
Di dalam kamarnya, Luna yang merenungi nasibnya karna sepertinya Hendra meragukan kehamilannya, ia terus memikirkan bagaimana caranya agar Hendra mau bertanggung jawab atas bayi yang ia kandung
di dalam lamunannya tiba - tiba ia kepikiran apa yang sempat disarankan oleh Hendra agar dirinya mengatakan kehamilannya pada Yusuf, sebenarnya ia ragu untuk melakukannya, tapi sekali lagi terbersit dalam benaknya gak ada salahnya kalo ia coba, siapa tau ia mendapat simpati dari Yusuf orang yang pernah mencintainya
"hallo Vir !!!, aku bisa minta tolong tidak ?", ucap Luna yang sengaja menelpon sahabatnya Vira
"ada apa ?, malam - malam begini nelpon ?", jawab Vira dari seberang telponnya
"aku mau minta tolong, kamu cari tau dimana alamat rumah Yusuf yang baru, bisa kan ?...pliiiisss ???"
"emangnya kenapa mau tau alamat rumah Yusuf ?"
"udah deh !!!, ntar kamu juga bakalan tau"
"oke deh...besok aku coba tanyakan ke Beni alamatnya", ucap Vira mengiyakan permintaan Luna
"makasih ya....kamu memang sahabat terbaik aku", ucap Luna sambil cengar - cengir, lalu mengakhiri telponnya
keesokan harinya Vira yang sengaja mendekati Beni hanya untuk sekedar tau info dimana alamat rumah Yusuf dengan penuh basa - basi, akhirnya berhasil juga ia mendapatkan alamat tersebut, dan tak lama kemudian ia langsung menchat dan mengirim alamat Yusuf ke ponsel Luna
Luna yang menerima chat dari Vira nampak senyum - senyum sendiri sambil membaca chat tersebut, ia berniat sepulang dari kantor langsung menuju rumah Yusuf tanpa ditunda - tunda lagi
akhirnya jam pulang kantor pun tiba, seperti biasa Yusuf selalu setia menjemput Dian dari kantornya untuk pulang bersama - sama dirinya, di dalam perjalanan pulang, Dian ingin sekali makan siomay kesukaannya, dan mereka berdua pun segera menuju kedai penjual siomay yang ada di pinggir jalan yang selalu mereka lewati
sementara di rumah Dian, Luna yang datang disambut oleh bi Siti, dan mempersilahkan Luna untuk menunggu majikannya di ruang tamu, Luna pun begitu kagum melihat rumah Yusuf yang nampak begitu asri dari luar dan ternyata didalamnya pun tak jauh dari kenyamanan, nampak foto pengantin Dian dan Yusuf terpajang diruangan tersebut, yang sempat membuat rasa iri di hati Luna, ia bergumam dalam hati "mengapa bukan dirinya yang bersanding dengan Yusuf di foto tersebut"
"mas....sepertinya kita kedatangan tamu", ucap Dian saat sampai dihalaman rumahnya dan melihat motor Luna terparkir di situ
__ADS_1
"kira - kira siapa ya mas yang datang ?"
Yusuf tak berkata apapaun, ia hanya mengangkat kedua bahunya
sesampainya di depan rumah, Dian dan Yusuf langsung masuk dan melihat seorang wanita sedang duduk diruang tamu rumahnya sambil memainkan ponselnya
"maaf anda siapa ?", pertanyaan Dian sempat membuat Luna kaget dan segera menoleh kearah suara tersebut
tapi Luna langsung berdiri dan langsung menghambur dan memeluk Yusuf, Dian yang melihat hal itu langsung heran dan kaget dengan tingkah wanita tersebut
"Yusuf.....aku hamil", ucap Luna yang langsung keluar dari mulutnya dan terus memeluk Yusuf tanpa menghiraukan Dian yang ada disampingnya
Dian yang mendengar semua itu merasa bagai disambar petir, karna tiba - tiba ada seorang wanita yang datang kerumahnya dan mengaku kalo ia hamil
"apa - apaan sih kamu, Luna !!!, ucap Yusuf yang berusaha melepaskan pelukan Luna dari dirinya
"di...dia...."perkataan Yusuf terputus, "aku Luna mantan pacarnya Yusuf", ucap Luna yang memotong perkataan Yusuf sambil mengulurkan tangan kanannya ke Dian, sementara tangan kirinya enggan untuk melepaskan Yusuf
"oohhh....kamu mantan pacar suami saya ?, spertinya kita pernah ketemu ya ?", ucap Dian sambil membalas tangan Luna dan menahan rasa sesak didadanya, serta air mata yang ia tahan agar tidak tumpah dihadapan wanita tersebut
"kalo begitu kalian selesaikan dulu masalah kalian berdua, saya tinggal masuk ke kamar", ucap Dian sambil berlalu meninggalkan mereka berdua
"maaf non....bibi gak tau kalo wanita itu....", rupanya bi Siti mendengar semua percakapan Dian dan Luna, dan bi Siti tidak meneruskan kata - kata nya, karna ia tidak mau makin menyakiti perasaan majikannya
"gak apa - apa bi....bibi gak salah", Dian berkata sambil terus berlalu berjalan menuju ke dalam kamarnya, didalam kamarnya Dian langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan langsung menyalakan shower lalu mengguyurkan ke seluruh tubuhnya, dan ia pun menangis sejadi - jadinya ditengah derasnya shower yang mengguyur tubuhnya
sementara di ruang tamu Luna yang masih memeluk tubuh Yusuf tiba - tiba menangis dalam pelukan Yusuf
__ADS_1
"sebenarnya apa sih mau mu Lun ?", tanya Yusuf sambil berusaha melepaskan pelukan Luna yang begitu erat
"aku hamil !!!!", jawab Luna sambil melepaskan pelukannya dan mengusap air mata yang membanjiri pipinya
"lantas apa hubungannya sama aku ?"
"aku ingin kamu nikahi, agar anak yang aku kandung ini tidak dikatakan sebagai anak haram, karna ayah biologisnya gak mau bertanggung jawab", jawab Luna sambil sesekali mengusap air mata yang masih menetes dipipinya
"gila kamu !!!, mana mungkin aku akan menikahimu dan bertanggung jawab atas kehamilanmu, sedangkan itu bukan anak ku, apalagi kamu kan tahu sekarang aku sudah beristri, dan aku gak akan merusak kebahagiaan rumah tangga ku"
"jadi aku mohon padamu, jangan pernah kamu berharap lebih dariku, dan aku mohon sekarang juga pergilah dan jangan pernah ganggu kebahagiaan rumah tangga aku !!"
"tapi Yusuf.....aku bingung, apa yang harus aku lakukan dengan kehamilanku ini", ucap Luna memelas sambil menggenggam kedua tangan Yusuf
"itu urusamu, bukan urusanku !!!....terserah apa yang akan kamu lakukan, semua gak ada hubungannya denganku", ucap Yusuf sambil mengibaskan genggaman tangan Luna
"kamu tega !!!, kamu benar - benar tega sama aku, orang yang dulu pernah kamu cintai, orang yang dulu pernah menyayangi dan mencintaimu, ternyata kamu semudah itu melupakan semuanya.....ingatlah sampai kapanpun aku gak akan pernah melupakan perlakuanmu padaku", kemudian Luna pergi meninggalkan rumah Yusuf sambil terus meneteskan air mata dan sesekali mengusapnya
setelah kepergian Luna dari rumahnya, Yusuf pun segera beranjak menuju kamarnya, sesampainya ia didalam kamar ia melihat istrinya meringkuk diatas tempat tidur, ia langsung menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya
sasaat kemudian, saat ia selesai dan keluar dari kamar mandi, ia masih melihat Dian dengan posisi yang sama, lalu ia pun menghampirinya, dan membaringkan tubuhnya di belakang istrinya
"sayang....aku tau kamu sedih dan marah, dengan semua kejadian barusan, tapi percayalah padaku bukan aku yang menghamili Luna, aku sudah gak ada hubungan apa - apa lagi dengannya" ucap Yusuf sambil memeluk tubuh Dian dari belakang
"sudahlah mas !!!, jangan ganggu aku, aku mau istirahat", ucap Dian sambil menyingkirkan pelukan Yusuf dari tubuhnya dan suaranya terdengar parau karna cukup lama ia menangis
Yusuf yang melihat sikap istrinya tersebut tidak bisa berbuat apa - apa, ia hanya berbaring disamping Dian sambil menopangkan kepalanya diatas kedua tangannya yang ia letakkan di belakang kepalanya, ia berfikir dalam lamunannya, entah apa yang akan terjadi selanjutnya dengan rumah tangganya
__ADS_1