
saat bersamaan setelah Yusuf selesai menghubungi semua keluarga, muncullah salah seorang dokter dan perawat dari ruang tindakan medis, dan Yusuf pun segera menghampirinya
"gimana dok ?, gimana keadaan istri saya ?", tanya Yusuf yang semakin khawatir dan gak sabar ingin mengetahui keadaan istrinya
"sabar pak !!!, bapak suaminya ?",
"iya dok saya suaminya ", jawab Yusuf
"selamat ya pak !!!, istri anda tidak ada masalah apa - apa, tapi sekarang bapak akan segera menjadi calon ayah, karna dalam rahim ibu Dian ada calon anak bapak, sekali lagi selamat ya pak, dan sebentar lagi istri anda akan segera dipindahkan ke ruang perawatan", jelas dokter tersebut sambil menyalami tangan Yusuf
"terima kasih dok", nampak wajah berseri - seri yang terpancar dari raut muka Yusuf
dokter tersebut hanya tersenyum dan berjalan meninggalkan Yusuf yang masih dengan perasaan kegembiraannya, tak lama kemudian beberapa perawat sudah memindahkan Dian ke ruang perawatan
"selamat ya sayang !!!, terima kasih untuk semua ini", ucap Yusuf saat masuk ke dalam ruangan dan menghampiri Dian serta mencium kening istrinya
tak terasa air mata Dian menetes dari kedua matanya, lalu iapun segera memeluk Yusuf dan membisikkan "aku sangat bahagia sayang"
"iya sayang...aku juga sangat bahagia sekali, karna di dalam perut kamu ini akan tumbuh buah hati cinta kita", ucap Yusuf sambil mengusap lembut perut Dian
tak lama kemudian, dari pintu kamar rawat inap rumah sakit muncullah ke dua orang tua mereka yang datang secara bersamaan, nampak mereka tak kalah paniknya setelah mendapat kabar dari Yusuf kalo Dian masuk rumah sakit
"gimana keadaan kamu sayang ?, kamu gak kenapa - napa kan ?", pertanyaan itu datang dari mamanya Dian yang langsung menghampirinya dan memeluk putri sulungnya yang terbaring di atas tempat tidur
"Dian gak apa - apa ma...mama gak usah khawatir, Dian baik - baik aja kok", jawab Dian sambil tersenyum kearah mamanya dan mengelus tangan mamanya
"gak khawatir gimana ?, tadi suami kamu itu nelpon mama ngasih kabar kalo kamu masuk rumah sakit dengan nada yang seperti orang panik gitu"
"iya nak....ibu juga khawatir sama keadaan kamu, tadi Yusuf juga menelpon ibu, minta ibu dan ayah untuk segera kemari, ia bilang kalo kamu masuk IGD", ucap ibunya Yusuf yang menimpali perkataan bu Retno
"maaf kan saya kalo saya sempat membuat mama, papa, ayah dan ibu khawatir, karna tadi saya benar - benar panik saat Dian tiba - tiba pingsan di bandara saat kami tiba dari liburan ke Bali, tapi sekarang semuanya gak usah khawatir, karna Dian baik - baik saja, justru sekarang ada kabar bahagia dari kami buat para orang tua", Yusuf menjelaskan ke orang tua masing - masing sambil tangannya mengelus kening istrinya
"memangnya kabar bahagia apa ?, cepetan katakan jangan buat kami semakin penasaran", ujar pak Agung hermawan
__ADS_1
"begini.....sebenarnya Dian tidak sakit apa - apa, tapi ia sedang hamil anak aku", ucap Yusuf sambil wajahnya berbinar - binar
"benar kah itu ?"
"benar Dian hamil ?"
"syukurlah kalo begitu"
"kamu itu ya....sudah tau istri kamu sedang hamil, malah diajak liburan ke Bali segala, kalo ada apa - apa sama istri dan calon anak kamu gimana ?", ujar ibundanya Yusuf sambil mencubit telinga putranya
"aduh sakit bu...!!!, Yusuf kan gak tau kalo Dian sedang hamil, lagian mana mungkin aku mau mencelakakan istri dan calon bayi aku", jawab Yusuf sambil cengar - cengir menahan sakit karna jeweran ibundanya
semua yang ada diruangan tersebut tertawa lepas melihat ekspresi wajah Yusuf
nampak kegembiraan semakin terpancar di raut wajah semua yang ada di ruangan rawat inap tersebut, termasuk Dian, seakan menghapus semua kekhawatiran dan kepanikan yang sempat dirasakan mereka semua
saat semua yang ada di dalam ruangan tersebut saling mengungkapkan kebahagiaannya, tiba - tiba dari arah pintu muncul Dilla yang langsung menghambur ke arah kakaknya
"kak....kak Dian kenapa ?, kak Dian sakit apa ?", ucap Dilla yang langsung memeluk tubuh kakaknya dengan begitu eratnya
"apa ?, kak Dian hamil ?, berarti sebentar lagi aku jadi tante dong, selamat ya kak !!
"selamat juga buat kak Yusuf yang sebentar lagi jadi ayah", ucap Dilla sambil menyalami Yusuf
Yusuf hanya tersenyum melihat tingkah konyol adik iparnya
akhirnya semua yang ada diruangan tersebut pamit untuk pulang, karna dirasa semua baik - baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan
"kamu jaga baik - baik istrimu, kalo sudah boleh pulang, kamu segera kabari kami semua", ucap bu Retno sambil menepuk bahu Yusuf dan berjalan meninggalkan kamar rawat inap tersebut
"iya....ma", ucap Yusuf sambil mengantarkan kedua orang tua mereka sampai di pintu kamar
keesokan harinya Dian sudah diijinkan pulang oleh pihak rumah sakit, karna tidak ada masalah yang serius hanya istirahat yang diperlukan Dian saat ini
__ADS_1
selama dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka, Yusuf terus memeluk punggung Dian dan membiarkan kepala istrinya bersandar di bahunya, dan Yusuf pun sibuk mengirimkan pesan singkat kepada orang tua mereka, memberi kabar kalo istrinya sudah diperbolehkan pulang ke rumah
sesampainya dirumah, Dian dan Yusuf langsung masuk dan disambut oleh bi Siti yang kemudian segera membawakan koper pakaian mereka untuk membantu membawanya ke kamar, sedangkan Yusuf berjalan sambil melingkarkan tangannya ke pinggang suaminya
"maaf non...harusnya kan kemaren non Dian pulang dari berlibur ?, tapi kenapa kok baru sekarang non Dian datangnya ?" tanta bi Siti saat berpapasan dengan mereka di anak tangga
"iya bi...kemaren memang kami sudah pulang dari sana, tapi karna Dian mengalami sedikit masalah dengan kesehatannya, jadi kami masih menginap semalam di rumah sakit" Yusuf memberi penjelasan pada bi Siti
"ohh.....tapi sekarang non Dian gak kenapa - napa kan ? kecemasan nampak di wajah bi Siti
"tidak bi.....aku gak apa - apa, aku cuma kecapekan aja, jadi harus istirahat", jawab Dian
"ya sudah kalo gitu, non Dian istirahat aja, biar bibi buatkan teh hangat untuk non"
"iya bi.....makasih ya !!!, lalu Dian dan Yusuf kembali berjalan ke kamar mereka
saat tiba di dalam kamar Dian langsung duduk di depan meja riasnya, berniat untuk membersihkan wajahnya, tapi saat ia membuka cleanser pembersih wajah, ia merasa mual karna mencium aroma dari cleanser tersembut, dan akhirnya Dian cepat - cepat kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya, Yusuf yang melihat hal itu segera menyusul Dian ke kamar mandi dan membantu mengurut tengkuk istrinya supaya lebih rileks
"tok !! tok !! tok !!
terdengar suara kamar ada yang mengetuknya dari luar, dan Yusuf pun segera membukakannya, ternyata bi Siti yang membawakan dua cangkir teh untuk Dian dan Yusuf
"bibi taruh saja di meja situ ya"
"ia den" bi Siti langsung masuk ke kamar dan meletakkan teh tersebut di atas meja yang ada di depan sofa
bi Siti kaget begitu mendengar suara Dian yang sedang muntah - muntah di dalam kamar mandi
"itu non Dian kenapa ya ?", tanya bi Siti dengan cemas
"gak apa - apa bi !!, biasa namanya juga orang sedang isi", jawab Yusuf sambil mengambil handuk yang ada digantungan lemari
"jadi no Dian hamil ????"
__ADS_1
"iya bi", jawab Yusuf
"alhamdulillah !!!, ini benar - benar berita yang sangat menggembirakan", ucap syukur bi Siti dan spontan menghilangkan semua kecemasan yang sempat terlihat di wajahnya