
Seperti biasa sebelum Dian dan suaminya berangkat ke kantor mereka berdua menyempatkan sarapan bersama.
"mas.....aku besok ada proyek diluar kota, kemungkinan aku disana selama seminggu", ucap Dian mengawali pembicaraan dimeja makan.
"kapan kamu berangkat dan sama siapa aja ?", tanya suaminya.
"mungkin nanti siang, setelah Lisa menyiapkan semuanya, jadi aku hari ini gak usah diantar, aku bawa mobil sendiri aja, soalnya aku langsung berangkat dari kantor, aku perginya berdua sama Lisa", jawab Dian.
"kamu hati - hati disana, jangan lupa istirahat dan langsung kabari aku setelah sampai disana", kata suaminya.
"heemmm......, aku berangkat dulu", ucap Dian sambil berjalan dengan menyeret tas pakaian, menuju ke mobilnya.
Yusuf pun mengantar istrinya sampai dihalaman rumah, dan ia pun melambaikan tangannya saat mobil Dian melaju menuju pintu gerbang rumahnya.
sesampainya dikantor, Dian langsung memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus untuk dirinya.
"pagi bu......", sapa Lisa saat Dian melewati depan meja kerjanya, rupanya Lisa sudah datang duluan dikantor.
"pagi Lisa, oh yaa.....sudah kamu pesankan tiket pesawat hari ini untuk tujuan kota C ?", tanya Dian.
"sudah bu......hanya dua orang saja kan ?", jawab Lisa.
"iya......cukup aku sama kamu aja yang pergi, sekalian jangan lupa kamu siapkan berkas & file - file hasil meeting dengan pt. angkasa jaya dua hari yang lalu", ucap Dian.
__ADS_1
"sekalian kamu reservasi hotel Santika buat tempat kita menginap, dan kamu pastikan cabang kita yang disana mengetahui kedatangan kita", ucap Dian lagi.
"baik bu", jawab Lisa sambil menganggukkan kepalanya.
"oh ya....satu lagi, sekalian kamu suruh Dewi dan Andika ke ruangan saya segera....!!!!", perintah Dian lagi.
"iya bu......", jawab Lisa.
saat Dian sudah berada di ruang kerjanya dan duduk di depan meja kerja menghadap laptopnya, Dewi dan Andika datang menemui dirinya.
Andika adalah wakil direktur diperusahaan Dian, ia adalah orang kepercayaan AH Corporation.
"pagi bu Dian, ada apa anda meminta kami menghadap ?", sapa Andika saat berada di ruangan Dian.
"iya baik bu......saya akan laksanakan sesuai perintah ibu", jawab andika.
"terima kasih pak Andika, bapak boleh kembali ke ruangan bapak", ucap Dian, dan disambut anggukan Andikan seraya melangkahkan kaki meninggalkan ruangan Dian.
"kamu yakin mau menyelesaikan proyek ini sendiri ?, apa gak sebaiknya kamu serahkan pada cabang yang ada disana ?, apa kamu juga yakin mau berhadapan dengan orang itu lagi ?", tanya Dewi penuh kekhawatiran.
"iya aku yakin, aku gak ada pilihan lagi, aku harus menyelesaikannya sendiri, aku harus bersikap profesional", jawab Dian.
"baiklah.....aku percaya, pasti kamu bisa", ucap Dewi memberi semangat pada sahabatnya itu.
__ADS_1
akhirnya tiba waktunya Dian dan Lisa berangkat ke kota C, mereka menuju bandara diantar oleh sopir perusahaan, perjalanan udara mereka memakan waktu kurang lebih satu jam, untuk sampai dikota tersebut
sesampainya ia di bandara kota C, Dian dan Lisa langsung dijemput oleh sopir perusahaan cabang yang ada disana, mereka berdua langsung menuju sebuah hotel bintang lima di kota tersebut.
sesampainya dihotel tersebut, mereka berdua menuju ke kamar masing - masing yang sudah di reserved oleh Lisa.
saat Dian membuka ponselnya yang dari tadi ia off kan, ternyata beberapa kali ada panggilan masuk dan pesan singkat dari suaminya, ia segera membaca dan membalas chat dari suaminya tersebut.
ada perasaan gembira terpancar dari wajah Dian, ia senyum - senyum sendiri saat membalas beberapa chat dari suaminya, sampai akhirnya ia terlelap dengan wajah penuh kegembiraan.
keesokan harinya, tiba saatnya Dian dan Lisa mengunjungi lokasi tempat dimana akan dibangun dan didirikannya sebuah apatemen mewah, kerjasama dengan pt. angkasa jaya.
sesampainya ia disana, ia melihat sosok lelaki tersebut sudah berdiri dengan beberapa karyawannya dan juga beberapa karyawan dari perusahaan cabang AH corporation yang ada disana.
"pagi bu Dian......", sapa salah satu karyawannya saat melihat Dian berjalan menuju ke arah mereka.
"pagi juga !!!!", jawab Dian sambil melangkahkan kakinya menuju seseorang yang tak lain adalah direktur cabang AH corporation.
"apa kabar Dian. !!!!", ucap seseorang yg tiba - tiba mengulurkan tangannya pada Dian, saat Dian tengah berbincang - bincang dengan direktur cabang perusahaannya.
"baik !!!", jawab Dian singkat, tanpa membalas uluran tangan lelaki tersebut.
Dian tetap melanjutkan pembicaraannya dengan beberapa karyawan pt. angkasa jaya dan beberapa karyawan cabang perusahaannya.
__ADS_1
mereka semua membahas rencana pembangunan apartemen tersebut.