
Keesokan harinya setelah Dian dan Yusuf selesai bersiap siap untuk berangkat ke kantor, terlebih dahulu Dian sarapan bersama suami dan keluarganya, dan setelahnya ia pun tak lupa menyusui baby Alif terlebih dahulu sebelum ia memompa asi nya untuk ia taruh dibotol susu yang akan diberikan kepada baby Alif selama Dian berada di kantor
untung saja asi Dian sangat lancar jadi bisa cukup untuk stok beberapa botol susu, selama Dian masih berada di kantor, dan sebelum berangkat Dian meminta bi Siti untuk menyiapkan bekal makanan yang akan ia bawa ke kantor, karna selama ia menyusui baby Alif dirinya selalu tiba tiba merasa lapar, jadi Dianpun berinisiatif membawa bekal sendiri dari rumah, jika sewaktu waktu dirinya lapar dijam kerja
"ma....Dian berangkat dulu ya ! aku titip baby Alif ya ma, nanti aku pasti akan telpon dari kantor kalo ada waktu senggang" ucap Dian saat berpamitan dengan mamanya dan mencium telapak tangan mamanya bergantian dengan papanya, begitu juga dengan Yusuf
"iya sayang....kamu gak usah khawatir, mama akan menjaga cucu tersayang mama ini dengan baik" ucap mamanya sambil mencium pipi baby Alif yang ada digendongannya, begitu juga dengan Dian sebelum ia melangkah menuju mobilnya dan berangkat ke kantor bersama dengan suaminya
sesampainya dikantor Dian langsung menuju ruangan kerjanya dan langsung larut dalam pekerjaan yang sempat tertunda karna dirinya yang sedang cuti melahirkan, sampai jam menunjukkan pukul 12 siang waktunya jam makan siang
"iya Lisa ada apa ?" tanya Dian saat sekertarisnya menelponnya dengan telpon kantor
"ini bu Dian ada tamu yang ingin bertemu dengan ibu" ucap Lisa
"siapa Lis ? apa rekan bisnis aku ?" tanya Dian lagi
"bukan bu, bukan rekan bisnis, ia bilang teman ibu, namanya pak Dewa" jawab Lisa
"kalo begitu, langsung kamu suruh masuk aja keruangan aku !" perintah Dian saat mendengar nama Dewa disebut oleh Lisa
"hai....apa kabar ! apa aku mengganggu ?" tanya Dewa saat memasuki ruang kerja Dian
"eehhh....kak Dewa ! ayo duduk kak ! tumben kakak kesini, apa kakak mencari Dewi ?" ucap Dian sambil melangkah menuju sofa yang ada disudut ruangannya dan disusul oleh Dewa
"aku kesini ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap Dewa
"ada masalah apa kak ? apa masalah itu serius ? sampai kak Dewa harus kesini" tanya Dian penasaran
__ADS_1
"aku cuma mau tanya, gadis yang ada di rumah kamu waktu acara aqiqoh kemaren itu apa benar adiknya Yusuf ?" tanya Dewa
"yang duduk disebelah mertua aku itu ?"
"iya...."
"iya itu adiknya mas Yusuf kak, namanya Arin" jelas Dian
"emangnya kenapa kak ?" tanya Dian
"ahhh gak apa apa., cuma nanya aja" jawab Dewa
"iiihhhh....kak Dewa suka ya sama Arin ?" tanya Dian menggoda Dewa
"iisshhh apaan sih....orang cuma nanya kok !" jawab Dewa malu malu
"kalo kak Dewa suka juga gak apa apa kok, gak ada yang ngelarang, setau aku sih Arin tuh gak punya pacar, jadi pas kan sama sama jomblonya" ucap Dian sambil memainkan kedua alisnya
"emangnya kenapa kak kalo Dewi tau kakak kesini ?" tanya Dewi penasaran
belum juga Dewa menjawab pertanyaan Dian, tiba tiba ada ketukan pintu dari luar dan beberapa saat kemudian "lho....kak Dewa tumben ada disini ? emangnya sekarang kak Dewa jadi rekan kerjanya Dian ?" pertanyaan Dewi saat dirinya masuk keruang kerja Dian, ia merasa heran melihat kakaknya ada disitu, dan ia pun langsung duduk disebelah kakaknya
"emangnya aku gak boleh kesini ? apa harus rekan kerjanya Dian aja yang boleh kesini ?" tanya Dewa dengan ekspresi cueknya sambil menyandarkan dirinya disofa
"emangnya ada apa sih say ? sampai orang rese' satu ini kemari ?" tanya Dewi
"tanya aja sendiri tuh, sama orangnya" jawab Dian sambil memajukan mukanya kearah Dewa, sedangkan Dewa nya sendiri tak menanggapi pertanyaan adiknya, pandangannya malah tertuju pada ponsel yang ada digenggamannya
__ADS_1
"kenapa sih kalian ini, pakai main rahasia rahasiaan segala sama aku" ucap Dewi dengan muka cemberutnya karna kesal
"gak ada apa apa Wi.....cuma kayaknya ada yang bakalan jadi adik ipar aku tuh !" ucap Dian sambil tertawa kecil
"emangnya siapa yang bakalan jadi adik ipar kamu ?" tanya Dewi makin penasaran, sampai sampai ia harus memajukan badannya ke arah kakaknya
"yaaa.....belum pasti sih, cuma kayaknya ada yang bakalan jatuh cinta pada pandangan pertama, iya gak kak !" ucap Dian sambil tersenyum dan lengannya menyenggol lengan Dewa
"apaan sih kamu, orang belum tentu juga dianya mau" jawab Dewa dengan matanya yang masih tak mau berpindah dari ponselnya
"kalian ini....sebenarnya ada apaan sih ? bikin orang penasaran aja" ucap Dewi yang makin kesal
"aku kasih tau ya Wi....kak Dewa itu kayaknya mulai suka deh sama Arin, dari pandangan pertama waktu acara aqiqoh kemaren dirumah aku" jelas Dian
"ahhh....yang bener kamu ?" spontan Dewi melotot karna ia merasa gak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Dian
"emang bener ya kak, kakak suka sama Arin adiknya mas Yusuf ?" ucap Dewi sambil mengguncang lengan kakaknya yang ada disampingnya
"apaan sih kalian berdua ini.....orang kenal juga belum, masa sudah dibilang suka" jawab Dewa
"ya.....kenalan dulu aja kak ! terus pedekate dulu, gak ada salahnya kan ? siapa tau cocok" ucap Dewi mendukung kakaknya untuk.dekat dengan Arin
"kalo masalah itu sih gampang, nanti aku akan ngomong sama mas Yusuf, biar kak Dewa bisa berkenalan sama Arin, dan pasti Arin bakalan dengerin ucapan kakanya, karna ia begitu nurut sama mas Yusuf" ucap Dian
"bener say....aku setuju itu" ucap Dewi dengan semangatnya
"udah deh kak ! gak usah pakai acara mikir lama lama, ntar keburu diambil orang baru tau rasa" ucap Dewi sambil menyenggol lengan kakaknya
__ADS_1
"iya...iya....aku nurut aja deh ama kalian berdua" ucap Dewa seakan pasrah dengan rencana Dian dan adiknya
setelah mereka bertiga ngobrol ngalor ngidul sampai puas, akhirnya Dewa pun berpamitan dengan Dian dan Dewi pun juga kembali keruangan kerjanya