
Seperti biasa Dian memulai pekerjaannya dengan sibuk menjawab satu persatu email yang masuk lewat laptopnya dan melihat semua jadwal meeting yang sudah masuk dalam schedule hariannya.
tapi sesekali matanya melirik ke ponsel yang ada disebelah kanan laptopnya, dalam pikirannya ia berharap ada telpon masuk dari Yusuf atau setidaknya ia berharap ada pesan untuknya dari lelaki tersebut.
bagai gayung bersambut, tiba - tiba ponsel Dian berbunyi, ternyata ada pesan dari seseorang yang ada dalam pikiran Dian yaitu Yusuf.
wajah Dian nampak berseri, dari matanya nampak sinar bahagia saat ia membuka ponselnya dan membaca pesan singkat dari Yusuf.
Dian pun melanjutkan semua pekerjaanya dengan hati yang diliputi rasa bahagia, sampai waktu jam pulang kantorpun tiba.
tapi tidak dengan Yusuf, ia malah berpikiran untuk mencari tau informasi lebih dalam tentang Dian.
sampai akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Dilla, adik Dian.
ia membuat janji untuk ketemuan sama Dilla di jam pulang kantor.
__ADS_1
akhirnya Yusuf pun bertemu dengan Dilla disebuah cafe yang tak jauh dari kampus Dilla.
Dilla yang sudah dulu ada ditempat itu, lalu melambaikan tangannya ketika melihat Yusuf masuk dan mengisyaratkan untuk menghampirinya.
"ada apa kak ?, koq tiba - tiba ingin ketemu aku ditempat ini ?", tanya Dilla penasaran, yang sebelumnya memesankan minuman untuk Yusuf.
"aku cuma ingin tau banyak hal tentang kakak kamu", jawab Yusuf.
"kenapa kakak gak langsung tanya sendiri aja sama kak Dian ?", tanya Dilla .
"emangnya apa yang kakak ingin tau tentang kak Dian ?", tanya Dilla lagi.
"Aku ingin tau.....kenapa Dian sepertinya begitu membenci yang namanya cinta, dan ia pun seakan tak percaya sama yang namanya cinta ?", tanya Yusuf dengan rasa penasarannya.
"ooohhhh.....masalah itu, untuk saat ini kak Dian memang tak percaya lagi sama yang namanya cinta, hatinya seolah mati dan tertutup untuk cinta, ia sulit untuk jatuh cinta sama laki - laki", jawab Dilla.
__ADS_1
"emangnya apa yang terjadi sama Dian ?", tanya Yusuf semakin penasaran.
"Dulu kak Dian pernah menjalin cinta dengan seorang lelaki, yang pertama.....dengan teman satu kampusnya, tapi hubungannya kandas karna cowoknya lebih memilih dijodohkan orang tuanya dan meninggalkan kak Dian untuk menikahi wanita pilihan orang tuanya dan pindah ke Belanda ikut kewarganegaraan istrinya", jelas Dilla.
"yang kedua.......setelah lulus wisuda dan kak Dian bekerja menggantikan papa di kantornya, kak Dian sempat menjalin hubungan lagi dengan seorang lelaki, awalnya hanya sebagai klien kakak tapi lama kelamaan mereka berdua sama - sama jatuh cinta, dan akhirnya menjalin hubungan, tapi hubungan mereka berdua pun kandas, yang lebih menyakitkan lagi ternyata pacar kak Dian selingkuh dengan sekertarisnya sendiri, perselingkuhan lelaki itu diketahui kak Dian dengan mata kepalanya sendiri, mereka bermesra mesraan didepan kak Dian", jelas Dilla lagi.
"itulah sebabkan, kenapa kak Dian begitu membenci dan tidak pernah percaya lagi dengan yang namanya cinta", ucap Dilla.
"maka dari itu kak, aku mohon pada kakak untuk mencintai kak Dian dengan tulus dan jangan pernah menghianati serta menyakiti hatinya lagi", pinta Dilla pada Yusuf.
"hheeemmmm.....", Yusuf hanya tersenyum dan mengacungkan jempolnya pada Dilla.
Dilla pun membalas senyuman Yusuf sampil menyesap minuman yang ada di depannya.
Yusuf tak berkomentar apapun, ia hanya mendengarkan dan mulai mengerti penyebab kenapa Dian bersikap seperti itu.
__ADS_1