
sesampainya dirumah, Dian langsung menuju kamar dan diikuti oleh Yusuf suaminya
tanpa ada sepatah katapun Dian langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri
sementara Yusuf hanya berdiri dibalkon kamar nya dan memikirkan kira - kira apa yang harus ia jelaskan pada istrinya tentang peristiwa siang tadi
tak lama kemudian, Dian keluar dari kamar mandi dan duduk didepan meja riasnya, ia hanya menoleh kearah balkon dimana nampak suaminya sedang berdiri melamun, memandang jauh kedepan
kemudian iapun berdiri dan berjalan menuju kearah suaminya "mas....kamu gak mandi ?", pertanyaan Dian sempat membuat Yusuf tersadar dari lamunannya
Yusuf pun menoleh kearah istrinya, dan melihat istrinya berdiri didekat pintu, dengan senyuman manisnya
"sayang.....aku mau ngomong sesuatu tentang apa yang kamu lihat tadi siang", ucap Yusuf sambil melangkah menghampiri istrinya
"sudah, sana kamu mandi dulu....nanti kita bicarakan semuanya setelah pikiran kita benar - benar dingin", ucap Dian sambil menyodorkan handuk ke suaminya
Yusuf pun mengikuti perintah istrinya, dan ia pun berjalan menuju kamar mandi, untuk segera membersihkan diri, tak lama kemudian ia pun selesai dan keluar dari kamar mandi, tapi ia tidak melihat istrinya di dalam kamar, lalu ia segera keluar dari kamar dan mendapati istrinya sudah duduk didepan meja makan
Yusuf segera mengambil posisi duduk tepat disebelah istrinya
lalu Dian mengambilkan beberapa makanan dan meletakkan diatas piring suaminya, Yusuf hanya memandangi istrinya yang begitu tenangnya melayani dirinya dimeja makan
"sayang.....maafkan aku ya !!!", ucap Yusuf sambil memegang tangan kanan istrinya
"sudahlah mas.....!!!, makan dulu, ntar keburu dingin makanannya", jawab Dian sambil menyuapkan beberapa makanan ke mulutnya
"kamu ke kamar aja duluan mas....aku mau beresin meja makan dulu, bantu bibi kasihan dia", ucap Dian sambil membereskan bekas mereka makan
tak berapa lama Dian pun menyusul suaminya kekamar dan membawakan secangkir teh untuk suaminya, lalu ia meletakkan teh tersebut diatas meja didepan sofa dipojok kamarnya, nampak Yusuf sedang duduk diatas ranjang dan membaca sebuah majalah
lalu ia pun berjalan kearah suaminya, dan mulai duduk diatas ranjang bersebelahan dengan suaminya sambil membuka tab yang ada ditangannya
"sayang....aku mau ngomongin sesuatu", ucap Yusuf sambil menutup majalah yang ada ditangannya dan meletakkannnya disebelah ranjangnya
"ngomongin apa sih mas...???", tanya Dian sambil terus menatap tab yang ada di depannya
"aku....aku...mau ngomong kalo sebenarnya wanita yang kamu temui tadi siang itu, mantan pacar aku", jelas Yusuf sambil menatap istrinya yang masih serius dengan tabnya
"aku sudah tau mas...!!!
"kamu sudah tau ??, dari mana kamu tau ??", tanya Yusuf
__ADS_1
"aku bukan anak kecil mas !!, ya jelas aku tau....mana ada kalo cuma teman biasa pakai berpegangan tangan segala, lagian aku juga sudah dengar semua pembicaraan kamu dan mantan kamu itu", jawab Dian sambil menutup tabnya dan meletakkannya disamping ranjangnya
"jadi kamu sudah tau semuanya ??, tapi kamu gak marah kan sayang ??", tanya Yusuf lagi dengan penuh kekhawatiran
"untuk apa aku marah, semua orang pasti punya masa lalu dan semua orang juga pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, tapi tidak semua orang mempunyai kisah cinta yang berjalan semanis impiannya, termasuk aku.....aku juga punya masa lalu dan kamu sudah tau semua masa lalu aku",
"saat ini kamu adalah masa depan aku dan aku harus bisa mempertahannkan itu semua, dan aku harap kamu pun demikian kepadaku", jelas Dian pada suaminya sambil mengelus pipi suaminya
"makasih ya sayang.....kamu benar - benar istri aku yang sangat baik dan bijaksana, dan aku makin menyayangimu", ucap Yusuf sambil mengecup lembut tangan istrinya
"tapi satu hal yang perlu kamu ingat mas...!!!, aku gak mau kalo kamu sampai menyalahgunakan semua kepercayaanku, kalo sampai semua itu terjadi, aku gak akan pernah memaafkanmu", ancam Dian sambil mencubit lembut hidung suaminya
"iya.....aku janji !!!, sayang, aku akan selalu menjaga kepercayaan kamu dan aku akan selalu menjaga kesucian cinta kita, aku gak akan pernah
menyakiti ataupun mengecewakanmu....aku janji !!!", ucap Yusuf sambil mengecup kening istrinya
"makasih ya sayang..!!", ucap Dian sambil merebahkan kepalanya didada suaminya
Yusuf pun membalas pelukan istrinya dengan mengelus rambutnya dan sesekali menciuminya
/// dddrrrrtttt ///
/// dddrrrttttt ///
tiba - tiba ponsel Dian berbunyi dan dilayar nampak muncul nama Hendra, tapi Dian hanya sekilas memandanginya tak menghiraukannya
"kenapa gak kamu angkat sayang ??, siapa tau itu klien bisnis kamu", tanya Yusuf
"males....itu Hendra, mantan pacar aku dan memang ia sekarang jadi rekan bisnis aku", jelas Dian sambil mematikan ponsel dan meletakkannya di samping ranjangnya
"oohhh.....mantan kamu namanya Hendra, tapi..!!! siapa tau ia menelponmu karna memang ada hal penting masalah pekerjaan"
"gak mungkin, karna aku sudah melimpahkan semua masalah proyek kerjasama dengan Hendra sama pak Iwan, kepala cabang yang ada di sana, jadi aku yakin kalo ada masalah penting pasti pak Iwan akan menghubungiku, bukannya Hendra"
" perasaanku mengatakan Hendra menelponku karena ada maksud lain, soalnya ia masih terus menerus ngejar - ngejar aku, jadi aku males menanggapinya", jelas Dian
"baiklah !!!, kalo gitu sekarang kamu pejamkan mata, aku punya kejutan untukmu", ucap Hendra sambil memegang kedua bahu istrinya
"emang kejutan apa sih mas ?"
"udah....pejamkan aja, ntar bakalan tau sendiri"
__ADS_1
Dian pun menuruti perintah suaminya untuk memejamkan kedua matanya
lalu dengan cepat Yusuf mendaratkan ciumannya dibibir istrinya, sontak membuat Dian kaget dan seketika itu juga ia membuka matanya
"iiihhhh....!!!, apaan sih....."
"kenapa ???, emang gak boleh aku cium istriku sendiri ?", tanya Yusuf sambil tersenyum genit
"awas kamu ya...!!!", ucap Dian sambil berniat beranjak dari tempat tidurnya
tapi belum sempat ia melangkahkan kakinya, buru - buru tangannya ditarik oleh Yusuf, dan akhirnya Dian pun jatuh diatas tubuh suaminya
"kamu mau kemana ?, kamu gak suka ya aku cium ?", tanya Yusuf sambil melingkarkan tangannya ke leher istrinya
"siapa juga yang gak suka.....aku itu cuma mau minum, haus tau !!!", jawab Dian yg agak sedikit kesal dengan ulah suaminya
Yusuf pun segera melepaskan pelukannya, dan membiarkan istrinya keluar kamar untuk mengambil air minum
setelah selesai, Dian pun kembali kekamar dan ia tidak melihat suaminya diatas ranjang, ternyata Yusuf sedang dikamar mandi, Dian pun langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menutupinya dengan selimut
saat Yusuf keluar dari kamar mandi, ia melihat istrinya sudah ada di atas ranjang, lalu ia pun menyusul istrinya dan merebahkan tubuhnya disamping Dian
"kamu sudah tidur sayang ???", tanya Yusuf sambil memeluk istrinya dari belakang, karena Dian yang membelakanginya
"belum !!!', jawab Dian sambil mengubah posisi tubuhnya menghadap suaminya
lalu Dian dengan lembut mengusap pipi Yusuf sambil mengatakan kalo ia sangat mencintai suaminya itu
"aku juga sangat mencintai dan menyayangimu sayang...!!!", ucap Yusuf sambil mencium lembut bibir istrinya
akhirnya mereka berdua pun larut dalam permainan cinta mereka
sementara ditempat lain Hendra yang nampak kesal karena panggilan telponnya diabaikan oleh Dian, sempat membanting ponselnya diatas ranjang
"awas kamu Dian, tunggu saatnya tiba, kamu akan jadi milikku kembali", gerutu Hendra dalam hatinya
lama Hendra melamun memikirkan cara untuk mendapatkan kembali hati pujaannya itu
kemudiaan nampak Hendra tersenyum \- senyum, sepertinya ia sudah menemukan cara untuk melancarkan aksinya tersebut
__ADS_1