
Sementara di tempat lain , Luna yang sedang berada di tempat kerjanya, merasakan sedikit ada masalah dengan dirinya
ia merasa perutnya sedikit mual, dan pandangan matanya mulai berkunang - kunang, ia pun lalu meletakkan kepalanya diatas meja kerjanya dan bertumpu di atas kedua lengannya
"kamu kenapa Lun ?, kamu sakit ?", tanya salah seorang teman kerja Luna satu ruangan
"gak tau nih....kenapa tiba - tiba kepala aku pusing", jawab Luna tanpa sedikitpun mengangkat kepalanya
"kalo memang kamu sakit, kamu ijin pulang awal aja"
belum sempat ia membalas ucapan temannya itu, ia merasa perutnya makin mual dan berasa ingin muntah, lalu ia pun segera beranjak dan berlari menuju toilet kantor, dan di dalam toilet, ia pun langsung memuntahkan semua isi perutnya
sesaat setelah ia selesai memuntahkan semua isi perutnya, ia memandangi wajahnya di depan cermin yang ada di toilet tersebut dalam hati ia bergumam, apa mungkin dirinya hamil apalagi ia sudah tidak dapat datang bulan selama satu bulan terakhir ini
setelah ia keluar dari toilet, dan kembali ke ruang kerjanya, Luna pun akhirnya memutuskan untuk ijin pulang lebih awal karna ia merasa tubuhnya semakin lemas, dan saat ia tiba dirumah, ia langsung menuju ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, dan ia pun mulai memejamkan matanya
keesokan harinya saat bangun dari tidurnya, Luna segera melakukan tes kehamilan menggunakan test pack yang ia beli saat pulang kerja kemaren, dan alhasil Luna sangat kaget dengan hasil yang dilihatnya dari test pack tersebut, dua buah garis merah yang terlihat, untuk menunjukkan kalo dirinya sedang hamil
ia memutuskan untuk tidak masuk kerja dan seharian ia hanya mengurung dirinya di dalam kamar
seharian pula ia hanya termenung merenungi apa yang sudah terjadi pada dirinya, ia berfikir bagaimana caranya ia memberitahukan pada Hendra kalo sekarang ia sedang mengandung anaknya, karna bagaimanapun juga ia harus meminta pertanggung jawaban Hendra, karna ia yakin kalo anak yang ia kandung adalah anak Hendra
__ADS_1
disaat dirinya sedang melamun tiba - tiba dari pintu terdengar seseorang yang sedang mengetuk pintu
"masuk, pintunya gak dikunci"
"kamu kenapa ?, kata mamamu kamu gak mau keluar kamar dan gak mau makan, sekarang juga kenapa kamu gak kerja ?, kamu sakit ?", tanya vira sahabat Luna yang barusan datang karna ditelpon oleh mamanya Luna
Vira adalah sahabat Luna mulai mereka duduk di bangkun SMA, saat ini Vira bekerja satu kantor dengan Yusuf, jadi selama Luna putus dari Yusuf, ia masih terus dapat info dan kabar mengenai mantan pacarnya itu dari sahabatnya tersebut
saat Vira menannyakan tentang keadaan sahabatnya itu, Luna tak berkata sedikitpun, ia hanya menyodorkan sebuah test pack pada Vira, sontak Vira langsung membelalakkan matanya saat apa yang ia lihat dengan benda tersebut
"kamu gak bercanda kan Luna ?", tanya Vira sambil mengguncang kedua pundak Luna
Luna hanya menggelengkan kepalanya, sambil air matanya menetes di kedua pipinya
lagi - lagi Luna hanya menggelengkan kepalanya, sambil memeluk erat tubuh Vira
"terus siapa ?, katakan padaku Luna....", tanya Vira lagi semakin penasaran
"Hendra", ucap Luna sambil melepaskan pelukannya
"siapa Hendra ?, pacar kamu ?, setau aku kamu gak punya pacar kan ?"
__ADS_1
"bukan, ia bukan pacar aku.....", dan akhirnya Luna pin menceritakan semuanya sampai pada akhirnya apa yang ia lakukakan bersama Hendra si sebuah kamar hotel
Vira hanya mendengarkan semua penjelasan Luna sambil sesekali ia menarik nafas panjang, dan menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan semua pernyataan sahabatnya itu
"mama kamu sudah tau ini semua ?"
lagi - lagi Luna hanya menggelengkan kepalanya, "aku takut kalo mama sampai tau, ia pasti akan marah besar dan ia akan mengusir aku dari rumah ini"
"lantas sekarang apa yang akan kamu lakukan ?", tanya Vira lagi
"entahlah", jawab Luna sambil menggelengkan kepalanya
"kamu tau dimana laki - laki itu berada ?"
"aku gak tau, ia bilang tinggalnya di luar kota, dan ia hanya memberi ku no hp nya saja"
"sekarang kamu harus hubungi dia, bagaimanapun juga ia harus tau kalo kamu sedang mengandung anaknya", saran Vira
"lantas bagaimana kalo Hendra gak mau mengakui ini adalah anaknya ?", tanya Luna penuh keraguan
"kamu coba aja dulu, ntar aku temani kamu untuk ketemu dengannya"
__ADS_1
lalu Luna mengangguk, menyetujui saran Vira dan kembali ia memeluk sahabatnya itu, sambil lagi - lagi Luna menangis didalam pelukan Vira