
Sebelum acara pesta ulang tahun selesai, Arin mohon diri berpamitan ke tuan rumah, karna ia gak mau terlalu malam pulang ke rumahnya, takut kedua orang tuanya khawatir
selama dalam perjalanan pulang tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Arin maupun Dewa, yang terdengar hanyalah suara mesin mobil, dan tiba tiba Dewa menghentikan laju mobilnya ditepi jalan
"kenapa berhenti kak ?" tanya Arin tak mengerti
"dek.....aku mau tanya sesuatu sama kamu" jawab Dewa sambil menyerongkan duduknya menghadap ke arah Arin
"tanya apa kak ?" tanya Arin lagi yang semakin tak mengerti
"aku mau tanya, apa selama ini kamu cuma menganggap aku sebagai teman ?" tanya Dewa
"kan emang kita selama ini cuma jalan sebagai teman aja" jawab Arin sambil membuka kedua tangannya
"gak ada perasaan lebih dari itu ?"
"maksud kakak apa ?" Arin kembali bertanya dengan mengernyitkan dahinya
"aku mau, kita jalan lebih dari sekedar teman, aku mau kita menjadi sepasang kekasih" jawab Dewa tanpa basa basi
"apa kamu gak mau menjadi pacar aku ?" tanya Dewa penuh pengharapan
"maaf kak ! aku gak bisa jawab sekarang"
"lagian aku kan sudah bilang kak, kalo aku gak akan pacaran dulu sebelum aku lulus kuliah" jelas Arin
"tapi dek ! kita kan bisa jalani keduanya tanpa harus mengganggu kuliah kamu" ucap Dewa sambil menggenggam tangan Arin
"kalo memang kak Dewa memaksa, lebih baik kita akhiri saja pertemanan kita sampai disini, dan aku gak mau ketemu kak Dewa lagi" ucap Arin sambil melepaskan genggaman tangan Dewa dan berusaha untuk keluar dari dalam mobil Dewa
"baiklah dek ! aku gak akan memaksa, aku akan tunggu jawaban kamu, sampai kamu siap menerima aku sebagai pacar kamu, tapi aku mohon jangan pernah pergi dari sisi aku walaupun kita hanya jalan sebagai teman biasa" Dewa memohon pada Arin sambil menahan tangan Arin agar tak keluar dari dalam mobilnya
__ADS_1
melihat ucapan dan sikap Dewa, Arin pun mengurungkan niatnya keluar dari mobil Dewa dan ia pun menarik napasnya panjang sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil
"dek ! maafkan kalo pertanyaan aku terlalu berlebihan ya !, dan aku janji aku gak akan lagi mengungkit ungkit hubungan kita sampai kamu sendiri siap menerima aku" Dewa berucap sambil tersenyum dengan mengangkat kedua jari tangannya tepat dihadapan Arin, Arin pun membalasnya dengan senyuman ringan
"oh ya....apa sekarang kamu mau langsung pulang atau mau aku antar kemana gitu ?" tanya Dewa
"aku mau langsung pulang aja kak ! aku capek, aku mau istirahat aja dirumah" jawab Arin datar
setelah Dewa membalas dengan senyuman, ia pun langsung melajukan mobilnya menuju kerumah Arin
"makasih ya kak ! sudah mengantar dan menemani aku malam ini ke pesta ulang tahun teman aku" ucap Arin saat mobil Dewa berhenti tepat didepan pitu pagar rumahnya
"iya dek sama sama ! udah cepetan kamu masuk dan langsung istirahat" balas Dewa, dan kemudian Arinpun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju halaman rumahnya
setelah Arin menghilang dibalik pintu rumahnya Dewa pun melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya
* * * * *
"gimana mas ? kamu sudah bilang sama bapak dan ibu, kalo kita akan pindah rumah minggu depan ?" tanya Dian sambil duduk disofa, saat suaminya masuk kedalam kamar
"iya sudah, malahan bapak sama ibu tanya, kenapa harus pindah rumah segala, apa rumah yang lama gak nyaman ?" jawab Yusuf yang langsung duduk disebelah istrinya sambil mencium kening istrinya
"terus kamu jawab apa ?"
"ya aku bilang, supaya lebih dekat dengan rumah mama, biar si Alif lebih terpantau kalo kita berdua sedang bekerja" jelas Yusuf
"oh ya sayang ! kamu tahu gak, tadi.....pas aku barusan sampai dirumah ibu, aku berpapasan sama Arin dan Dewa, mereka berdua mau pergi ke acara ulang tahun temannya Arin" ucap Yusuf sambil menyentuh tangan Dian yang ada di atas paha istrinya
"oh ya....terus, terus !" Dian merasa penasaran dengan cerita suaminya, sambil duduk menghadap ke arah suaminya
"terus tadi ibu juga tanya ke aku sayang, apa aku kenal sama Dewa ?, soalnya ibu lihat aku sudah akrab sama dia"
__ADS_1
"lantas mas jawab apa ?"
"aku jawab kalo Dewa itu kakak dari teman kamu si Dewi, akhirnya ibu baru ngeh kalo ibu merasa pernah melihat Dewa, tapi ibu lupa pernah ketemu Dewa dimana, jawabnya" jelas Yusuf
"terus tanggapan ibu tentang kak Dewa gimana mas ?" tanya Dian
"ibu sih gak bilang apa apa lagi tuh ke aku, ibu cuma tanya itu aja" jawab Yusuf
"dan kayaknya mereka berdua semakin dekat deh sayang,,, apa mungkin ya Dewa sudah menyatakan cintanya sama Arin ? dan apa mungkin Arin juga sudah menerima cintanya si Dewa ?" Yusuf pun bertanya tanya dengan rasa penasarannya
"ya....kalo itu sih urusan mereka berdua mas, kita doakan saja semoga hubungan mereka berdua terus berlanjut sampai ketahap yang lebih serius" ucap Dian sambil menggenggam tangan suaminya
"aamiin...." balas Yusuf sambil mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya
"kalo begitu sekarang giliran kita selesaikan urusan kita berdua dong" ucap Yusuf sambil memainkan kadua alisnya
"maksud mas ?" Dian tak mengerti dengan ucapan suaminya
"urusan kita berdua diatas tempat tidur" jawab Yusuf sambil berbisik ditelingan istrinya
"iiisshhh....mulai deh mesumnya" balas Dian sambil mendorong tubuh suaminya lalu ia berdiri dan berusaha menjauhi Yusuf tapi dengan cepat Yusuf menarik tangan istrinya dan membuat tubuh Dian terduduk diatas pangkuan Yusuf, dan Yusuf pun langsung memeluk tubuh istrinya sambil membenamkan wajahnya tepat dibagian dada istrinya
"kamu nakal deh !" sambil Dian mencubit lembut hidung suaminya
"biarin, orang nakalnya sama istri sendiri kok !" balas Yusuf sambil tangannya mulai membuka satu persatu kancing baju istrinya
tapi belum juga niatnya terlaksana tiba tiba terdengar suara tangisan baby Alif dari dalam box bayi, dan Dian pun segera berdiri dari pangkuan suaminya langsung melangkah menuju box bayi yang ada disebelah tempat tidurnya
sementara Dian langsung menggendongnya dan menyusuinya sambil duduk ditepi tempat tidurnya
"yaaa...keduluan sama anak ayah deh !" ucap Yusuf sambil menghampiri Dian yang sedang menyususi buah hati mereka dan Yusuf pun langsung mencium pipi Alif kemudian tak lupa ia pun mencium buah dada istrinya dengan keisengannya, dan langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur disamping istrinya
__ADS_1