Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Undangan Hendra


__ADS_3

"pagi bu Dian !!" sapa salah seorang receptionis sambil membungkukkan sedikit badannya saat Dian tiba di lobby kantor


"pagi juga !!" jawab Dian singkat disertai senyuman


"maaf bu Dian !!,,,,ini ada undangan untuk bu Dian sama bu Dewi" ucap receptionis tersebut sambil menyodorkan dua lembar undangan terbungkus plastik rapi


"dari siapa ?" tanya Dian sambil mengambil undangan tersebut dari tangan receptionis itu


"maaf bu !!, tadi kurirnya bilang dari pak Hendra" jawab receptionis itu


"oh ya, makasih !!" ucap Dian, lalu pergi berjalan menuju lift


"iya, sama sama bu !" sahut receptionis itu lalu kembali ke mejanya


sebelum Dian ke ruang kerjanya, terlebih dahulu ia ke ruangan Dewi dan berniat mengantar undangan dari Hendra


"masuk !!" terdengar suara dari dalam ruangan Dewi, saat Dian mengetuk pintu ruangan tersebut


"tumben kamu pagi pagi mampir keruangan aku say ?" tanya Dewi sambil berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri Dian


"aku cuma mau anterin ini !" jawab Dian sambil meletakkan undangan itu diatas meja kaca sambil melangkah untuk duduk di sofa pojok depan meja tersebut

__ADS_1


"undangan dari siapa say ?" tanya Dewi sambil mengambil undangan diatas meja tersebut lalu duduk di sebelah Dian


"kamu baca aja sendiri" jawab Dian


"apa ??,,,,,,dari Hendra ??!!" ucap Dewi dengan nada sedikit terkejut membaca nama yang tertera di lembar depan undangan tersebut


"iya !!, Hendra akan menikahi Luna" jawab Dian


"serius ini ?" tanya Dewi lagi, dengan nada yang masih tidak percaya


"iya !!, serius !!,,,,, mereka sendiri yang datang kerumah seminggu yang lalu, dan mereka bilang akan segera menikah" jawab Dian


"syukur deh !, berarti mereka berdua gak akan pernah ganggu kehidupan kamu lagi" ucap Dewi


"lalu kamu akan datang ke pesta pernikahannnya ?" tanya Dewi


"entahlah wi !, aku akan tanya suami aku dulu, kalo ia mengijinkan dan mau ikut kepesta itu, aku akan menghadirinya" jawab Dian sambil mulai membuka tabnya dan melihat agenda kerjanya hari ini


"but a way, gimana hubungan kamu dengan Beni ?" tanya Dian sambil matanya melihat ke arah Dewi


"rencananya bulan depan Beni akan ke rumah beserta kedua orang tuanya untuk melamar aku" jawab Dewi sambil mengambil ponsel yang ada diatas meja didepannya karna ada pesan masuk ke ponselnya

__ADS_1


"panjang umur nih orang, baru juga diomongin sudah main nongol aja chatnya" ucap Dewi sambil membaca pesan yang ada di ponselnya, ia pun membacanya sambil senyum senyum sendiri


"emangnya apaan sih kata katanya, sampai sampai sahabatku yang satu ini cengar cengir sendiri membacanya ?" tanya Dian sambil mukanya maju begitu dekat kearah ponsel Dewi berusaha mencuri tau isi chat di ponsel tersebut


"apaan sih kamu !, rahasia dong !!" jawab Dewi sambil buru buru menarik ponselnya dan berusaha menyembunyikan isi chat tersebut


"iiisssshhh.....sekarang sudah pakai main rahasia rahasiaan segala ya sama aku, ya udah deh aku balik ke ruangan aku aja lah, dari pada ganggu orang yang sedang dimabuk cinta" ucap Dian sambil berdiri dari tempat duduknya dan berniat pergi dari ruangan Dewi


"jangan gitu dong say !!, aku gak bermaksud kayak gitu sama kamu, tapi ini kan privasi aku" ucap Dewi sambil buru buru berdiri dan memegang tangan Dian berusaha mencegahnya pergi


"udahlah, aku juga ngerti kok !!, siapa juga yang mau ganggu privasi kamu, lagian aku sebentar lagi juga ada jadwal akan ada tamu, jadi aku buru buru harus menyiapkan semuanya, barusan Lisa chat aku katanya tamunya sudah otw ke sini" ucap Dian sambil memegang pundak sahabatnya itu lalu melangkah meninggalkan ruangan kerja Dewi


- - - - - - -


"mas !!, aku tadi dikantor dapat undangan pesta pernikahan dari Hendra" ucap Dian pada Yusuf saat ia dan Yusuf sedang duduk duduk santai diruang tengah


"lantas ?" tanya Yusuf singkat tanpa menoleh ke istrinya


"apa kamu mau ikut menghadiri pesta tersebut ?" tanya Dian balik


"semua keputusan ada ditangan kamu sayang !, kalo kamu mau menghadirinya aku akan menemanimu dengan senang hati" jawab Yusuf sambil menggenggam tangan Dian dan pandangannya menatap ke arah istrinya

__ADS_1


"makasih ya mas !, kamu memang benar benar suami aku yang penuh pengertian" ucap Dian sambil kedua tangannya memegang kedua pipi Yusuf dan ciumanpun mendarat di bibir Yusuf, lalu Yusuf pun menarik tubuh Dian kepelukannya dan berbisik ditelinga istrinya "aku mencintaimu sayang !"


"aku juga mencintaimu mas !" ucap Dian balik sambil memeluk tubuh suaminya dari samping, kemudian Yusuf membalas dengan mengelus dan mencium pucuk rambut istrinya


__ADS_2