
"Dian sayang !!, aku sudah sampai, kapan kita jadi ketemu ?" ucap Hendra dari seberang telpon
"oke !!, ntar sepulang kantor kita ketemuan di kafe biasa dulu kita sering ketemu" jawab Dian
"oohh....ternyata kamu masih ingat tempat kita dulu memadu kasih, jadi ceritanya sekarang kamu mau kita bernostalgia lagi ?" ucap Hendra seolah ia adalah orang yang paling dicintai Dian
"terserah apa katamu Hen !, yang penting aku tunggu kamu sepulang jam kantor" jawab Dian sambil mengakhiri panggilan telponnya
setelah ia selesai berbicara dengan Hendra, Dian pun lalu menghubungi suaminya "mas, nanti sepulang kerja kamu langsung ajak Luna ketemuan di kafe X, biar aku nanti diantar sopir kantor aja"
"memangnya Hendra sudah bisa kamu ajak ketemuan ?" tanya Yusuf
"iya, mas....Hendra sudah menelponku barusan, ia bilang sekarang sudah sampai dikota ini" jawab Dian
"kamu jangan bilang ke Luna kalo ada aku sama Hendra disana, aku takutnya kalo sampai ia tau, bakalan gak mau ketemu sama kita" pesan Dian
"iya pak, bapak langsung datang ke kafe X aja, tapi nanti kalo bapak sudah sampai disana bapak calling saya dulu, biar nanti saya atur untuk bertatap muka langsung dengan orang yang sedang bermasalah dengan saya" ucap Dian yang juga langsung menghubungi pengacaranya, dan memintanya untuk ikut ketemuan dengan mereka
"baik bu !" jawab pengacara tersebut
"Lisa, tolong kamu bilang ke salah satu sopir kantor untuk stand by di lobby bawah, saat jam pulang kantor" saat itu juga Dian langsung menghubungi Lisa
"iya bu !" jawab Lisa
saat jam pulang kantor pun tiba, Dian segera menuju kafe X dengan diantar sopir perusahaan
"maaf bu....apa saya perlu menunggu bu Dian sampai selesai atau saya langsung kembali lagi kekantor ?" tanya sopir saat sudah tiba dihalaman kafe tersebut
"bapak langsung kembali kekantor aja, gak perlu nungguin saya, nanti saya pulang sama suami", jawab Dian sambil membuka pintu mobil
"baik bu" jawab sopir itu dengan sopan, dan sesaat setelah berpamitan, iapun melajukan mobil meninggalkan halaman kafe itu
__ADS_1
saat Dian berjalan menuju kearah depan kafe tiba tiba ponselnya berbunyi dan ia melihat ada pesan singkat dari Hendra, kalo dirinya sudah menunggunya dan menyuruh Dian langsung masuk menuju meja paling sudut disisi kanan disisi jendela yang lanhsung menghadap ke halaman kafe, rupanya Hendra sudah mengetahui kedatangan dirinya, sesuai pesan singkat itu, Dian pun segera mencari posisi meja yang disebutkan oleh Hendra, saat mata Dian menjelajahi seisi ruangan kafe, ia melihat sesosok lelaki melambaikan tangan kearahnya dan Dian pun langsung menuju kearah tersebut
"apa kabar Hen !" sapa Dian sambil mengulurkan tangannya saat ia sudah didepan Hendra
"baik !" jawab Hendra sambil menyambut uluran tangan Hendra, Dian pun buru buru menarik tangannya karna rupanya Hendra dengan sengaja tak mau melepaskan jabatan tangannya dengan Dian
"ayo silahkan duduk !!" perintah Hendra sambil menarik salah satu kursi tepat disampingnya
"maaf aku bisa sendiri" tolak Dian, dan ia lebih memilih duduk berhadapan dengan Hendra
"sayang !!, kamu makin lama makin cantik, aku benar benar menyesal meninggalkanmu dan aku ingin bisa bersama seperti dulu lagi, selalu memadu kasih ditempat ini" rayu Hendra sambil memegang tangan Dian yang ada di atas meja
"tolong jaga sikap kamu Hendra !!, dan tolong jangan panggil aku dengan kata kata itu lagi, panggil aku dengan namaku, aku meminta kamu menemuiku disini bukan untuk mengulang masa lalu" ucap Dian dengan nada sedikit marah dan sambil menarik tangannya dari genggaman Hendra
"oke....oke....!!" ucap Hendra sambil mengangkat kedua tangannya "lantas apa maksud kamu meminta aku menemuimu disini ?" tanya Hendra
"sebentar lagi kamu akan tau jawabannya" jawab Dian singkat
tak lama Dian pun melihat suaminya berjalan dihalaman parkir menuju ke ruangan kafe bersama dengan Luna dan Hendra pun melihatnya
"iy aku tau !!, memang aku yang menyuruhnya kesini mengajak mantan pacarnya", jawab Dian,
"oh ya, aku heran sama kamu, dari mana kamu tau kalo wanita itu mantan pacar suamiku ?" Dian balik tanya
"ah...anu...itu....!!" jawab Hendra gugup dan ia tak bisa meneruskan kata katanya, dan Dian hanya tersenyum melihat sikap Hendra
Dian pun langsung melambaikan tangannya ke arah Yusuf saat melihat suaminya memasuki ruangan kafe, dan Yusuf langsung menghampirinya dengan berjalan diiringi Luna dibelakangnya
"kamu sudah lama nunggunya sayang ?" tanya Yusuf yang langsung memeluk dan mencium kening istrinya saat Dian berdiri menyambut kedatangan Yusuf
"lumayan sih" jawab Dian dengan membalas pelukan suaminya
__ADS_1
"ka...kamu, sudah baikan sama istri kamu ?" tanya Luna yang merasa heran melihat Yusuf begitu mesra dengan istrinya
"iya mbk.....saya gak pernah bisa marah sama suami saya, karna saya begitu percaya sama suami saya kalo ia gak bakalan menghianati saya" jawab Dian sambil mengelus pipi suaminya
"kamu....apa maksud kamu dengan semua ini ?" tanya Hendra yang merasa bingung dengan semua itu
"sudahlah Hen !!, kamu gak usah sok bingung kayak gitu, sekarang kamu akui semua perbuatan kamu sama Luna, dan maksud kamu dengan semua rencana kamu untuk memisahkan aku dan mas Yusuf dengan rencana licik kamu yg mau menjebak suamiku, iya kan ???" ucap Dian dengan tegas dan nada sedikit emosi
"kamu sudah tau semuanya, dari mana kamu tahu semua itu ?" tanya Hendra
"kamu jangan berlagak bego Hen !, aku bukan anak kecil yang bisa dipermainkan oleh kelakuan gila kamu" jawab Dian
"tapi semua itu aku lakukan karna memang aku tergila gila sama kamu, dan aku ingin kita bisa kembali bersama seperti dulu lagi" jawab Hendra sambil berusaha meraih tangan Dian
tapi Dian segera menepis tangan Hendra "asal kamu tau ya Hen !, kamu itu bagiku hanya sekedar masa lalu yang sudah aku buang jauh jauh, dan sekarang masa depan aku adalah suami dan keluarga kecil aku yang harus aku perjuangkan" ucap Dian sambil menatap tajam ke arah Hendra
"Lantas bagaimana nasib aku ?" tiba tiba Luna nyeletuk disela sela obrolan Hendra dan Dian
"oh ya....aku lupa !, mbk Luna tenang aja, aku yakin lelaki ini pasti akan bertanggung jawab dengan semua yang sudah ia lakukan terhadap mbk Luna, karna aku percaya ia akan melakukan semua itu sebelum nama baiknya tercemar karna kelakuannya" jawab Dian sambil tersenyum sinis ke arah Hendra
"apa maksud kamu Dian ?, kamu ngancam aku ?" tanya Hendra
sebelum Dian sempat menjawab pertanyaan Hendra, tiba tiba ada panggilan masuk dari ponsel Dian "iya pak....dari pintu bapak belok kanan, lurus aja, saya ada di meja pojok dekat kaca jendela, iya pak ! saya berempat" ucap Dian
selang beberapa menit orang yang sempat menelpon Dian yang tak lain adalah pengacaranya sudah berdiri di depan Dian dan Hendra "selamat sore pak ! silahkan duduk !" ucap Dian dengan sopan
"iya terima kasih bu Dian" jawab lelaki itu
"Hendra kenalkan ini pengacara aku, yang akan mengurus semua permasalahan pemutusan kontrak kerja sama kita yang berhubungan dengan proyek pembangunan apartemen" ucap Dian
"maksudmu.....???" pertanyaan Hendra terputus dan sempat bingung dengan sikap Dian
__ADS_1
"iya.....aku akan memutuskan kontrak kerjasama kita dan asal kamu tau pengacara aku ini juga yang akan membuat nama baik kamu tercoreng seandainya kamu tidak mau bertanggung jawab atas perbuatanmu terhadap wanita ini" ucap Dian sambil berdiri dan menunjuk ke arah Luna
"dan mulai saat ini kita tidak ada hubungan pribadi maupun hubungan kerjasama lagi, semua aku serahkan kepada pengacara aku dan untuk masalah pribadi kamu dengan Luna kamu urus sendiri jangan pernah bawa bawa rumah tangga aku !!, ayo mas kita pulang dan tinggalkan tempat ini !!" ajak Dian sambil menggandeng tangan Yusuf