
"kamu ntar jadi datang ke pesta pernikahannya si Hendra ?" tanya Dewi pada Dian saat mereka makan siang berdua di kantin kantor
"iya....mas Yusuf ngijinin dan ia pun janji akan ikut juga nemenin aku ke pernikahannya si Hendra" jawab Dian
"kalo kamu sendiri gimana ?, apa kamu mau ikut sekalian bareng aku ?" tanya Dian
"aku berangkat sendiri aja ntar Beni yang anterin aku kesana" jawab Dewi
"oke deh kalo gitu, ntar kita ketemuan dilokasi, aku habis ini ada ketemuan sama klien di luar dan aku gak akan balik ke kantor lagi, aku langsung pulang kerumah, kalo kamu ada berkas yang butuh tanda tangan aku langsung kamu taruh diatas meja aku aja, biar besok langsung aku tanda tangani" ucap Dian sekaligus pamit dan pergi meninggalkan Dewi yang hanya menganggukkan kepalanya dan masih melanjutkan makan siangnya yang belum selesai
"iya jadi sayang !, ntar habis maghrib kamu jemput aku dirumah" terdengar ucapan Dewi membalas Beni yang sedang menelponnya
"oke !, kalo gitu aku lanjutin kerja lagi ya, sampai ketemu nanti malam!!....daahhh ! muaacchh !!" ucapan Dewi yang terdengar begitu mesra terhadap Beni, dan Dewi segera menyelesaikan makan siangnya lalu kembali keruang kerjanya untuk memulai pekerjaannya lagi
- - - - - - -
"bu Dian kan tadi tidak bawa mobil sendiri, kalo tidak keberatan saya antar ke kantor bu Dian lagi, dari pada menunggu sopir kantor terlalu lama !" ucap salah satu klien Dian menawarkan bantuan saat keluar dari dalam lift menuju ke lobby kantor perusahaan tempat ia meeting dengan kliennya
"maaf pak !, terimakasih sebelumnya, tapi saya sudah ada yang jemput, ini orangnya,,,,ia suami saya" ucap Dian menolaknya dan menunjuk ke seseorang, saat ia sudah berada tepat didepan Yusuf yang menunggunya di lobby
"oh, kalo begitu baiklah bu Dian !, saya duluan" ucap klien tersebut sambil bersalaman dengan Dian dan melangkah pergi meninggalkan lobby tersebut
"kamu sudah lama nunggunya mas ?" tanya Dian sambil memasukkan ponselnya ke dalam tasnya
"lumayanlah, sekitar setengah jam yang lalu" jawab Yusuf
"maaf ya mas !, kalo gitu kita sekarang langsung pulang aja ya !" ucap Dian sambil merangkul lengan suaminya dan hanya dibalas senyuman oleh Yusuf, lalu mereka berdua pergi menuju ke mobil dan meninggalkan kantor tersebut
- - - - - - - - -
"bi !, nanti bi Siti gak usah menyiapkan kami makan malam, soalnya kami berdua habis maghrib akan pergi ke pesta pernikahan, kemungkinan kami berdua akan makan malam diluar" ucap Dian saat tiba dirumahnya dan langsung mencari bi Siti didapur
"baik non !" jawab bi Siti singkat, lalu Dian pun melangkah meninggalkan dapur dan menuju ke dalam kamarnya di lantai atas
__ADS_1
"sayang !, Dewi diundang juga ke pesta pernikahannya Hendra sama Luna ?" tanya Yusuf saat keluar dari kamar mandi
"iya mas, tapi nanti Dewi berangkatnya diantar sama Beni" jawab Dian sambil menyiapkan baju suaminya
"ternyata tuh anak sudah berani juga, terang terangan jalan berdua dimuka umum" ucap Yusuf
"udah biarin lha mas !, itu urusan mereka berdua !, kita gak perlu ikut campur" ucap Dian sambil melangkah ke kamar mandi
"mas !, aku cocok pakai baju yang mana ?" tanya Dian sambil menunjukkan dua gaun kepada Yusuf
"eehhmmm...yang warna merah itu aja sayang ! kamu lebih terlihat cantik dengan gaun warna itu" ucap Yusuf
"baiklah mas !" ucap Dian singkat, lalu iapun segera memakai gaun pilihan suaminya tersebut, dan Yusuf pun melihat pemandangan didepannya dengan sama sekali tidak berkedip
"kamu kenapa memandangiku seperti itu mas ?" tanya Dian sambil tangannya melambai didepan muka Yusuf
"kamu benar benar cantik sayang" ucap Yusuf
- - - - - - -
setelah tiba ditempat pesta, nampak beberapa tamu undangan sudah memenuhi ruangan dimana pesta tersebut berlangsung, nampak Hendra dan Luna berdiri di atas pelaminan dengan mengenakan sepasang gaun warna silver yang begitu serasi, lalu Dian dan Yusuf pun segera naik keatas pelaminan dan memberikan ucapan selamat
"selamat ya !, semoga kalian menjadi pasangan sampai maut memisahkan" ucap Dian dan Yusuf sambil menyalami kedua mempelai bergantian
"terima kasih atas kedantangan kalian !, dan silahkan menikmati acara pesta ini" ucap Hendra sambil menyalami Dian dan Yusuf begitu juga dengan Luna
saat turun dari pelaminan Hendra, Dian melihat Dewi masuk dengan menggandeng lengan Beni
"iiiihhh....mesranya !!" goda Dian saat tepat berada di Depan Dewi, lalu Dewi dengan sigap melepas lengan Beni dan wajahnya pun berubah menjadi merah
"udah kalian gak perlu malu, santai aja !!" ledek Yusuf, Dewi dan Beni pun hanya membalas senyuman dan mereka berdua segera menuju kepelaminan untuk memberikan ucapan selamat juga kepada Hendra dan Luna
Dian yang langsung menuju ke beberapa meja yang berisi beberapa makanan dan minuman sekilas ia pun melihat beberapa tamu undangan adalah orang orang penting yang pernah menjadi rekan bisnisnya maupun ayahnya
__ADS_1
"Dian !!" panggil seseorang dari belakangnya
"papa !, mama !" ucap Dian saat menoleh kearah suara tersebut, begitu juga dengan Yusuf
"kalian berdua diundang juga ?" tanya Dian yang langsung menghampiri kedua orang tuanya dan langsung memeluknya, sedangkan Yusuf hanya mencium tangan kedua mertuanya
"iya !!...papa kan juga pernah menjadi rekan bisnis papanya Hendra, Wijaya !"
"ngomong ngomong dari tadi aku gak melihat Wijaya !" ucap papanya Dian sambil matanya melihat kesekitar ruangan pesta
tak berapa lama terdengar seseorang memanggil "Aguuung !", dan ternyata itu panggilan dari papanya Hendra, pak Wijaya
"panjang umur !, baru saja diomongin, sudah main nongol aja" ucap pak Agung saat pak Wijaya menghampiri keluarga Dian dan menyalaminya satu persatu
"ini menantu kamu ?" tanya pak Wijaya saat dirinya sedang bersalaman dengan Yusuf
"iya, dia memantu aku"
"seharusnya kita yang jadi besanan, kalo tidak karna kesalahan Hendra" ucap pak Wijaya seperti menyesali sesuatu
"seharusnya kamu yang bersanding dengan Hendra dipelaminan dan menjadi menantu ku" ucap pak Wijaya lagi sambil tangannya memegang pundak Dian
"sudahlah !!, meskipun kita tidak jadi besanan tapi kita kan masih bisa tetap menjadi keluarga" ucap pak Agung sambil menepuk bahu pak Wijaya
"iya om !!, yang sudah berlalu biarlah berlalu, sekarang saatnya kita jalani yang sekarang dan yang akan datang, kita harus bisa berusaha berdamai dengan masa lalu, agar hati kita tidak selalu dirasuki perasaan menyesal" ucap Dian seolah menenangkan perasaan pak Wijaya sambil meletakkan minuman yang dipegangnya dimeja dekat ia berdiri
"anak kamu ini benar benar sangat bijaksana Agung ! pantas kalo ia menggantikan kamu sebagai pimpinan di perusahaan kamu" ucap pak Wijaya sambil tersenyum bangga didepan Dian dan papanya
"om Wijaya bisa aja ! saya masih harus banyak belajar dari papa, karna bagaimanapun papa adalah guru dan mentor saya dalam menjalankan bisnis ini" ucap Dian
"iya, iya...om tau !, udahlah kok malah ngomongin masalah bisnis disini, sekarang silahkan dilanjutkan menikmati hidangan yang ada, aku mau menemui para tamu undangan yang lain" ucap pak Wijaya dan sesaat kemudian meninggalkan keluarga Dian dan berjalan ke menyapa ke arah tamu tamu yang lain
"sayang !, papa dan mama juga mau menemui teman teman papa yang lain, kami tinggal dulu ya" pamit pak Agung dan dijawab anggukan oleh Dian dan Yusuf
__ADS_1