
Beberapa hari kemudian Luna merasa telah siap melaksanakanan rencana liciknya bersama Hendra, ia pun menghubungi Hendra yang saat itu sedang berada di kantornya di luar kota
"Hendra....gimana dengan rencana kita, aku sudah siap melakukannya", ucap Luna dari ponselnya
"oky....aku akan segera meluncur ke sana, saat ini aku masih ada meeting penting dengan klien aku, dan kalo aku sudah sampai di situ aku segera hubungi kamu lagi", jawab Hendra dari seberang telpon dan segera mengakhiri pembicaraannya dengan Luna
keesokan harinya saat Luna masih berada di tempat kerjanya, tiba - tiba ponselnya berbunyi, dan ternyata ada pesan singkat dari Hendra, kalo dirinya sudah ada di sebuah hotel
Luna pun langsung membalasnya dengan emoticon jempol dan membuat janji untuk bertemu dengan Hendra sepulang jam kantor, setelah jam pulang kantor tiba mereka berdua pun akhirnya bertemu disebuah kafe yang sudah ditentukan
"bener kamu sudah siap melakukannya ?", tanya Hendra meminta kepastian pada Luna
"kalo aku belum siap, mana mungkin aku menghubungimu dan memintamu untuk menemuiku", jawab Luna penuh kepastian
"oky...besok kamu mulai beraksi, kamu hubungi mantan kamu itu, tapi kamu jangan pakai no hp kamu ini, kamu pakai no lain dan seolah - olah itu no hp istrinya, kamu minta ia menemuimu di sebuah kafe, lalu kamu masukkan obat ini, setelah dia sedikit nge fly kamu bawa dia ke sebuah kamar hotel", jelas Hendra sambil menyodorkan bungkusan kecil berisi obat perangsang
"beres.....aku atur semuanya dengan rapi, kamu tinggal lihat hasilnya", ucap Luna dengan penuh percaya dirinya
"oky.....besok aku akan pantau kamu dari jarak jauh
keesokan harinya, sesuai dengan rencana, Luna menghubungi Yusuf dengan no lain, ia meminta menemuinya dengan alasan kalo yang menghubungi Yusuf adalah Dian
"Lu kenapa bro, kayak orang bingung gitu ?", tanya Beni yang melihat sahabatnya seperti sedang kebingungan dengan memainkan ponsel yang ada di tangannya
"gue bingung ben, kenapa istri gue nyuruh gue menemuinya di kafe, tapi pakai no lain, padahal setau gue tadi ia gak bilang kalo no hp nya ganti", jawab Yusuf
"lu sudah coba hubungi no hp nya yang lama belum ?", tanya Beni lagi
"sudah, tapi no nya gak aktif, maka dari itu gue bingung, kayaknya ada yang aneh deh", jawab Yusuf yang masih dengan kebingungannya
"apa gak sebaiknya lu temui istri lu aja, lu cari kepastiannya, kalo emang benar dia meminta lu menemuinya pastinya dia gak ada dikantornya, dan sekertarisnya pasti tau dia pergi kemana", saran Beni pada Yusuf
"bener juga ide lu bro, kalo gitu sekarang gue pergi kekantornya kebetulan bentar lagi jam istirahat tiba, jadi sekalian gue ijin keluar makan siang", ucap Yusuf mengiyakan ide sahabatnya itu dan langsung meninggalkan meja kerjanya dengan Beni yang masih berdiri di situ
Beni hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu
sesampainya di kantor Dian, ia langsung menuju meja receptionis, dan meminta ijin menemui istrinya, tapi receptionis tersebut tidak mengijinkannya karna Dian masih ada meeting dengan klien dari perusahaan lain
Yusuf pun beberapa kali mencoba menghubungi Dian tapi tetap saja no hp Dian tidak aktif, akhirnya Yusuf memutuskan untuk menunggunya di lobby
__ADS_1
"mas Yusuf...!!!, tumben jam segini mas kesini, mau ajak Dian makan diluar ya ?", sapa Dewi saat ia lewat dan melihat Yusuf duduk di sofa
"eh Dewi.....enggak kok, aku cuma mau ketemu Dian, ada hal penting yang mau aku sampaikan ke Dian", jawab Yusuf
"ohh....kalo gitu ayok aku antar keruangan Dian aja, kamu bisa menunggunya disana", ajak Dewi, yang langsung disambut anggukan Yusuf dan segera mengikuti langkah Dewi
sesampainya di ruangan kerja Dian, Dewi langsung menyuruh Yusuf untuk menunggu Dian didalam
tak berapa lama kemudian Dian keluar dari ruang meeting dan langsung masuk ke ruang kerjanya, dan ia sempat kaget yang tiba - tiba melihat Yusuf sudah ada di ruangan kerjanya
"lho....tumben mas kamu kesini, kan ini belum waktunya jam pulang kantor ?", tanya Dian sambil duduk disebelah suaminya
"begini sayang, aku cuma mau mastiin aja , apa no hp kamu ganti, soalnya aku tadi dapat pesan singkat dari no hp lain, dan itu atas nama kamu yang meminta aku menemuimu di sebuah kafe, terus aku juga coba hubungi no kamu tapi gak aktif", jawab Yusuf sambil menyodorkan ponselnya dan memberitahu Dian isi pesan tersebut
"gak kok mas !!, no aku gak ganti, kalo hp aku tadi memang aku off kan karna aku sedang ada meeting, jadi aku gak mau di ganggu", jelas Dian lagi
"eeehhmmm..... gimana kalo sekarang kita turutin aja apa maunya orang ini, kita pergi ke kafe yang dimaksud, tapi nanti kamu sendiri yang menemui orang itu, aku lihat dari kejauhan aja, jadi kita bisa tau apa maksud dari semua ini", usul Dian pada suaminya
Luna juga memberitahu Hendra kalo dirinya ada di meja no 6, di meja paling sudut
Hendra pun segera membalas pesan singkat Luna, dan segera meluncur ke tempat yang dimaksud
selama Luna menunggu, ia merasakan mau buang air kecil dan ia pun segera menuju ke toilet, tapi sebelumnya ia meminta segelas minuman kepada seorang pelayan dan segera pelayan tersebut menyodorkan segelas jus jeruk pada Luna dan ia pun langsung memasukkan serbuk yang ada ditangannya tanpa sepengetahuan pelayan itu
"oh ya mbak !!, tolong ya nanti mbak berikan minuman ini pada seorang lelaki yang datang ke meja no 6"
__ADS_1
pelayan tersebut mengangguk mengerti apa yang dimaksud oleh Luna
tak lama kemudian saat Luna masih berada didalam toilet, muncullah Hendra dan langsung berjalan ke meja no 6, meja dimana Luna menunggu sasarannya, kemudian seorang pelayan datang dan langsung menyodorkan minuman ke arah Hendra
"apa ini mbak ?, saya kan belum pesan minuman ?", tanya Hendra heran dengan pelayan tersebut
"iya pak....tapi tadi teman bapak meminta untuk membuatkan minum dan memberikan pada bapak bila bapak sudah datang", jawab pelayan tersebut dan langsung meninggalkan Hendra
tanpa menaruh curiga sedikitpun, Hendra langsung meneguk minuman tersebut hingga hampir habis
"tau aja Luna, kalo gue lagi haus, ucap Hendra dalam hatinya
saat itulah, Luna datang dari toilet dan langsung menghampiri Hendra yang duduk dan memainkan ponselnya
"dari mana aja kamu ?, makasih ya minumannya, tau aja kalo orang lagi haus", ucap Hendra dengan senyum datarnya
Luna tak memberikan jawaban apapun, ia hanya membelalakkan matanya, kaget apa yang sudah Hendra lakukan dengan minumam tersebut
tak lama kemudian ada yang aneh dengan kepala Hendra, ia merasakan kepalanya berat sekali pandangannya mulai kabur dan berkunang \- kunang, ia meminta Luna untuk mengantarkannya ke hotel dimana ia menginap
__ADS_1
tanpa menunggu lama Luna pun langsung memesan taxi online dan membawa Hendra ke sebuah hotel yang dimaksud