
sementara Yusuf dan Dian sampai di tempat tujuan yaitu sebuah kafe yang dimaksud dalam pesan singkat di hp Yusuf, kafe dimana Luna dan Hendra yang barusan keluar dari tempat tersebut
setelah memasuki kafe tersebut Yusuf langsung mencari seseorang yang telah mengirimkan pesan tersebut, tapi ternyata sama sekali tak ada siapa - siapa yang sedang menunggu dirinya
"giman mas ?", tanya Dian saat melihat Yusuf yang keluar dari dalam kafe tersebut
"gak ada siapa - siapa sayang....di dalam kafe tersebut hanya ada beberapa orang yang sedang menikmati makan siang, tapi sepertinya mereka gak ada yang sedang menunggu aku, mungkin juga itu kerjaannya orang iseng aja kali", jawab Yusuf dan langsung masuk ke dalam mobil dan diikuti oleh Dian
"kalo gitu mending kita cari makan siang aja ya sayang !!, mumpung sekarang masih jam makan siang", ajak Yusuf ke istrinya dan langsung mengarahkan mobilnya ke resto lesehan yang berada di pinggiran kota
sementara itu, selama dalam perjalanan menuju hotel tempat Hendra menginap, Hendra duduk disamping Luna dan menyandarkan kepalanya di bahu wanita tersebut dengan setengah tak sadarkan diri
"ternyata ganteng juga nih orang kalo dilihat \- lihat, sudah ganteng tajir pula", gumam Luna dalam hatinya sambil selalu mengamati wajah Hendra yang bersandar dibahunya
sepertinya saat ia terus memandangi wajah Hendra, dalam hati luna mulai ada rasa suka dan tanpa disadari tangan Luna mulai membelai wajah Hendra yang tak memyandarjan diri disampingnya, Luna pun merasakan ada getaran aneh didalam dadanya, sampai akhirnya mobil yang mereka kendarai tiba dihalaman hotel yang dituju
kemudian Luna keluar dari dalam mobil, dan berusaha membopong tubuh Hendra dengan dibantu sopir tersebut, lalu Luna langsung menuju meja receptionis dan meminta kunci kamar Hendra
kemudian Hendra berusaha berjalan menuju kamarnya dengan dibopong Luna, selama dalam perjalanan ke kamarnya, Hendra memeluk Luna dengan erat, dan ternyata Luna pun demikian, ia hanya berfikir mungkin ini hanyalah pengaruh obat tersebut, tapi ternyata justru perasaan lain yang dirasakan oleh Luna
sesampainya didepan kamar Hendra, Luna langsung membuka pintu kamar lalu masuk, dan membaringkan tubuh Hendra diatas ranjang, sesaat itu pula ia tak henti \- hentinya memandangi dan terus membelai wajah Hendra, sampai akhirnya Hendra sadar dan membuka matanya tapi karna masih dalam pengaruh obat tersebut, Hendra yang melihat Luna ada didepan matanya, seperti sedang melihat wajah Dian, orang yang sangat ia cintai
"kamu cantik sekali sayang", ucap Hendra sambil membelai wajah Luna
"sudahlah !!!, kamu itu sedang mabuk, lebih baik kamu istirahat saja", ucap Luna sambil ia berusaha meninggalkan Hendra tapi sebelum ia melangkahkan kakinya, tiba \- tiba tangannya ditarik oleh Hendra, dan membuat tubuh Luna jatuh diatas tubuh Hendra
"aku mau kamu menemaniku malam ini sayang", ucap Hendra sambil Hendra mendekap tubuh Luna erat sekali
lalu dengan cepat Hendra mendaratkan ciuman ke bibir Luna dan mulai melumat bibir Luna dengan penuh gairah
__ADS_1
ternyata Luna tak menolaknya, ia pun mulai membalas ciuman Hendra yang membuat suasana semakin panas
perlahan \- lahan Hendra mulai menggerayangi tubuh Luna dan merubah posisi Luna berada di bawah tubuh Hendra, dan Hendra pun kembali melumat bibir Luna yang membuat Luna semakin terbawa kendalam permainan Hendra
tanpa disadari mereka berdua mulai memainkan adegan ranjang layaknya sepasang suami istri, sampai akhirnya mereka berdua pun terkulai lemas dan tertidur
setelah beberapa saat mereka tertidur, akhirnya Hendra pun mulai sadar dan membuka matanya perlahan \- lahan, dan alangkah terkejutnya ia saat melihat Luna yang sedang tertidur disampingya, dan mereka berdua pun sama \- sama tak mengenakan pakaian sama sekali, hanya ditutupi selembar selimut
karena Hendra yang masih merasakan tubuhnya lemas ia pun perlahan \- lahan duduk dan menyandarkan tubuhnya di atas ranjang
kemudian Luna pun terbangun dan membuka matanya, karna merasakan ada yang bergerak disampingnya
"apa yang sudah aku lakukan dengan mu ?", tanya Hendra
"kamu sudah melakukan semuanya dengan ku Hendra, dan kamulah orang pertama yang menyentuh tubuh ku", ucap Luna sambil berusaha memeluk lengan Hendra dari samping
"gak mungkin...!!!, itu semua gak mungkin !!!, aku gak mungkin melakukannya denganmu, karna aku gak mencintaimu", ucap Hendra sambil berusaha melepaskan pelukan tangan Luna
"gak mungkin gimana ?, jelas \- jelas kamu melakukannya dengan sadar, aku merasakannya itu, kamu benar \- benar lelaki luar biasa", ucap Luna sambil melemparkan senyum manisnya dihadapan Hendra
"benarkah itu ?, apa benar aku melakukannya dengan sadar ?, dan dengan kemauanku sendiri ?", tanya Hendra dengan kebingungannya
__ADS_1
"hheeemmmm", Luna pun hanya mengangguk dan ia tak mengatakan kalo semua itu karna pengaruh obat yang ada diminumannya, ia gak mau kalo sampai Hendra tau lantas ia akan meninggalkannya
"terus gimana dengan rencana kita untuk menjebak mantan pacar kamu itu ?", tanya Hendra lagi
"sudahlah !!!, lupakan saja semua itu, kita nikmati saja kebersamaan kita ini"
"ternyata aku mulai mencintaimu sayang !!", ucap Luna sambil memeluk Hendra dan membelai pipi serta mengelus dada lelaki tersebut
rupanya Hendra mulai terbuai ucapan dan sentuhan tangan Luna, akhirnya Hendra pun membalas semua perlakuan Luna terhadap dirinya dan mereka berdua pun lagi \- lagi memainkan adegan ranjangnya dengan penuh gairah sampai mereka merasakan kepuasan satu sama lain
sementara itu dirumah Yusuf dan Dian sedang santai diruang tengah, mereka berdua sedang asyik menikmati acara televisi
"sayang, aku tadi dikantor dapat promo tour ke bali untuk empat orang", ucap Hendra sambil meminum teh yang ada didepannya
"terus ?", tanya Dian
"gimana kalo kita ambil aja, lumayan lha, itung - itung buat kita bulan madu, kan selama kita menikah kita belum pernah bulan madu sama sekali", ucap Yusuf sambil memposisikan duduknya menghadap Dian
"eehhmmm....gimana ya ?",
"ayolah sayang....", ucap Yusuf sambil menaik turunkan kedua alisnya
"baiklah kalo gitu, kira - kira kapan jadwal acaranya mas ?, biar aku bisa atur semua schedule pekerjaanku", tanya Dian sambil menyandarkan kepalanya di bahu Yusuf
"bener sayang ?, makasih ya, kalo begitu besok aku lihat lagi kira - kira tanggal berapa acaranya", ucap Yusuf sambil mencium puncak kepala Dian
"oh ya sayang.....gimana kalo kita ajak aja Beni dan Dewi sekalian, kan promonya berlaku untuk empat orang, jadi kita bisa sekalian menjodohkan mereka, biar mereka berdua gak ngejomblo terus", ucap Yusuf
"bagus juga sih mas ide kamu itu....tapi...!!!, ntar mereka berdua tidurnya gimana ?, masa mereka mau tidur sekamar ?, kan mereka belum jadi suami istri ?", tanya Dian yang sempat setuju tapi sempat bingung juga
"bener juga ya....!!!", ucap Yusuf
"terus enaknya gimana ya sayang ?"
"jangan bilang ya mas, kalo mereka harus tidur sama kita, ntar Dewi kamu suruh tidur sama aku, terus Beni tidurnya sama kamu....aku gak mau ah !!!", ucap Dian sambil memonyongkan mulutnya
"ya gak mungkin lah sayang !!!, mana mungkin aku rela menyia - nyiakan waktu berharga bersama istri tercintaku", ucap Yusuf sambil sesekali mencium kening istrinya
__ADS_1
Dian pun hanya tersenyum dan sambil bergelayut manja disamping suaminya, tak terasa waktupun sudah malam dan mereka berduapun segera meninggalkan ruang tengah menuju kekamar untuk segera beristirahat