Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Aqiqoh


__ADS_3

"sayang, coba kamu siapkan kue yang ada diatas meja didapur itu, kayaknya sebentar lagi ibu ibu grup pengajiannya akan segera datang !" perintah mamanya kepada Dian


"iya ma !" ucap Dian lalu melaksanakan semua perintah mamanya


hari itu adalah tepat satu bulan lebih 10 hari usia baby Alif, dan tepat hari itu juga acara Aqiqoh baby Alif dilaksanakan dirumah keluarga Agung Hermawan, nampak semua anggota keluarga maupun beberapa art keluarga Agung Hermawan sibuk menyiapkan keperluan acara yang rencananya acara inti akan dilaksanakan pada malam harinya, tapi untuk pagi harinya diadakan sedikit pengajian yang akan dibawakan oleh kelompok pengajian ibu ibu komplek tempat tinggal Agung Hermawan


tak beberapa lama kemudian rombongan pengajian ibu ibu komplek pun datang, dan segera acara pengajiannya dilaksanakan, hampir 2 jam acara berlangsung dan tepat sebelum dhuhur acara pun berakhir, nampak para art sibuk menyuguhkan beberapa menu makanan untuk ibu ibu pengajian tersebut


"aduh ganteng amat ya, cucu ibu Agung ini !" seru salah satu ibu ibu jamaah pengajian, saat mamanya Dian menggendong Alif diantara ibu ibu tersebut


"kalo boleh tau, siapa bu namanya ?" tanya salah satu ibu ibu yang lainnya


"namanya Alif Kenzie Hermawan, panggilannya Alif" jawab mamanya Dian


"waaahhh....ada nama kakeknya ya dibelakangnya" seru ibu ibu yang lainnya


"ya bu, itu permintaan kakeknya, harus diikutsertakan namanya" jawab mamanya Dian lagi sambil tersenyum


setelah selesai berbincang bincang dan menikmati beberapa hidangan yang ada, para ibu ibu tersebut pun berpamitan kepada tuan rumah, nampak Dian dan mamanya saling menyalami beberapa ibu ibu jamaah pengajian yang meninggalkan kediaman Agung Hermawan


"sayang, apa mertua kamu sudah kamu kabari kalo hari ini acara Aqiqoh baby Yusuf ?" tanya mamanya Dian saat duduk disebelah Dian yang sedang menyusui bayinya


"sudah ma, mas Yusuf sendiri yang mengabarinya" jawab Dian


"oh ya sudah kalo begitu"


tak berapa lama kemudian "maaf nyonya diluar ada keluarganya den Yusuf datang" ucap bi Siti

__ADS_1


"iya bi....suruh aja mereka langsung masuk kesini ya !" perintah mamanya Dian yang sedang duduk diruang tengah


"eehhh....panjang umur ya ! baru juga diomongin sudah nongol" ucap mamanya Dian saat bersalaman dengan besannya, dan tak lupa Dian pun menyalami kedua mertuanya bergantian


"iya nih maaf ! kalo baru datang, jadi gak bisa bantu bantu deh !" ucap ibunya Yusuf


"ahh....sudahlah ! yang penting jeng sudah bisa datang aja sudah cukup, kita para orang tua duduk disini aja, biar para art saya yang mengerjakan semuanya" ucap mamanya Dian sambil mempersilahkan besannya untuk duduk disebelahnya


"kalo begitu saya permisi keluar, mau nemuin pak Agung" pamit pak Maulana dan langsung pergi menuju keteras rumah, dimana pak Agung sedang duduk duduk disitu


* * * * *


malam hari pun tiba, dimana acara utama akan dilaksanakan, nampak keluarga pak Agung dan pak Maulana duduk duduk diruang tamu menunggu para undangan datang dan satu persatu tamu undangan mulai berdatangan, baik tetangga kanan kiri maupun karyawan kantor Dian


"assalamualaikum....selamat malam semua !" ucap keluarga Dewi yang datang sebelum acara dimulai


"waalaikumsalam" jawab keluarga Dian dan Yusuf


"iya dong, mana mungkin aku gak datang diacara spesial ini" jawab Dewi


akhirnya acara yang dinanti pun dimulai, para tamu undangan yang terdiri dari para bapak bapak mulai membaca diba' dan dilanjutkan dengan membaca solawat nabi, pada saat pembacaan solawat nabi Yusuf pun menggendong putranya untuk mengelilingi para tamu undangan, dan setelah itu mulai dicukurlah rambut si baby


acara demi acara berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun, setelah acara selesai para tamu undangan pun dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang sudah disediakan oleh tuan rumah, dan setelahnya para tamu undangan pun berpamitan untuk meninggalkan rumah Agung Hermawan


setelah para tamu undangan meninggalkan rumah pak Agung, sekarang hanya tinggallah keluarga Dian, Yusuf dan keluarga Dewi yang masih ada disitu, mereka semua duduk diruang tamu sambil ngobrol satu sama lain


nampak dalam pandangan Dian tatapan yang terpancar dari wajah kak Dewa begitu penuh arti saat memandang ke arah Arin adik Yusuf

__ADS_1


"mas.....kamu lihat deh kak Dewa, dari tadi kayaknya ia selalu mencuri pandang ke arah Arin" ucap Dian setengah berbisik kearah suaminya yang duduk disampingnya


"ah...masa sih !" ucap Yusuf tak percaya


"iya mas !, dari tadi aku perhatikan kak Dewa tak henti hentinya menatap Arin, kayaknya kak Dewa punya maksud tertentu deh sama Arin" ucap Dian lagi


"kamu jangan punya pikiran yang aneh aneh, mana mungkin kak Dewa suka sama Arin, dan mana mungkin Arin masuk dalam kriteria kak Dewa"


"ya mungkin aja mas, kita kan gak pernah tau hati orang, bisa aja kan dimata kak Dewa Arin termasuk wanita yang menjadi pilihannya" ucap Dian sambil terus menatap ke arah Dewa


setelah semua sudah puas ngobrol ngalor ngidul, dan kadang terdengar canda tawa dari mereka, akhirnya merekapun berpamitan dan saling bersalaman satu sama lainnya, nampak keluarga Yusuf dan keluarga Dewi meninggalkan kediama Agung Hermawan


setelah itu Dian pun membawa baby Alif masuk ke dalam kamarnya dan berniat menidurkannya karna si baby sudah tertidur dalam gendongannya


* * * *


keesokan harinya saat sarapan bersama dimeja makan "ma....pa.....siang ini juga aku akan pulang kerumah aku" ucap Dian


"apa gak sebaiknya kamu tinggal disini aja dulu, kasihan si Alif kalo kamu tinggal ngantor" ucap mamanya Dian yang tak merelakan kepulangan putrinya


"iya sayang....benar kata mama kamu, Alif masih terlalu bayi kalo pengasuhannya harus diserahkan sepenuhnya pada baby sitter" ucap Yusuf sambil mengelus tangan istrinya


"apa gak sebaiknya kalian cari rumah yang dekat sini saja, papa dengar dua rumah dari sini akan dijual sama pemiliknya, jadi papa rasa lebih baik kalo kalian tinggal didekat sini saja" ucap pak Agung disela sela obrolan mereka


"ide bagus itu, mama setuju....biar nanti papa dan mama yang akan tanyakan sendiri kepada pemiliknya, sebelum keduluan sama orang lain" ucap mamanya Dian seakan ia menyetujui saran dari suaminya


"tapi gimana dengan rumah aku yang disana ma ?" tanya Dian

__ADS_1


"kamu jual aja" jawab mamanya


"ya deh, terserah mama dan papa aja" ucap Dian seakan pasrah dengan keputusan kedua orang tuanya


__ADS_2