Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Gak ada masalah


__ADS_3

"sayang !!, kamu gak ke kantor ?" tanya Yusuf saat pagi itu melihat istrinya yang masih belum rapi saat menemaninya sarapan di meja makan


"kayaknya aku hari ini malas ke kantor deh mas, aku mau istirahat di rumah aja seharian ini" jawab Dian sambil mengambilkan beberapa makanan dan meletakkannya diatas piring makan suaminya


"apa perlu aku temani kamu seharian dirumah ?" tanya Yusuf lagi sambil menyendokkan makanan ke mulutnya


"gak usah lah mas !, kamu kan harus kerja, aku gak apa apa kok sendiri dirumah, lagian kan ada bi Siti" jawab Dian


"ya udah aku berangkat dulu dan kamu hati hati dirumah !!, kalo ada apa apa segera hubungi aku" ucap Yusuf sambil mencium kening istrinya dan dibalas senyuman oleh Dian


"bi.....ada yang bisa aku bantu ?" tanya Dian saat ia ke dapur setelah mengantar suaminya kehalaman rumah


"eehh non Dian, bikin kaget bibi aja !, emangnya non Dian gak ngantor ?" tanya bi Siti balik


"gak bi !, aku lagi males ke kantor, aku seharian ini pengen dirumah aja" jawab Dian


"kalo gitu non Dian istirahat aja dikamar, biar bibi sendiri aja yang mengerjakan semuanya, ini sudah jadi pekerjaan saya sehari hari" ucap bi Siti


"baiklah bi !!, saya kekamar dulu" ucap Dian lalu melangkah meninggalkan dapur menuju ke kamarnya


dan seharian itu Dian benar benar menikmati kesehariannya di dalam kamar dan ia pun benar benar membebaskan pikirannya dari pekerjaan kantor yang ia rasa beberapa hari ini begitu menguras pikirannya


"sore sayang !!" sapa Yusuf sambil mencium pucuk rambut Dian, saat ia pulang kantor dan menemui istrinya sedang duduk duduk di ruang tengah sambil nonton acara televisi


"kamu sudah pulang mas ?, capek ya ?" tanya Dian sambil memeluk manja lengan suaminya yang duduk disampingnya, yang hanya dibalas senyuman oleh Yusuf dan tanpa basa basi Yusuf lalu mencium bibir mungil istrinya


"oh ya sayang, bukannya hari ini jadwal kamu periksa ke dokter kandungan ?" tanya Yusuf


"oh iya, ya....aku hampir lupa !!!" jawab Dian


"kamu kebiasaan deh, kalo gitu aku mandi dulu habis itu langsung berangkat !" ucap Yusuf sambil berdiri dari duduknya


"kamu mau kemana ?" tanya Dian sambil memegang lengan suaminya


"kan aku dah bilang, aku mau mandi dulu, kenapa mau ikut mandi juga ?" jawab Yusuf dan dibalas pertanyaan juga


"ngareeppp !!!" jawab Dian, dan dibalas senyuman oleh Yusuf, dan Dian pun menggandeng lengan suaminya berjalan menuju kamar mereka

__ADS_1


"bi, kami berangkat ke dokter kandungan dulu ya !" pamit Dian kepada bi Siti saat mereka sudah siap berangkat


"iya non, hati hati dijalan !!" sahut bi Siti dan dibalas anggukan oleh Dian, kemudian iapun berjalan kehalaman rumah menghampiri Yusuf yang sudah siap menunggu didalam mobil


"apa dokternya sudah datang sus ?", tanya Dian saat ia sampai didepan meja perawat


"belum bu, ibu isi dulu daftar hadir pasien, kemungkinan sebentar lagi dokternya datang" jawab salah satu perawat tersebut dengan ramah, setelah Dian mengikuti semua perintah perawat tersebut lalu Dian duduk kembali memghampiri suaminya menunggu dokter di ruang tunggu


"kamu tunggu disini dulu ya, aku belikan kamu minuman dulu" ucap Yusuf saat Dian merasa haus selama menunggu kedatangan dokternya


"iya, tapi jangan lama lama" jawab Dian, dan Yusuf pun segera melangkah menuju sebuah kantin didepan klinik tersebut


saat Yusuf kembali, Dian melihat suaminya berjalan bersama dua orang, lelaki dan perempuan, Dian sempat bertanya dalam hati, kira kira siapa mereka ?, kelihatannya Yusuf begitu akrab dengan yang lelakinya


"sayang kenalin ini teman aku, namanya Dika !" Yusuf memperkenalkan teman lelakinya ke pada istrinya saat ia sudah berada di depan Dian, dan Dian pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Dika dan perempuan yang disampingnya yang ternyata itu adalah istri Dika


"ohh jadi ini istri kamu, yang sempat ramai jadi pembicaraan digrup SMA kita, yang katanya seorang CEO itu ?, hebat kamu ya !" ucap Dika sambil menepuk bahu Yusuf


"apaan sih, bisa aja kamu" jawab Yusuf sambil tersenyum kepada Dian


"gak apa apa, yang penting doanya aja" jawab Yusuf


"oh ya ngomong ngomong kamu kesini mau periksa ke dokter kandungan juga ?" tanya Yusuf


"iya, tapi lebih tepatnya kami berdua ingin konsultasi ke dokter kandungan, karna sudah lima tahun pernikahan kami, istri aku masih belum juga ada tanda tanda hamil, dan kami dapat rekomendasi dari teman istri aku katanya dokternya disini bagus" jawab Dika sambil menggenggam tangan istrinya


"kamu yang sabar aja !, yang penting kamu tetap berdoa dan berusaha" ucap Yusuf memberi dukungan pada Dika


"iya mas, memang benar dokter Teddy ini dokter kandungan yang recomended banget, jadi gak salah kalo memilih konsultasi dengan beliau, nanti aku akan mintakan pelayanan yang terbaik buat istrinya mas, beliau orangnya sangat familiar banget" ucap Dian


"makasih ya sebelumnya, tapi apa aku bisa mendapatkan perlakuan seperti itu ?, kan sama aja seperti pasien pasien yang lain" tanya Dika yang sempat bingung dengan pernyataan Dian


"bisa aja mas, nanti aku akan bilang ke dokter Teddy kalau kalian berdua adalah teman aku, pasti beliau mau" jawab Dian


tak lama kemudian nampak dokter Teddy berjalan dari pintu memasuki klinik tempat ia praktek, dengan memakai jas putih kebesarannya


"malam Dian !, sudah lama kamu nunggunya ?", sapa dokter Teddy sambil menyalami Dian, saat ia lewat di depan Dian

__ADS_1


"lumayan dok !" jawab Dian singkat sambil menyambut uluran tangan dokter Teddy


"kenapa kamu gak telpon dulu ?, kan bisa dapat no antrian pertama ?" tanya dokter Teddy lagi


"iya sih, tapi aku tadi lupa dok kalo hari ini jadwal aku periksa kandungan, untung aja tadi suami aku yang ingetin" jawab Dian sambil menggaruk garuk rambutnya


"kamu itu ya kebiasaan, sama seperti papa kamu, kalo sudah sibuk sama kerjaan pasti deh lupa segalanya !, ya sudah aku masuk dulu ya !, kasihan yang sudah pada ngantri" ucap dokter Teddy berpamitan sambil memegang pundak Dian, lalu beliau berjalan menuju ruang prakteknya dan diikuti oleh seorang perawat dibelakangnya


"kelihatannya kamu begitu akrab dengan dokter tersebut" ucap Dika yang penasaran


"iya mas, beliau itu adalah salah satu dokter yang juga praktek dirumah sakit milik AH corporation, jadi keluarga aku semua begitu akrab dengan semua dokter yang praktek dirumah sakit tersebut" jawab Dian menjelaskan rasa penasarannya Dika


"iya Dik !, AH corporation itu adalah perusahaan milik mertua aku, tempat istri aku bekerja


"oohh pantes kalo gitu" ucap Dika sambil mengangguk anggukkan kepalanya


"bu Dian, silahkan giliran anda sekarang !" panggil salah satu perawat saat giliran Dian untuk periksa


"aku masuk dulu ya Dik !" pamit Yusuf


"silahkan !" jawab Dika singkat


"gimana dok, dengan kandungan aku ?" tanya Dian saat doktet Teddy selesai memeriksa


"gak ada masalah, semuanya baik baik saja, tapi jangan sampai lupa diminum terus vitamin nya !" jawab dokter Teddy sambil menuliskan selembar resep vitamin untuk Dian


"oh ya suster, bisa minta tolong dipanggilkan pasien istri dari pak Dika.?" perintah Dian pada salah satu perawat diruangan praktek dokter Teddy, dan dibalas anggukan oleh perawat tersebut, sesaat kemudian masuklah Dika dan istrinya dan mengambil posisi duduk disebelah Dian dan Yusuf


"dokter !!, ini teman aku, mereka kesini mau konsultasi dengan dokter Teddy, karna mereka berdua sudah menikah selama lima tahun tapi istrinya belum juga ada tanda tanda kehamilan, jadi aku mohon sama dokter untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat mereka" ucap Dian


"beres kamu tenang aja !!, aku pasti akan memberikan yang terbaik buat teman kamu ini, dan inshaalloh dengan beberapa kali terapi aku jamin teman kamu ini pasti akan mendapatkan apa yang mereka harapkan" jawab Dokter Teddy dengan penuh percaya diri


"makasih ya dok !!, aku tunggu kabar baiknya, kalo begitu aku pamit dulu dan aku serahkan teman aku ini sepenuhnya sama dokter, jangan sampai mengecewakan aku" ucap Dian sambil bersalaman dengan dokter Teddy dan juga Dika dan istrinya


"makasih ya, aku pasti akan balas kebaikan kalian ini" ucap Dika sambil memeluk Yusuf


"sudahlah mas, gak perlu sungkan yang namanya teman kan harus saling membantu" ucap Dian kemudian ia berlalu meninggalkan ruangan dokter Teddy

__ADS_1


__ADS_2