Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Dibawa ke rumah sakit


__ADS_3

Masih beberapa langkah Dian dan Yusuf berjalan menjauhi Hendra, tiba tiba Hendra menarik tangan Dian dan menghalangi langkahnya


"lepaskan Hendra !!" teriak Dian dan berusaha melepaskan genggaman tangan Hendra


"gak !!, aku gak akan nglepasin, sebelum kamu cabut semua niat kamu untuk memutuskan hubungan kerjasama kita !!!" ucap Hendra sambil makin erat menggenggam tangan Dian


"lepasin istri gue !!" Yusuf mencoba melepaskan tangan istrinya dari genggaman Hendra


"gue gak punya urusan ama loe !!" balas Hendra


"tapi loe udah nyakitin istri gue, jadi loe sekarang berurusan ama gue !!" balas Yusuf dengan nada makin meninggi


"Hendra !!!, lepasin gak !!" berontak Dian


"gaakkk !!!" balas Hendra


Yusuf pun berusaha melepaskan genggaman tangan Hendra dengan paksa tapi Hendra makin erat menarik tangan Dian, dan Dian pun berusaha menarik tangannya sampai akhirnya genggaman tersebut lepas dan membuat tubuh Dian jatuh ke belakang membentur sebuah kursi, tapi kursi tersebut bergerak dan membuat tubuh dian jatuh ke lantai


tak berapa lama kemudian saat Dian berdiri dan meringis menahan sakit di perutnya, tiba tiba terlihat darah mengalir di kakinya "sayang kamu kenapa ?" tanya Yusuf yang begitu panik melihat istrinya mengeluarkan darah


"aduuuhhh...!!! perutku mas !" rintih Dian sambil memegangi perutnya


tanpa menunggu lama, Yusuf pun segera menggendong tubuh istrinya, dan membawanya ke mobil, Yusuf segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit


"kamu tahan ya sayang !!" ucap Yusuf sambil sesekali melihat ke arah istrinya yang terus memejamkan matanya dan sesekali merintih menahan sakit diperutnya


saat sampai di rumah sakit, Yusuf segera memanggil tenaga perawat yang sedang berjaga dan langsung saja mereka bergegas menghampiri Dian yang ada di dalam mobil dan segera membawanya ke ruang IGD dengan menggunakan tempat tidur dorong, nampak Yusuf mengikutinya dari belakang, dan sesampainya di pintu ruang tindakan Yusuf menghentikan langkahnya karna dirinya dilarang masuk oleh para perawat


saat Yusuf sedang panik menunggu diluar ruang tindakan, ia pun segera menghubungi keluarganya dan keluarga Dian, tak lama kemudian dokter yang menangani Dian keluar dari ruang IGD, "gimana dok, kondisi istri saya ?" tanya Yusuf masih dengan rasa paniknya


"alhamdulillah pak, istri bapak tidak apa apa dan untung saja bapak segera membawa istri bapak kemari jadi kandungannya masih bisa diselamatkan, seandainya telat sedikit saja kemungkinan kandungannya tidak bisa diselamatkan lagi" jawab dokter tersebut


"sebentar lagi istri bapak sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan" ucap dokter itu lagi

__ADS_1


"terima kasih dok"


"sama sama pak !!" jawab dokter itu sambil melangkah meninggalkan Yusuf


sesaat setelah itu, nampak Dian keluar dari ruang tindakan dengan menggunakan tempat tidur dorong, dan didorong oleh beberapa perawat menuju ruang perawataan VVIP sesuai permintaan Yusuf, dan Yusuf pun mengikuti dari belakang


"kamu istirahat dulu ya sayang !!, aku mau keluar ke bagian administrasi sebentar ya ?" ucap Yusuf pada istrinya setelah Dian dipindahkan ke tempat tidur di ruang perawatan


sementara di cafe Hendra yang nampak masih berbincang bincang dengan pengacara Dian nampak sesekali mengusap usap wajahnya, nampak sekali ia seperti orang yang sedang panik, entah apa yang ada dipikirannya yang jelas mulai saat itu ia sudah tak ada lagi hubungan kerjasama dengan perusahaan Dian karna ia sudah menandatangani surat keputusan dari pengacara Dian diatas materai


"baik pak Hendra, saya permisi dulu....terima kasih atas kerjasama dan waktunya !!" ucap pengacara itu sambil berjabat tangan dengan Hendra dan segera meninggalkan tempat tersebut


setelah kepergian pengacara itu, Hendra kembali duduk sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya


"kenapa bisa jadi seperti ini ???" gerutu Hendra


"terus gimana dengan nasib aku Hen ???, kamu harus segera bertanggung jawab !!, kalo nggak aku akan minta bantuan Dian, untuk membuat nama baik kamu tercemar seperti yang pernah Dian katakan" ucap Luna tiba tiba sambil memegangi lengan Hendra


"iya....iya....aku akan bertanggung jawab, tapi kamu kasih aku waktu, untuk meyelesaikan semua masalah pekerjaan aku, setelah itu aku pasti akan bertanggung jawab" ucap Hendra meyakinkan Luna


"iya !!, aku gak akan lari dari semua ini, tapi beri aku sedikit waktu, belum lagi sekarang aku masih kepikiran bagaimana nasib Dian, apa yang sudah terjadi padanya" ucap Hendra


"kenapa kamu malah mikirin nasib Dian, jelas jelas ia ada suaminya yang bertanggung jawab, sedangkan hrusnya nasib aku dan masa depan aku yang harus kamu pikirkan" jelas Luna


"gimana aku gak mikirin Dian, bagaimanapun juga yang membuat Dian celaka adalah aku, kalo sampai terjadi apa apa sama Dian, makin menambah masalah aku" ucap Hendra sambil sesekali mengusap mukanya dengan telapak tangannya


sementara Luna dan Hendra masih berdebat masalah mereka berdua, di rumah sakit saat Yusuf sedang berdiri di pintu ruang administrasi hendak menuju ruangan Dian, nampak kedua orang tua Dian dan Yusuf datang bersamaan dan melihat itu Yusuf pun segera menghampiri ke dua orang tua dan mertuanya, tak lupa Yusuf pun menyalami mereka semua


"bagaimana keadaan Dian dan kandungannya ??" tanya mamanya Dian yang kelihatan begitu cemas


"mama gak usah khawatir, semuanya baik baik saja, gak ada masalah yang perlu dikhawatirkan" jawab Yusuf saat berjalan menuju ruang perawatan Dian


"sayang...kamu gak kenapa napa kan ?" tanya mamanya saat sudah berada di dalam ruangan perawatan Dian, dan langsung memeluk putrinya yang masih terbaring lemas di atas tempat tidur

__ADS_1


"iya ma....aku gak apa apa, aku baik baik saja" jawab Dian sambil tersenyum ke arah orang tuanya


"suamimu sudah menceritakan semua yang terjadi sama kamu, karna perbuatan Hendra, dan papa gak akan tinggal diam, papa akan membuat perhitungan sama Wijaya dan putranya yang gak tau malu itu" ucap pak Agung dengan nada yang penuh emosi


"sudahlah pa....!!, Dian sudah minta tolong pengacara Dian untuk menyelesaiakan kerja sama dengan Hendra, Dian minta pada pengacara untuk mencabut semua kontrak kerjasama dengan perusahaannya, dan sekarang sedang dalam prses" jelas Dian


"baguslah kalo begitu" jawab pak Agung yang sedikit agak meredam emosinya


"besok papa akan kesini lagi, ada yang mau papa omongin sama kamu dan Yusuf, sekarang papa dan mamamu pulang dulu, dan kamu Yusuf papa minta tolong jaga baik baik istrimu" ucap pak Agung dengan tegas, dan disambut anggukan oleh Yusuf


"ibu juga minta sama kamu, jaga menantu ibu dan calon cucu ibu, jangan sampai terjadi apa apa, awas kalo ada apa apa sama calon cucu ibu, ibu gak akan maafin kamu" ucap ibunya Yusuf sambil menjewer telinga anaknya


"aduuhhh....sakit bu !!" jerit Yusuf sambil memegangi telinganya


"mama, papa, ayah dan ibu gak usah khawatir, aku akan jagain istri dan calon anak aku selama 24 jam penuh, aku rela jadi satpam demi istri tercinta" jawab Yusuf, dan dibalas dengan tawa dari para orang tua mereka


"sayang aku antar mereka dulu kedepan, bentar juga aku kembali" ucap Yusuf sambil mencium kening istrinya dan dibalas senyuman oleh Dian


tak berapa lama setelah mengantar kedua orang tua dan mertuanya, Yusufpun kembali ke kamar Dian


"mas tolong ambilkan hp aku di dalam tas, aku mau telepon Dewi" pinta Dian


Yusuf pun segera mengambilkan ponsel milik istrinya dan menghubungi no ponsel Dewi


"hallo say !!!, ada apa ?" terdengar suara Dewi dari seberang telpon


"Wi....aku minta tolong besok pagi kamu bilang ke Luna, minta ia bawakan laptop aku dan beberapa berkas yang harus aku tanda tangani, kamu suruh ia mengantarkan ke rumah sakit mutiara" jawab Dian


"ngapain pakai dibawa ke rumah sakit mutiara segala ?, emangnya kamu ada disana ?" tanya Dewi yang sedikit ada rasa penasaran


"iya....sekarang aku sedang dirawat disini, maka dari itu aku minta besok Luna untuk mengantar laptop aku, soalnya besok siang aku ada rapat pemegang saham dan aku akan mengikuti rapat tersebut dari sini melalui vi call" jawab Dian


"hhaaahhhhh....emangnya apa yang terjadi sama kamu ?, kalo gitu besok pagi biar aku aja yang antar, sekalian aku penasaran kenapa kamu sampai bisa masuk rumah sakit"

__ADS_1


"terserah kamu yang penting laptop aku bisa nyampek disini sebelum jam 10, udah deh aku tutup dulu telponnya, aku capek mau istirahat" ucap Dian sambil mengakhiri panggilan telponnya


__ADS_2