Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Kembali mesra


__ADS_3

"ini non teh nya !" ucap bi Siti sambil menghidangkan dua cangkir teh dimeja ruang keluarga tempat Dian dan Yusuf sedang duduk duduk santai


"makasih ya bi !" sahut Dian yang duduk dengan menyandarkan kepalanya dibahu Yusuf sambil memainkan ponselnya, bi Siti hanya mengangguk tanpa membalas perkataan Dian


"kenapa bi ?, apa ada yang aneh sama aku ? sampai bibi melihat aku seperti itu ?" tanya Dian yang melihat bi Siti tetap berdiri didepannya sambil matanya tak berkedip melihat ke arah Dian dan Yusuf


"a...anu...non, itu....gak ada apa apa !, maaf bibi permisi kedapur dulu" jawab bi Siti yang baru sadar kalo dirinya sudah termangu campur heran melihat kemesraan majikannya yang belum berapa lama ini sempat terjadi sedikit agresi perang dingin, dan buru buru bi Siti melangkah pergi menuju dapur dengan perasaan yang bingung dalam hatinya, tapi ia setidaknya ikut lega dan senang melihat majikannya kembali rukun dan mesra


Dian yang melihat tingkah bi Siti hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya "bibi...bibi...ada ada aja !" ucap Dian


"mungkin bi Siti bingung sayang, melihat kita kembali mesra, setelah beberapa hari ini sikap aku yang agak dingin sama kamu" ucap Yusuf sambil memeluk dan mengelus tangan istrinya


"tapi, aku gak habis pikir mas, kalo seandainya semua itu benar benar terjadi dan sikap kamu benar benar berubah sama aku" ucap Dian sambil kepalanya tetap bersandar mesra di pundak Yusuf


"mana mungkin aku sekejam itu sama kamu sayang !!, aku kan sudah berjanji sama kamu diawal kita menikah, kalo aku akan selalu menyayangimu dan gak akan pernah menyakiti kamu" jawab Yusuf sambil sesekali mencium rambut istrinya


"makasih ya mas, ternyata keputusan aku untuk menikah dengan kamu gak salah" ucapan Dian dengan dibarengi ciuman yang mendarat di pipi kiri Yusuf yang membuat suasana makin hangat dan romantis

__ADS_1


tanpa sadar ternyata sedari tadi pandangan bi Siti dari dapur tak lepas dari mereka berdua, melihat semua itu bi Siti pun tersenyum lega, karna keduanya sudah kembali mesra seperti sedia kala


"ddrrrtttt // ddrrrttt // ddrrrttt //...." tiba tiba ponsel Dian berdering dan ternyata nama Dewi muncul dilayar ponsel tersebut


"say.....sorry ya aku ganggu kamu" ucap Dewi terdengar dari seberang telepon


"iya gak apa apa, emangnya ada masalah apa ?" tanya Dian


"begini say, tadi malam sepulang dari acara kamu dihotel, Beni bilang mau kerumah aku untuk ketemu sama kedua orang tua aku malam ini" jawab Dewi


mendengar perkataan sahabatnya itu Dian langsung meng loud speaker ponselnya, biar percakapannya pun didengar oleh Yusuf


"tapi aku masih ragu say" balas Dewi


"kenapa kamu mesti ragu, aku tau siapa Beni dia laki laki yang baik dan selama aku menjadi temannya gak pernah aku melihatnya menggandeng wanita sebagai pacarnya" ucap Yusuf membalas ucapa Dewi


"kalo ia sudah ingin menemui orang tua kamu, berarti hubungan kalian sudah ketahap yang makin serius, harusnya kamu bangga sebagai wanita, ternyata Beni bukan lelaki yang ingin mempermainkan perasaan kamu" ucap Yusuf lagi semakin meyakinkan Dewi

__ADS_1


"iya mas...makasih ya mas Yusuf, Dian !!, atas sarannya, kalian memang sahabat aku yang paling baik, kalo begitu aku akan menghubungi Beni dan mengatakan kalo aku siap menerima kedatangannya ke rumah" ucap Dewi dengan penuh semangat


"iya !!, aku doakan semoga semuanya berjalan lancar dan jangan lupa, aku tunggu infonya besok dikantor" balas Dian


"aasssiiiaaaappppp !!!" jawab Dewi sekaligus mengakhiri cakap cakap mereka ditelepon


"sepertinya sebentar lagi teman kita bakalan mengakhiri masa lajangnya, mas" ucap Dian


"iya....semoga rencana baik mereka berjalan lancar" balas Yusuf


"aamiin....aamiin !!" jawab Dian


"oh ya sayang !!, kamu bilang kemaren mau jalan jalan, apa mau aku temani sekarang jalan jalannya ?" tanya Yusuf


"males ah.....aku sekarang maunya bermanja manja terus sama suami tercinta aku ini" jawab Dian yang semakin mengeratkan pelukannya disamping suaminya, dan Yusuf pun tersenyum melihat tingkah istrinya dan ia pun membalas pelukan istrinya sambil menciumi pucuk kepala istrinya, sebagai balas dendam karna sikap dinginnya selama beberapa hari ini


"aduuh mas !!, rupanya anak kamu ini gak bisa diajak kompromi, dari tadi nendang nendang perut aku terus" keluh Dian karna perutnya yang mendapat tendangan kecil dari bayi yang ada didalam kandungannya

__ADS_1


"sayaaaang !!, kamu jangan nakal ya sama bunda, jangan nendang nendang perut bunda terus, kasihan bunda ntar kesakitan" ucap Yusuf sambil mengelus perut Dian dan sesekali menciuminya, rupanya bayi yang ada dalam kandungan Dian merespon rasa sayang ayahnya dan mulai membuat gerakan gerakan kecil


"mas !, sepertinya anak kamu tau kalo ayahnya sangat sayang kepadanya, kamu rasakan gerakannya dengan lembut, ia merespon belaian sayang kamu" ucap Dian sambil memegangi tangan Yusuf yang ada diatas perutnya, Yusuf pun menanggapinya dengan senyum kebahagiaan


__ADS_2