu tak lain adalah Hendra, ia gak habis pikir ternyata Hendra begitu nekat dan menghalalkan segala cara untuk melancarkan semua keinginannya mendapatkan dirinya


dalam hati, Dian benar benar menyesali perbuatannya yang tidak mempercayai suaminya dan ia pun berjanji untuk segera menyelesaikan semua masalah yang menimpa rumah tangganya dan ia pun berjanji untuk segera meminta maaf atas ketidak percayaannya kepada Yusuf


"lho non Dian mau kemana ?, kok menata rapi semua pakaian ke dalam koper ?" tanya mbk Ayu yang melihat Dian mengemasi semua pakaiannya ke dalam koper, saat mbk Ayu mengantarkan teh ke dalam kamar Dian


"iya mbk Ayu....hari ini juga aku akan pulang ke rumah, dan aku akan segera menyelesaikan semua permasalahan ini mbak !!, jelas Dian sambil mengemasi pakaiannya ke dalam koper


"iya non, lebih cepat lebih baik, jangan sampai non Dian menyesal dikemudian hari" ucap mbk Ayu sambil meletakkan tehnya di meja sudut yang ada dikamar itu


"terus non Dian jam berapa berangkatnya ?", tanya mbk Ayu


"aku ambil penerbangan sore mbk, karna penerbangan pagi dan siang kosong", jawab Dian sambil meminum teh buatan mbk Ayu


setelah mereka berdua selesai ngobrolnya, mbk Ayu pamit untuk keluar dan Dian segera memantau jalannya meeting di perusahaannya melalui video call, setelah beberapa jam, meeting pun selesai dan Dian langsung menghubungi Andika menanyakan tentang perkembangan proyek pembangunan sebuah mall yang sedang ia kerjakan dengan klien dari singapura dan sepertinya proyek tersebut masih lancar meskipun dalam beberapa hari ini dirinya tidak turun tangan langsung mengecek ke lapangan, sementara saat dirinya meminta Andika untuk menghubungkan ke ruang kerja Dewi, Andika mengatakan kalo hari itu Dewi tidak masuk kerja, dan mengambil cuti 2 hari, Dian pun segera mengakhiri panggilan telponnya dengan Andika


padahal Dian bermaksud memberitahukan kepulangannya kepada Dewi, karna menurutnya gak mungkin kalo ia harus memberitahukan langsung ke pada Yusuf, tapi akhirnya ia pun menghubungi Dewi lewat ponselnya dan lagi lagi Dewi tak bisa dihubungi karna ponselnya di non aktifkan


sementara sesuai dengan rencana, kalo hari itu Dilla bersedia mengantar Yusuf ke villa keluarganya untuk menemui Dian, dan ternyata gak hanya Yusuf dan Dilla yang berangkat, Dewi dan Beni pun ikut serta juga pergi ke villa tersebut


mereka sengaja tidak memberitahukan kedatangannya kepada Dian karna mereka semua ingin membuat kejutan untuk Dian dengan membawa suaminya ke hadapannya


ahirnya mereka sampai di bandara kota tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju villa keluarga Dian menggunakan taxi milik bandara, dan beberapa jam kemudian sampailah mereka didepan halaman villa yang dituju, nampak sebuah bangunan berlantai dua dan halaman yang cukup luas dengan berbagai macam tanaman yang membuat villa tersebut nampak asri, serta hawa sejuk dan pemandangan disekeliling villa yang nampak indah membuat suasana di villa itu cukup nyaman dan menenangkan


"ayo masuk mas !!, kenapa masih berdiri di situ ?", ucap Dilla yang melihat Yusuf masih berdiri di depan pintu gerbang villa


"kamu masuk aja duluan Dil, aku merasa belum siap ketemu kakak kamu", ucap Yusuf yang penuh keraguan

__ADS_1


"emangnya lu kenapa bro ?", tanya Beni yang melihat sikap sahabatnya itu


"gue ragu Ben, apa istri gue mau menerima kedatangan gue ?", lagi lagi ucapan Yusuf yang penuh keraguan untuk menemui istrinya


"lu tenang aja bro, kita hadapai sama sama....oke !!!", semangat Beni sambil menepuk bahu sahabatnya itu


"iya mas....tenang aja, aku yakin Dian pasti bakalan menerima mas Yusuf kembali", ucap Dewi


"semoga aja, karna aku merasa kalo dia sudah menganggap aku telah menyakiti dan menghianatinya", ucap Yusuf sambil menarik nafas panjang "semoga ia mau menerima ku kembali"


saat mereka mengetuk pintu villa, nampak mbk Ayu yang membukakan pintu tersebut dan sempat membuat Dilla bingung kenapa bukan pak Budi yang buka pintu


"ada yang bisa saya bantu ?" tanya mbk Ayu dari depan pintu


"mbk siapa ya ?, kok buka pak Budi yang buka pintu ?", tanya Dilla


"mbk kenal dengan pak Budi ?, pak Budi itu ayah saya, dan mbk nya siapa ya kalo boleh saya tau ?" tanya mbk Ayu pada Dilla


"oohh....jadi ini non Dilla adiknya non Dian, maaf ya non !!, saya gak tau kalo mbk ini non Dilla, ayo non silahkan masuk !!, non Dian ada dikamar atas, mari saya antar untuk menemui non Dian" ucap mbak Ayu sambil mempersilahkan mereka semua untuk duduk diruang tamu sekaligus ruang keluarga


"ayo mas, ikut ke atas menemui kak Dian" ajak Dilla pada Yusuf, dan Yusuf pun mengiyakan ajakan adik iparnya itu


sementara Beni dan Dewi menunggu di ruang tamu sambil menyalakan tv, dan mbk Ayu segera membawa Dilla dan Yusuf kelantai atas


"masuk mbk Ayu !!, pintunya gak dikunci", ucap Dian saat mendengar pintu kamarnya diketuk dan terdengar suara mbk Ayu memanggil namanya dari balik pintu


"maaf non, ada yang datang !!", ucap mbk Ayu saat membuka pintu kamar Dian


belum sempat Dian bertanya siapa yang datang, Dilla langsung masuk dan menghambur memeluk kakanya saat Dian baru saja membalikkan badannya


"darimana kamu tau kalo aku disini ?, dan ada apa kamu datang kemari ?" tanya Dian pada Dilla

__ADS_1


"aku kangen sama kakak !!, aku cari kakak dirumah gak ada, aku tanya orang kantor bilangnya kakak ke luar kota tapi bukan urusan kerjaan, jadi aku langsung aja kesini"


"oh ya kak !!, ada seseorang lagi yang lebih kangen sama kakak", ucap Dilla sambil melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Dian serta mengajaknya ke arah pintu


saat pintu kamar terbuka, nampak Yusuf berdiri di depan pintu sambil menatap ke arah Dian dengan pandangan penuh harap agar istrinya mau menerimanya kembali


saat itu pula Dian langsung memeluk suaminya "maaf kan aku mas !! yang sudah tidak mempercayai kaañta kata kamu" ucap Dian sambil menangis dalam pelukan Yusuf


"iya sayang....aku juga minta maaf, sudah membuat kamu kecewa" ucap Yusuf sambil mencium kening istrinya dan membelai lembut rambut Dian


sementara saat Dilla melihat kakak dan kakak iparnya saling melepas rindu, Dilla pun mengajak mbk Ayu turun menemui Beni dan Dewi di ruang tamu, mbk Ayu pun segera menuju dapur untuk menyediakan minuman dan menyiapkan makan siang untuk mereka semua


"gimana Dil ?, apa yang terjadi ?", tanya Dewi saat melihat Dilla turun dari tangga menuju kearah dirinya dan Beni


"beres, tenang aja kak !!, gak bakalan terjadi perang dingin lagi !!, mereka berdua sudah akur lagi, kemungkinan sebentar lagi bakal ada bulan madu ke 2", ucap Dilla sambil senyum senyum dan duduk disebelah Dewi sambil mengubah chanel tv


"emangnya kakak kamu sudah percaya sama Yusuf ?" tanya Dewi


"kayaknya sih.... sudah kak, dan kayaknya kak Dian juga sudah meminta maaf sama mas Yusuf karna ketidakpercayaannya pada mas Yusuf" jawab Dian


"baguslah kalo gitu !!" ucap Beni sambil terus menatap layar tv


"hayoo....kalian lagi ngomingin kita ya ?", ucap Yusuf yang tiba tiba nongol dari belakang mereka yang pada asyik ngobrol


"eehhh, lu bro !!, udah baikan nih ceritanya, udah gak ada perang dingin lagi ?", ujar Beni menggoda


"gak lah !!, mana mungkin kita terus terusan perang dingin, kita kan selalu mesra......ya kan sayang ?", jawab Yusuf sambil merangkul pundak Dian dan mencium kening istrinya dengan mesranya


"iya, iya....gue tau !!, tapi gak gitu juga kale, pamer kemesraan di depan kita kita", ucap Beni sambil sedikit memonyongkan bibirnya, sontak semua yang ada disitu tertawa lepas melihat sikap Beni


"sudah ! sudah !, ayo sekarang kita semua ke meja makan, kayaknya mbk Ayu sudah menyiapkan makan siang untuk kita semua", ajak Dian sambil melangkah menuju meja makan dengan menggandeng tangan suaminya

__ADS_1


__ADS_2