
"dek.....kamu bilang hari ini kan hari ulang tahun teman kamu ? aku boleh kan malam ini mengantar kamu ke acara pesta ulang tahun teman kamu itu ?" tanya Dewa menawarkan bantuan kepada Arin melalui ponselnya saat sedang berada dikantornya, sedangkan Arin sendiri sedang berada didalam kelas menunggu dosen yang akan mengajarnya
"gak perlu kak ! aku bisa berangkat sendiri sama teman teman aku" jawab Arin menolak
"kenapa ? kamu gak suka ya jalan sama aku ?" tanya Dewa lagi
"bukan begitu kak ! tapi aku sudah terlanjur janji sama teman aku, kan gak enak kalo harus dibatalin kak" jelas Arin
"itu buktinya kamu janji duluan pergi sama teman kamu, gak minta anterin aku" balas Dewa dengan nada kekecewaan
"bukannya begitu kak, tapi aku gak mau mengganggu dan ngerepotin kakak terus, kak Dewa sendiri kan juga punya kesibukan sendiri, kan gak harus ngurusin aku terus" Arin yang berusaha menolak permintaan Dewa dengan halus
"tapi aku gak merasa direpotin kamu kok !" bantah Dewa
"pokoknya bagaimanapun juga, nanti malam aku akan mengantarkan kamu ke acara pesta teman kamu itu titik, kamu gak boleh nolak dengan apapun alasanya" ucapan Dewa dengan penuh penegasan
"iya....iya deh, terserah kak Dewa aja, udah ya kak ! bentar lagi aku ada kelas, nanti malam aku tunggu kakak dirumah" Arin pun pasrah karna ia gak mau pagi pagi ribut dengan Dewa yang pastinya akan keras kepala dengan pendiriannya
Dewa yang mendengar keputusan Arin hanya tersenyum bangga penuh kemenangan, sambil mengakhiri panggilan telponnya dan meletakkan kembali ponselnya diatas meja, lalu ia pun melanjutkan pekerjaannya dengan hati berbunga bunga
* * * * *
malam pun tiba sesuai dengan janji Arin, ia akan menunggu Dewa yang akan menjemputnya dan mengantarkannya ke acara pesta ulang tahun temannya
"kamu belum berangkat nak ?" tanya ibunya Arin saat melihat anaknya yang masih duduk diruang tamu
"belum bu, aku masih nunggu teman yang mau jemput" jawab Arin, yang dibalas senyuman oleh ibunya dan lalu duduk disamping Arin
tak lama kemudian terdengar bunyi bel rumah Arin berbunyi, dan segera ibunya melangkah untuk membukakan pintu
"malam tante !" sapa Dewa saat melihat ibunya Arin yang membukakan pintu rumahnya dan lalu Dewa pun menyalaminya
"malam !" balas ibunya Arin
"maaf ! anda ini siapa ya ?" tanya ibunya Arin pada Dewa
__ADS_1
"saya Dewa tante ! yang akan jemput Arin ke pesta ulang tahun temannya" jawab Dewa dengan sopan
"oohhh....kalo begitu silahkan masuk dulu nak !" ibunya Arin pun mempersilahkan Dewa masuk dan ditanggapi anggukan oleh Dewa
"Arin ! ini ada teman kamu yang jemput" ucap ibunya yang sudah masuk keruang tamu dan diikuti oleh Dewa dibelakangnya
"eehh...kak Dewa sudah datang, bu Arin pamit dulu ya !" pamit Arin dan sebelum ia pergi tak lupa ia bersalaman dulu dengan ibunya begitu juga dengan Dewa
"iya nak !, hati hati ya, pulangnya jangan terlalu malam"
"iya bu !"
mereka berdua pun segera keluar dari rumah Arin dan sesampaibya diteras rumah mereka berpapasan dengan Yusuf yang malam itu juga datang ke rumah orang tuanya
"mas Yusuf !" sapa Arin yang lalu menyalami dan mencium tangan kakaknya itu
"kalian berdua mau kemana ?" tanya Yusuf sambil tangannya bergantian menunjuk kearah Arin dan Dewa
"kami berdua mau pergi ke pesta ulang tahun temannya Arin bro !" jawab Dewa
"iya mas, kami pergi dulu ya mas, ntar keburu malam !" lanjut Arin berpamitan dengan kakaknya
"jangan khawatir bro, gue akan jaga adik loe....gue pamit dulu ya !" balas Dewa sambil menepuk bahu Yusuf dan dilanjutkan dengan melambaikan tangannya sambil berjalan menuju ke mobil Dewa
setelah mobil Dewa pergi meninggalkan rumah orang tua Yusuf, Yusuf pun masuk kedalam rumahnya dan didalam ruang tamu ia langsung disambut oleh kedua orang tuanya dan Yusuf pun segera menyalaminya
"kamu kenal dengan teman adik kamu itu ? kok ibu perhatikan dari dalam tadi kamu begitu akrab dengan pemuda tersebut" tanya ibunya saat Yusuf duduk disebelah ibunya
"iya, kenal bu....dia kakaknya Dewi, teman dari Dian" jawab Yusuf
"oohh...pantas ibu seperti pernah melihatnya, tapi ibu lupa dimana gitu" balas ibunya Yusuf sambil tersenyum ringan
* * * * *
sementara tak berapa lama perjalanan, akhirnya Arin dan Dewa pun sampai dirumah teman Arin yang sedang melangsungkan pesta ulang tahun
__ADS_1
Dewa langsung memasukkan mobilnya kehalaman rumah dan memarkirkannya berjajar dengan mobil mobil para undangan yang lain
mereka berdua pun langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju ke halaman belakang rumah temannya Arin, disitu nampak beberapa teman Arin yang sudah datang, Arin pun langsung menghampiri gadis yang berdiri di sebelah meja yang dihias oleh beberapa balon dan diatasnya terletak sebuah kue tart, gadis tersebut tak lain adalah teman Arin yang sedang melangsungkan ulang tahunnya
"selamat ulang tahun ya Ras !" ucap Arin yang langsung menyalami temannya itu dan memeluknya
"makasih ya Rin !" balas Rasti dengan membalas pelukan Arin
setelah menyerahkan kado yang ia bawa, Arin pun kembali berjalan menuju sebuah meja yang ada Dewa sedang berdiri menunggunya
"kamu mau minum dek ?" Dewa menawarkan minuman yang ada diatas meja didepannya
"gak usah kak, aku belum haus" tolak Arin
tak lama kemudian acara inti pun dimulai, mulai dari sambutan tuan rumah, tiup lilin, potong kue tart hingga menyanyikan lagu ulang tahun, dan setelah acara inti selesai para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh tuan rumah dengan diiringi hiburan sebuah band dari atas panggung, dan yang hadir pun nampak begitu menikmatinya
"haaii....Arin !" sapa dua orang temannya yang tiba tiba datang menghampiri Arin, Arin pun menoleh ke arah suara yang datang
"hai.....!!" balas Arin sambil memeluk teman temannya bergantian
"kamu datang sama siapa Rin ?" tanya salah satu temannya
"aku datang sama kak Dewa !, kak Dewa kenalkan ini teman teman aku, ini Dinda dan yang ini Wulan" Arin pun memperkenalkan kedua temannya kepada Dewa dengan menunjuk satu persatu kearah temannya, lalu Dewa pun menyalami teman teman Arin bergantian begitu juga dengan teman temannya Arin
"siapa ini Rin ? pacar kamu ya ?, kok aku baru sekarang lihat kamu jalan sama cowok ?" beberapa pertanyaan keluar dari teman Arin yang bernama Wulan
"bukan lah, kak Dewa ini bukan pacar aku, dia ini bener bener teman aku kok !" jawab Arin penuh penegasan
"pacar juga gak apa apa, iya kan kak !" ucap Dinda menggoda dengan mencubit lengan Arin sambil pandangannya tertuju kepada Dewa, Dewa pun menanggapinya hanya dengan tersenyum ringan
"iiihhhhhssss.....apaan sih kalian ini, dibilang teman ya teman" balas Arin sebal
"kalo bukan pacar, kenapa hayo kamu ngebatalin janji berangkat dengan kita kita, iya gak Din !" ucap Wulan sambil memainkan kedua alisnya kearah Dinda, Dinda pun tersenyum
"udah ah.....sana sana.....bikin rese aja kalian berdua ini" Arin pun mendorong kedua sahabatanya itu, memintanya pergi dari hadapan Arin
__ADS_1
"iya...iya !! kita akan pergi, kita gak akan ganggu lagi kok !, daaahhhh !!!" pamit wulan dengan menggandeng tangan Dinda dan pergi meninggalkan Arin dan Dewa sambil melambaikan tangannya
setelah kepergian kedua temannya Arinpun mengambil segelas minuman dan lalu meminumnya dan meletakkan kembali diatas meja dengan kasar karna ia masih kesal dengan candaan kedua temannya itu, sedangkan Dewa yang melihat tingkah Arin hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya