
Keesokan harinya setelah ia selesai membersihkan tubuhnya dengan bantuan Yusuf, ia segera duduk dikursi yang terletak disebelah tempat tidurnya, untuk segera menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit, terlihat Yusuf dengan sabar dan telaten menyuapi istrinya
"mas !, habis ini kamu ambil ya bayi kita, aku mau susuin, kayaknya sudah waktunya deh ! nih dada aku rasanya kenceng sekali" ucap Dian sambil memgangi kedua buah dadanya yang terasa sedikit sakit
"iya...tapi kamu habisin dulu makanannya, biar ntar dedeknya makin puas minumnya" ucap Yusuf sambil terus menyuapi istrinya
tapi tak begitu lama, saat Yusuf masih menyuapi istrinya, tiba tiba pintu kamarnya diketuk dan masuklah seorang perawat dengan membawa box dorong bayi, nampak seorang bayi lucu yang tidur didalamnya
"pagi pak, bu ! ini bayi ibu, waktunya disusuin, dan untuk saat ini, biar babynya tidur dikamar ini, biar lebih dekat dengan orang tuanya, nanti kami ambil kalo waktunya dimandiin" ucap perawat tersebut lalu pergi meninggalkan Dian dan Yusuf
dengan langkah perlahan lahan Dian menghampiri box bayi tersebut, lalu sedikit membungkukkan badannya untuk mengambil bayinya, lalu menggendongnya dan membawanya duduk dikursi untuk disusuin
"mas tolong ambilin sapu tangan dan sekalian air hangat di mangkok kecil itu ya" perintah Dian, lalu Yusuf pun segera mengambilkannya dan Dian segera membersihkan ****** susunya sebelum dihisap oleh bayinya
"minum yang banyak ya sayang ! biar kamu cepet tumbuh besar" ucap Dian pada bayinya sambil mengelus pipinya yang sangat halus dan lembut
"iiihhh anak ayah, kuat banget ya minumnya, sisain dikit dong buat ayah" ucap Yusuf sambil ikut ikutan mengelus pipi bayinya dan dengan sedikit keusilannya berpindah mengelus buah dada istrinya yang sedang dihisap oleh bayinya
"apaan sih kamu mas ! usil banget, untuk sementara kamu puasa dulu, biar anak kamu yang menikmatinya" ucap Dian
"iya sayang aku ngerti kok !, kalo gitu aku minta yang ini aja ya !!" tiba tiba Yusuf dengan secepat kilat mencium bibir istrinya, Dian yang mendapatkan serangan mendadak dari suaminya, hanya tersenyum melihat keusilannya
"tok / tok/ tok /....!!!, terdengar suara pintu kamar diketuk dari luar, dan Yusuf pun segera membukanya, dengan kagetnya bercampur senang saat ia melihat kedatangan keluarga Dewi, begitu juga dengan Dian yang melihat kedatangan keluarga sahabatnya itu
"hheeiii....penganten barunya sudah keluar rumah nih ?" sapa Dian saat melihat kedatangan sahabatnya
kemudian Dewi langsung memeluk sahabatnya itu yang berdiri didekat box bayi, karna setelah menyusui bayinya Dian langsung meletakkannya kembali di box bayi, dan kemudian secara bergantian mama, papa Dewi dan juga kak Dewa menyalami Dian dengan memberikan ucapan selamat, begitu juga dengan Beni
"aduuhh ganteng banget keponakan aku ini" ucap Dewi saat melihat ke box bayi
__ADS_1
"udah coba kamu gendong, sekalian belajar kalo nanti kamu punya baby sendiri" ucap Dian
"gak berani ah, takut !" jawab Dewi
"kalo gitu biar aku aja yang gendong ya sayang !" ucap mamanya Dewi, lalu mengambil bayinya dari box bayi dan menggendongnya kemudian dibawanya duduk disofa disamping suaminya dan kak Dewa
"kayaknya mama pantes deh gendong cucu !" ucap mamanya Dewi
"iya tante !...buruan Wi, kayaknya mama kamu sudah gak sabar tuh ! pengen menimang cucu" ucap Dian sambil menyenggol Dewi yang duduk di tepi ranjang dekat Dian
"apaan sih kamu !" ucap Dewi malu malu
"oh ya gimana malam pertamanya ?, berapa ronde mainnya ? pasti seru deh !" tanya Yusuf menggoda Beni sahabatnya
"malam pertama apaan, seru apaan, orang lawannya lagi palang merah" jawab Beni, yang spontan membuat yang ada diruangan tersebut mengeluarkan tawa mereka, mendengar jawaban Beni
"sabar bro ! semua akan indah pada waktunya" ucap Yusuf sambil menepuk bahu sahabatnya itu
"masih belum kepikiran tan ! cuma aku maunya kasih dia nama Alif" jawab Dian
"bagus itu, nama yang bagus" ucap papanya Dewi
"lantas kamu kapan boleh pulangnya ?" tanya Dewi
"kemungkinan besok Wi" jawab Dian
saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba tiba bayi Dian menangis dipangkuan mamanya Dewi, dan sontak membuat mamanya Dewi kaget dan bingung
"sini tante, mungkin baby nya lagi buang air, jadi ia gerah, sini biar aku ganti popoknya !" ucap Dian meminta anaknya untuk ditidurkan diatas tempat tidur, lalu setelah bayinya diatas tempat tidur, Dian segera membuka kain bedongnya, dan segera mengganti popoknya dengan bantuan Yusuf
__ADS_1
"iiihhhh....pinter ya ! habis digantiin popok, ia tidur lagi" ucap Dewi saat melihat baby Dian yang sudah diletakkan didalam box bayi, sambil kembali memejamkan matanya
"oh ya Wi.....gimana dengan rencana bulan madu kalian ? kalo memang kalian setuju dengan rencana aku, kalian segera bilang ya. biar aku suruh Lisa mengurus semuanya, ya itung itung sebagai hadiah pernikahan kalian dari kantor" ucap Dian
"masih belum kepikiran say" jawab Dewi
"emangnya apa rencana kamu ?" tanya kak Dewa penasaran
"begini kak, aku berencana kasih Dewi, recomendasi untuk menginap di resort aku yang ada di Bali, dan semua fasilitas mulai dari tiket hingga akomodasi selama ia disana semuanya disediakan oleh kantor secara gratis, makanya kak aku minta sama Dewi kalo memang ia setuju, aku ingin ia ngomong secepatnya, biar bisa diurus oleh Lisa sekertaris aku" jelas Dian atas pertanyaan Dewa
"wuuiiiihhhh.....asyik dong ! udah buruan bulan madunya, mumpung dapat gratisan" ucap Dewa
"kakak mau ? kalo kakak mau, kakak juga bisa kok menginap gratis di resort aku di Bali, tapi ada satu syaratnya" ucap Dian
"emang apaan sih syaratnya ?" tanya Dewa lagi yang merasa penasaran
"syaratnyaaa....kakak harus menikah dulu" jawab Dian dan spontan disambut tawa oleh semua yang ada diruangan itu termasuk Dian
"aauuwww.....aduuhhh !!" tiba tiba Dian sedikit merintih dan memegangi perutnya
"kenapa sayang ?" tanya Yusuf khawatir
"iya kamu kenapa, apanya yang sakit ?" tanya Dewi lebih khawatir melihat sahabatnya merintih
"gak apa apa kok ! cuma perut aku agak nyeri sedikit" jawab Dian yang dibarengi dengan senyuman
"udah ah....kalo gitu kita pamit aja yuk ma ! kasihan biar Diannya bisa istirahat" ucap Dewi
"kasihan....apa kasihan, paling paling penganten barunya yang pengen buru buru istirahan" goda Dewa sama adiknya
__ADS_1
"apaan sih kak Dewa ini !" jawab Dewi sambil mencubit lengan kakaknya
"makasih ya, kalian sudah menyempatkan menjenguk aku disini" ucap Dian sambil memeluk sahabatnya saat mereka semua berpamitan