
Keesokan harinya Hendra kembali menghubungi ponsel Luna, dan memintanya untuk mememuinya sepulang jam kerja
saat jam kerja telah usai Luna pun menuruti permintaan Hendra untuk menemuinya disebuah cafe yang dimaksud Hendra
saat sampai di cafe tersebut, Luna melihat Hendra yang duduk di meja paling pojok, dan ia pun langsung melangkah ke arah pria tersebut
Luna langsung mengambil posisi duduk didepan Hendra
"ada rencana apa lagi sampai kamu memintaku menemuiku disini ?", tanya Luna sambil memilih minuman yang ada di buku menu diatas meja
"bagus....kalo kamu sudah tau niat aku menyuruhmu kesini", jawab Hendra dingin
"emang apaan sih rencana kamu ?", tanya Luna lagi yang gak sabar ingin tau rencana Hendra
"aku punya rencana yang pastinya akan berhasil memisahkan mereka berdua, dan membuat lelaki itu kembali kepelukanmu", jawab Hendra penuh senyum kelicikan
"cepat katakan apa rencanamu ?"
"kamu jebak mantan kamu disebuah hotel", jawab Hendra
"caranya ?"
"kamu ajak ketemuan dia, lalu kamu tuang obat perangsang diminumannya, setelah dia sedikit nge fly kamu ajak dia ke kamar, lalu terserah apa yang akan kamu lakukan dengannya, tapi yang jelas kamu harus bisa mengambil foto dia saat bersamamu dalam keadaan tanpa busana diatas ranjang, lalu kamu kirim ke aku foto tersebut, lantas aku akan kirim foto itu ke istrinya dan aku akan suruh ia datang ketempat dimana kalian sedang menginap", jelas Hendra penuh kelicikan
"haruskah semua itu aku lakukan ?", tanya Luna penuh keraguan
"terserah kamu, semua keputusan ada ditangan kamu, itupun kalo kamu mau, kalo tidak mau ya tidak masalah, dengan konsekuensi mantan kamu gak akan pernah kembali lagi sama kamu", jawab Hendra dengan memberikan dua pilihan pada Luna
"bukannya aku gak mau, tapi....!! aku ragu apakah semua itu akan berhasil ?, dan bagaimana kalo sampai gagal dan semua ketahuan kalo ini semua rencana kita berdua ?", tanya Luna lagi masih dalam keraguannya
"tenang !!!, aku yakin semua akan berhasil, tapi semua tergantung gimana kamu ngelakuinnya", jawab Hendra penuh keyakinan
sejenak Luna berfikir dan kemudian......
"oky...aku mau !!!, kapan kira - kira aku bisa melakukannya ?"
"terserah kamu, kapanpun kamu siap, kamu kabari aku", jawab Hendra
Luna tak menjawab apapun, ia hanya termenung sambil sesekali menyesap minuman yang ada didepannya, dalam hatinya ia seakan ragu untuk melakukan semua rencana Hendra
"kamu kenapa ?, kamu masih ragu ?", tanya Hendra sambil melambaikan tangannya di depan wajah Luna, karna ia melihat ada sedikit keraguan di wajah wanita itu
"ah...gak ada apa - apa !!, aku cuma bingung aja sama kamu, kenapa kamu begitu antusias membantuku ?", tanya Luna dengan kebingungannya
"kamu mau tau....kenapa aku ingin sekali membantumu ?", tanya Hendra lagi
" heeemmmm....", Luna hanya mengangguk
"begini...!!!, dulu aku itu sama si Dian, istri pacar kamu itu pernah pacaran, kami sempat menjalin kasih selama dua tahun, tapi semua itu kandas karna dia mengetahui kalo aku jalan sama sekertaris aku sendiri, padahal aku masih begitu mencintainya", jelas Yusuf sambil menyulut sebatang rokok di mulutnya
"lantas...!!!, kamu sendiri ??, setelah berpisah dengan si Dian ??", tanya Luna semakin penasaran
"setelah berpisah dengan Dian, aku diminta papa untuk mengurus perusahaannya yang ada di luar kota ini, akhirnya aku pindah kesana dan tak pernah lagi ketemu sama Dian, sampai akhirnya baru - baru ini perusahaanku menjalin kerjasama dengan AH corporation yang dipimpin Dian, saat itulah aku ketemu lagi sama Dian", jawab Yusuf
"terus gimana nasib hubungan kamu sama sekertaris kamu itu ?", Luna makin kepo
"aku gak pernah serius jalan sama sekertaris aku itu, karna aku masih mencintai Dian, sampai sekarang pun aku masih berharap bisa kembali lagi bersamanya, bagaimanapun caranya", jawab Hendra
"oohhh...!!!, jadi itu masalahnya, sampai kamu merencanakan rencana licik ini ?", ucap Luna sambil mengangguk anggukkan kepalanya
"kenapa tidak ???, apapun akan aku lakukan, demi mendapatkan cinta Dian kembali", ucap Hendra
"baiklah...!!!, secepatnya aku akan lakukan, semua rencana kamu itu"
"oky...!!!, sekarang aku pergi dulu, masih ada urusan lain, jangan lupa kabari aku secepatnya, saat kamu siap melakukannya", ucap Hendra sambil melangkah pergi meninggalkan Luna yang masih duduk disitu
__ADS_1
"dasar licik", gerutu Luna dalam hatinya
sementara Hendra berjalan menuju mobilnya sambil bersiul - siul dan memainkan kunci mobilnya, layaknya orang yang sedang merasakan kegembiraan
ia terus senyum - senyum penuh kemenangan
"sayang.....kenapa ya !!!, tiba \- tiba badan dan perasaan aku gak enak ?", tanya Yusuf yang sedang dalam perjalanan pulang dari kantor bersama istrinya
"emangnya kenapa ?, kamu ada masalah di kantor ?", tanya Dian
"gak ada...!!, aku gak ada masalah apa \- apa dikantor, semuanya baik \- baik aja !!", jawab Yusuf yang masih konsentrasi dengan kemudinya
"kalo gitu nanti setelah sampai rumah, kamu mandinya pakai air hangat aja, biar fikiran kamu sedikit fresh, biar aku minta bi siti untuk menyiapkannya", ucap Dian sambil mengelus bahu kiri suaminya
Yusuf tersenyum kearah Dian dan meraih tangannya lalu mencium lembut tangan istrinya tersebut, Dian pun menyambut dengan senyuman manisnya
tanpa terasa mobil mereka berdua pun sudah memasuki halaman rumah dan Yusuf langsung memarkirkan mobilnya ditempat biasa
Dian yang duluan keluar dari mobil langsung masuk kerumah dan berjalan menuju dapur, ia mendapati bi Siti sedang sibuk menyiapkan makan malam mereka
"baik non", ucap bi siti sambil menganggukkan kepalanya
lalu Dian langsung melangkah ke kamarnya dan segera membersihkan dirinya dikamar mandi, sementara Yusuf duduk dibalkon kamar menikmati suasana senja berganti malam
"mas....kamu mandi sana, air hangatnya sudah siap tuh...!!!, perintah Dian saat ia keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan dirinya
"aku tunggu kamu di bawah ya", Dian langsung melangkah ke luar kamar setelah memberikan handuk pada suaminya
setelah beberapa lama kemudian muncullah Yusuf dari kamar dan langsung menuju kebawah ke ruang makan, disana sudah ada Dian yang sudah duduk menunggunya
Yusuf langsung memposisikan duduknya disebelah istrinya, lalu Dian pun segera menyiapkan makanan ke atas piring didepan suaminya
"gimana mas ?, sudah enakan ?", tanya Dian sambil melahap makanan yang ada didepannya
__ADS_1
"lumayan, badan aku sudah sedikit fresh", jawab Yusuf
mereka berdua pun dengan lahapnya menyantap beberapa makanan yang ada di meja makan tersebut, setelah mereka selesai, Yusuf pun segera melangkah menuju ruang tengah dan duduk disofa sambil menyalakan acara tv, sementara Dian membereskan meja makan dibantu dengan bi Siti
"makasih ya bi....., kalo bi Siti sudah selesai, bibi segera istirahat aja, terus bibi pastikan semua pintu sudah terkunci"
"iya non", jawab bi Siti sambil pergi meninggalkan ruang makan dan berjalan keruang dapur
sementara Dian menghampiri suaminya yang sedang asyik menikmati acara televisi
"kamu mau aku bikinin teh apa kopi mas ?", tanya Dian saat ia duduk disebelah suaminya
"apa aja deh....terserah kamu !!, jawab Yusuf yang masih terus asyik menyaksikan acara tv
"ya udah...bentar ya,.aku bikinin dulu", ucap Dian sambil berdiri dan hendak berjalan menuju dapur
tapi sebelum ia beranjak pergi, buru \- buru tangannya ditarik dan dicegah suaminya, sehingga membuat tubuh Dian jatuh dipangkuan Yusuf
"apaan sih mas !!!, katanya kamu minta aku bikinin minuman ?"
"aku gak perlu minuman, yang aku perlukan sekarang hanyalah dirimu", jawab Yusuf sambil mencubit lembut dagu istrinya
"iihhh....kamu nakal deh !!!, malu tau kalo sampai dilihat bi Siti", ucap Dian sambil mencubit lengan suaminya
"biarin aja....kenapa mesti malu, kamu kan istriku jadi aku bebas dong ngelakuin apa aja kepadamu", ucap Yusuf sambil lalu menggendong tubuh Dian dan membawanya menuju kamar
"kenapa mesti pakai cara seperti ini sih mas ?, aku kan bisa berjalan sendiri", ucap Dian sambil berusaha melepaskan dari gendongan Yusuf
tapi Yusuf tak memperdulikan perkataan Dian, ia terus melangkah sambil tetap menggendong tubuh istrinya
sesampainya didalam kamar, ia langsung merebahkan tubuh Dian diatas ranjang dan menahan tubuh Dian yang tergeletak diatas ranjang dengan kedua tangannya
__ADS_1
tanpa basa \- basi dan tanpa menunggu ijin istrinya, Yusuf pun langsung mencium bibir Dian dengan penuh gairah, rupanya Dian pun menikmatinya dan membalasnya dengan sentuhan \- sentuhan nakal disekujur tubuh Yusuf, dan tanpa menunggu lama mereka berdua pun kembali larut dalam permainan cinta mereka