
"ma....gimana Alif rewel tidak seharian ini ?" tanya Dian pada mamanya lewat sambungan ponselnya
"alhamdulillah....si Alif anteng banget, gak rewel sama sekali" jawab mamanya dari seberang telepon
"ya udah ma, kalo gitu....kemungkinan aku hari ini pulangnya agak telat, aku tadi juga sudah telpon mas Yusuf kalo nanti jemputnya habis maghrib aja" ucap Dian lalu ia pun mengakhiri sambungan telpon dengan mamanya
"permisi bu....apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya Lisa saat sudah berada didalam ruangan Dian, karna Dian memintanya untuk menemuinya
"gak ada Lis !, cuma aku mau bilang kalo kamu mau pulang duluan silahkan gak usah nunggu aku pulang, aku mungkin pulangnya agak sedikit malam, soalnya ada beberapa berkas yang harus aku selesaikan untuk materi meeting besok pagi" jawab Dian sambil tangannya membuka beberapa lembar kertas yang ada didepannya
"tidak apa apa bu ! saya akan tunggu ibu sampai selesai dengan kerjaan ibu, saya takut kalo ada sesuatu yang ibu perlukan" ucap Lisa dengan sopan
"kalo begitu terserah kamu aja, oh ya....kalo nanti habis maghrib tolong kamu hubungi security didepan, terus kamu bilang kalo ada suami aku datang menjemput, bilang aja suruh langsung masuk keruangan aku" ucap Dian
"iya....baik bu !" jawab Lisa sopan lalu pergi meninggalkan ruangan Dian
setelah Lisa keluar dari ruangannya, kembali Dian larut dalam pekerjaannya karna memang semuanya harus ia pelajari hari itu juga sebagai bahan meeting besok pagi dengan klien baru yang akan bekerjasama mendirikan sebuah mall dikota tersebut
"maaf bu....pak Yusuf sudah ada diruangan bu Dian, barusan beliau datang" ucap Lisa sambil berdiri dari tempat duduknya, saat Dian barusan datang dari toilet
"iya....makasih ya Lis !"
"mas....sudah lama ya nunggunya ?" tanya Dian saat ia melihat suaminya yang duduk disofa ruangan kerjanya sambil memainkan ponselnya dan Dian pun langsung menghampiri Yusuf lalu duduk disebelah suaminya
lalu Dian pun langsung memeluk suaminya yang menyandarkan tubuhnya disofa dari samping dan Yusuf pun membalas pelukan istrinya sambil mencium pucuk kepala istrinya
__ADS_1
"udah selesai kerjaannya ?" tanya Yusuf sambil mengelus rambut istrinya
"udah..." jawab Dian singkat
"makasih ya sayang, atas semua perhatian dan kasih sayang kamu padaku selama ini" ucap Dian sambil makin membenamkan kepalanya didada suaminya
"sayang !.....kamu adalah istri aku ibu dari anak aku, kamu juga belahan hati aku, karna kamu adalah segalanya buat aku, jadi sudah kewajiban aku untuk selalu menyayangi kamu" ucap Yusuf sambil memegang kedua bahu istrinya dan lalu mengarahkan pandangan Dian agar menghadapnya sambil tangannya memegang dagu istrinya, lalu setelah itu Yusuf langsung mendaratkan ciumannya dibibir Dian, sementara Dian hanya tersenyum saat dirinya mendapat ciuman dari suaminya
"ya udah yuk mas, kita pulang....aku sudah kangen ama Alif" ajak Dian sambil berdiri dari tempat duduknya
"emangnya kamu gak kangen juga sama ayahnya Alif ?" goda Yusuf yang juga ikutan berdiri dari tempat duduknya
"iisshhh....udah ah ayok kita pulang ! nanti kangen kangenannya dilanjut lagi dirumah" jawab Dian sambil menarik tangan suaminya dan buru buru mengambil tas kerjanya yang tergeletak diatas meja kerjanya lalu berjalan keluar ruangan sambil menggandeng lengan suaminya, sementara Yusuf hanya tersenyum mendengar kata kata istrinya
"Lisa.....aku balik duluan ya ! kamu juga bisa pulang sekarang, makasih ya sudah ikutan kerja lembur juga" ucap Dian saat berada didepan meja Lisa
"mas ! ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu" ucap Dian sambil berjalan menuju tempat parkir mobil sambil terus menggandeng tangan suaminya
setelah sampai diarea parkir, Dian dan Yusuf langsung masuk ke dalam mobilnya, dan saat mobilnya keluar dari area kantor, didepan pintu gerbang beberapa security yang berjaga langsung memberi hormat dan Dian pun menanggapinya dengan senyuman
"emangnya.....apaan sih yang mau kamu omongin ?" tanya Yusuf sambil terus fokus menyetir mobilnya
"mas....kamu tau gak ! ternyata firasat aku tentang kak Dewa itu benar, kalo ternyata ia naksir sama Arin saat pertama kali ia melihat Arin di acara aqiqoh Alif kemaren itu" jawab Dian sambil sedikit menyerongkan duduk ya ke arah suaminya
mendengar kata kata istrinya, Yusuf pun langsung menghentikan mobilnya ditepi jalan, dan ia pun menyerongkan duduknya menghadap ke arah Dian
__ADS_1
"apa kamu bilang ? Dewa naksir sama Arin ? memangnya kamu tau darimana ?" tanya Yusuf seakan tak percaya
"iya mas....bener ! kak Dewa sendiri yang bilang sama aku, tadi siang ia datang ke kantor aku dan ia banyak tanya tentang Arin" jawab Dian
"kan cuma nanya....belum tentu juga kalo ia benar benar suka sama Arin" ucap Yusuf
"apanya yang belum tentu mas ! aku yakin seratus persen kalo kak Dewa suka sama Arin"
"udah ah.....ayok cepetan jalankan lagi mobilnya" perintah Dian sambil mengubah posisi duduknya menghadap kedepan, dan Yusuf pun kembali melajukan mobilnya ke arak rumah mertuanya
"Alif sudah tidur ma ?" tanya Dian saat memasuki rumah orang tuanya dan mendapati ibunya diruang makan
"sudah !....barusan ia habis satu botol susu langsung tidur, dan barusan juga mama tidurkan ia di kamar, sekarang lagi ditungguin Dilla dikamar" jawab mamanya
"kalo gitu aku langsung kekamar aja ya ma !"
"kamu gak makan dulu ? kasihan suami kamu, kan tadi ia jemput kamu belum sempat makan malam dulu" perintah mama Dian
"ya udah....ayok mas, makan malam dulu ! kamu pasti lapar kan ?" ucap Dian sambil menggandeng suaminya duduk dikursi makan
"ayok nak Yusuf kamu makan dulu ! mama mau kekamar dulu, mau anterin teh buat papa" ucap mama Dian sambil membawa secangkir teh ke dalam kamarnya diseberang ruang tengah
setelah Yusuf dan Dian menyelesaikan makan malamnya, mereka berdua langsung berjalan menuju kamarnya dilantai atas, dan mereka berdua mendapati Dilla yang duduk disofa kamar Dian sambil memainkan lap top yang ada dipangkuannya
"ehhh....kalian sudah pulang ?" tanya Dilla saat melihat pintu kamar terbuka dan melihat kedua kakaknya masuk ke kamar
__ADS_1
"makasih ya Dill.....udah nungguin baby Alif tidur" jawab Dian, saat melihat adiknya berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan keluar kamar