
Setelah beberapa menit perjalanan pulang, akhirnya sampai juga mobil dian didepan rumahnya. seorang penjaga langsung membuka pintu gerbang dan pak atmo langsung melajukan mobilnya masuk ke halaman rumah dian.
" tumben sudah pulang jam segini", sapa seseorang yang duduk diruang tengah, saat dian tiba di ruangan tersebut. ternyata seseorang yang menyapa tersebut tak lain adalah Dilla, adik kandung dian
Dian adalah dua bersaudara, ia anak sulung dan mempunyai seorang adik perempuan yang masih kuliah semester 5 jurusan administrasi.
"mau tau aja....", jawab dian sambil mencubit hidung dilla, dan terus berjalan menuju ke kamarnya di lantai atas.
beberapa jam kemudian tibalah saatnya makan malam. semua sudah berkumpul di meja makan untuk siap menyantap makan malam yang sudah disiapkan oleh pembantu rumah tangga dian.
" dian setelah selesai makan, papa mau bicara sama kamu" "iya pa.....", dian menjawab sambil terus melahap makanannya.
__ADS_1
"sini duduk disebelah papa nak....", pinta papanya kepada dian, sambil menepuk kursi yg sedang diduduki papanya. Tanpa banyak tanya dian langsung duduk disebelah papanya, dan disusul mama serta adiknya.
"emangnya papa mau ngomong apa sih.....koq kelihatannya serius?, apa masalah pekerjaan?" , tanya dian pada papanya
"begini nak...papa mau kamu segera menikah, usiamu kan sudah cukup matang untuk berumah tangga, jadi tunggu apa lagi nak ".
"papa mau melihat kamu berumah tangga sebelum papa meninggalkan kalian semua untuk selama - lamanya ", ucap papanya sambil mengelus rambut dian.
Dheeeggggg...Dian langsung kaget mendengar permintaan papanya itu. tanpa hujan, tanpa angin tiba - tiba papanya meminta dirinya untuk menikah. padahal tak sedikitpun terpikirkan oleh dian untuk menikah setelah kejadian beberapa tahun yang lalu.
" maksudnya aku harus menikah dengan pilihan mama dan papa? ", dian makin gak ngerti dengan jalan pikiran ke dua orang tuanya.
__ADS_1
" iya sayang...papa berhutang nyawa pada seseorang, dulu 25 thn yg lalu papamu hampir kehilangan nyawa karna kecelakaan itu, waktu itu kamu masih berusia satu tahun, tapi untung saja beliau mau mendonorkan darahnya untuk papamu, kalo tidak mungkin kamu sudah jadi anak yatim dan mama jadi janda ", jelas mamanya.
" jadi maksud mama aku dijodohkan?...., tapi ma....sekarang bukan lagi jaman siti nurbaya ", sangkal dian pada mamanya.
" ini sudah keputusan papa, siap tidak siap kamu harus siap, karna seminggu lagi keluarga mereka akan datang kesini sekalian melamarmu ". ucap papanya dengan nada tinggi sedikit memaksa.
" apaa...kenapa semuanya tidak dirundingkan dulu sama aku, ini benar - benar tidak adil ".
" salah sendiri kenapa kakak dari dulu tidak pernah punya pacar ", celetuk dilla sambil memainkan hp yang ada ditangannya.
" diam kamu...anak kecil tau apa ", kata dian dengan nada sedikit marah.
__ADS_1
tanpa berkata apa - apa dian langsung beranjak pergi menuju kamarnya. ia tidak memperdulikan lagi panggilan mamanya.
dalam kamar dian hanya bisa melamun di atas ranjangnya sambil memikirkan kata - kata papanya, sampai akhirnya ia terlelap.