
laporan demi laporan masuk ke email Dian dari beberapa rekan bisnisnya, tak terkecuali laporan dari kantor cabang di kota C.
hari itu pak Iwan sengaja mem Video Call jalannya meeting bersama dengan pt. Angkasa jaya, agar Dian juga bisa memantau dari kantor pusat.
setelah meeting tersebut selesai, Hendra yang sedari tadi menyadari kalo Dian memantau kegiatan mereka melalui VC, ia pun segera mendekatkan dirinya ke tab milik pak Iwan yang masih aktif tersambung dengan Dian.
"hallo sayang...!!!!, gimana kabarmu ?, makin cantik aja ?, kenapa kamu pulang gak pamit dulu ke aku sih...?, kamu selalu aja bisa bikin aku penasaran", ucap hendra dengan berbagai pertanyaan.
"hentikan Hendra....!!!!, dasar gak tau malu...!!!!", bentak Dian yang merasa gak enak dengan semua orang yang ada diruangan tersebut termasuk dengan pak Iwan.
Dian pun langsung mematikan sambungan VC nya dan semua itu benar - benar membuat hatinya panas dan kepalanya pusing.
tak berapa lama kemudian masuklah pesan singkat dari Hedra, tapi Dian mengabaikannya , ia tak mau menanggapinya.
"kamu kenapa say ???, koq wajah kamu pucat ?, kamu sakit ya ?", tanya Dewi saat memasuki ruang kerja Dian dan melihat wajah sahabatnya itu seperti orang menahan sakit
"tau nih....tiba - tiba kepala ku pusing", jawab Dian sambil memegangi kepalanya
"udah, kamu pulang aja....istirahat dirumah, lagian hari ini kan gak ada schedule penting, biar nanti Andika yang menghandle semuanya",
"kamu minta antar sopir aja, jangan bawa mobil sendiri, takutnya ada apa - apa dijalan", ucap Dewi sambil mengelus punggung Dian yang masih memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Dian pun menuruti ucapan sahabatnya itu, ia lalu menata mejanya dari beberapa file yang berserakan diatas meja kerjanya.
Dian keluar ruangan sambil menggandeng tangan Dewi
"Lisa....aku pulang dulu ya....!!!, nanti kalo ada laporan dari beberapa klien kamu bisa kirim ke saya lewat email dan nanti kalo ada masalah kamu bisa minta bantuan Andika"
"baik bu....", jawab Lisa.
"kamu yakin gak mau diantar sopir ?", tanya Dewi yang khawatir dengan keadaan sahabatnya itu
"iya.....aku bisa sendiri koq", jawab Dian sambil berjalan menuju parkiran mobilnya
Dewi terus memandangi mobil sahabatnya yang berjalan menjauh dari halaman parkir kantor, dan kemudian ia pun masuk ke kantor lagi, setelah mobil Dian sudah tidak terlihat lagi
bi Siti yang merasa khawatir dengan keadaan majikannya, lalu menyusul Dian kekamarnya
tok...tok...tok....
"siapa ya...???", tanya Dian saat mendengar pintu kamarnya ada yang mengetuk
"saya non...bi Siti"
__ADS_1
"masuk bi...., pintunya gak dikunci"
"non Dian kenapa ?, koq jam segini sudah pulang ?", tanya bi Siti yang merasa khawatir dengan keadaan majikannya
"saya agak kurang enak badan bi......saya mau istirahat dulu", jawab Dian yang langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menutupinya dengan selimut
"baik non....nanti kalo butuh apa - apa panggil saya ya non...!!!, saya ada didapur", ucap bi Siti sambil melangkah keluar kamar dan kembali menutup pintu kamar Dian
setelah beberapa lama Dian yang masih lelap dalam tidurnya, Yusuf suaminya pun pulang dari kantor.
saat ia sampai dihalaman rumahnya, ia heran melihat mobil istrinya yang sudah terparkir di halaman rumahnya, ia bertanya - tanya dalam hati karna gak biasanya istrinya pulang secepat ini kalo bawa mobil sendiri
"bi....tumben jam segini Dian sudah pulang ?", tanya Yusuf yang langsung menemui bi Siti di dapur
"iya den....tadi non Dian pulangnya lebih awal, dan langsung masuk kekamar, katanya agak kurang enak badan", jawab bi Siti
tanpa berkata apapun, Yusuf yang mendengar ucapan bi Siti langsung melangkahkan kakinya dengan cepat ke lantai atas menuju kamarnya, ia sempat khawatir dengan keadaan istrinya
sesampainya di dalam kamar, ia melihat istrinya yang masih nyenyak.terlelap dalam tidurnya, dan ia gak tega membangunkannya
Yusuf pun langsung menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya dan mengganti baju kerjanya dengan baju piyama
__ADS_1
saat ia keluar dari kamar mandi, ia masih melihat istrinya belum bangun dari tidurnya.
lalu ia mendekati istrinya dan duduk disebelahnya, betapa kagetnya Yusuf saat menyentuh dahi istrinya karna ternyata tubuh istrinya terasa panas