
keesokan harinya saat Dian membuka mata, bangun dari tidurnya, ia melihat suaminya duduk disamping tempat tidurnya sambil tersenyum kepadanya
"pagi sayang !!" sapa Yusuf sambil mencium kening Dian, dan disambut senyuman oleh Dian
"mas.....nanti kamu tanyakan ke dokternya ya... kira kira kapan aku boleh pulang, aku gak betah kalo harus lama lama disini, lagian kalo aku disini kamunya harus libur kerja terus terusan" ucap Dian sambil menggenggam tangan suaminya
"iya...nanti aku tanyain ke dokternya, sekarang kamu bersih bersih badan dulu dikamar mandi" ucap Yusuf dan disambut anggukan kepala istrinya
Yusuf pun segera membantu Dian berjalan menuju kamar mandi, dan dengan sabar menunggu istrinya didepan pintu kamar mandi sampai Dian keluar dari kamar mandi
beberapa saat setelah Dian keluar dari kamar mandi, tiba tiba terdengan suara pintu kamar diketuk "iya....silahkan masuk !!" ucap Yusuf
"pagi bu Dian, pak Yusuf !!"
"pagi dok !!" ternyata yang mengetuk pintu adalah seorang dokter yang akan memeriksa kondisi Dian
"gimana bu Dian, apa masih ada keluhan ?" tanya Dokter tersebut saat mulai memeriksa Dian
"alhamdulillah dok !!, sudah agak enakan" jawab Dian
"oh ya dok....kira kira kapan ya istri saya boleh pulang ?" tanya Yusuf
"kalo kondisi bu Dian sudah agak membaik, besok juga sudah boleh pulang" jawab dokter tersebut
"terima kasih dok !" ucap Yusuf sambil mengantar dokter tersebut sampai ke dwpan pintu kamar
"sekarang kamu sarapan dulu ya, habis itu lanjut minum obatnya" ucap Yusuf sambil menyodorkan nampan makanan dari rumah sakit ke arah istrinya, dan dibalas anggukan kepala oleh Dian, Yusuf pun dengan telaten melayani istrinya
"apa apaan sih kamu mas !!, aku kan masih bisa makan sendiri" ucap Dian saat suaminya mulai menyuapkan beberapa sendok makanan kemulutnya
"emangnya gak boleh kalo aku menyuapi istri aku sendiri ?, kan aku pengen manjain istri aku tercinta" ucap Yusuf sambil terus menyuapi Dian
Dian hanya bisa menurut dan pasrah dengan sikap suaminya, ia tidak bisa berkomentar apa apa lagi, dan hanya bisa menghela napas panjang sambil wajahnya terlihat agak manyun, sedangkan Yusuf hanya tersenyum melihat muka istrinya
__ADS_1
disaat Yusuf sedang asyik menyuapi istrinya, terdengar suara pintu kamar diketuk, dan tak berapa lama saat Yusuf membukakan pintu, nampak Dewi berjalan masuk menghampiri Dian
"kok bisa sih, kamu sampai kayak gini ?" tanya Dewi sambil memeluk tubuh dan mencium pipi kanan dan kirinya Dian
"aku kan sudah bilang sama kamu, gak usah pakai acara kerjasama kontrak sama Hendra, kamu nya juga sih yang gak mau dengerin kata kata aku, jadinya kan kayak gini" ucap Dewi yang terus aja nyerocos kayak kereta yang gak ada stasiunnya
"udah buk ngomelnya ?" jawab Dian sambil membetulkan posisi duduknya
"aku kan khawatir say, sama kondisi kamu, apalagi sekarang kamu kan lagi hamil" ucap Dewi sambil meletakkan laptop Dian diata meja diseberang tempat tidur Dian
"iya Wi...untung aja gak sampai terjadi apa apa sama kandungannya, dokter bilang gak ada yang perlu dikhawatirkan, cuma butuh istirahat dan minum obatnya aja, besok juga sudah boleh pulang" jawab Yusuf sambil duduk disebelah istrinya dan mencium pucuk rambut Dian
"syukurlah kalo gitu" ucap Dewi singkat
"lantas kamu gak mempermasalahkan si Hendra ke kantor polisi ? biar dia kapok" tanya Dewi yang sangat geram dengan perbuatan Hendra
"gak usah lah !, lagian semua pemutusan kerjasama sudah ditangani oleh pengacara ku, dan untuk kejadian ini yang penting gak sampai terjadi masalah fatal, jadi gak perlu sampai bawa bawa polisi segala, ntar jadi panjang urusannya" jawab Dian
"kamu tuh ya....., ahh udah lah, aku mau balik lagi ke kantor !, ntar kalo kelamaan disini, bisa bisa gaji aku dipotong sama bos aku" ucap Dewi sambil berdiri dari duduknya dan dibalas tawa oleh Dian dan Yusuf
"aahhhh kamu bisa aja, udah ya aku ke kantor dulu !, kalo ada apa apa cepat hubungi aku !" ucap Dewi sambil memeluk tubuh Dian, lantas Dewi segera melangkah meninggalkan Dian
"hati hati ya !!" ucap Dian saat Dewi di depan pintu kamar, dan dibalas lambaian tangan Dewi dan segera tubuhnya menghilang dibalik pintu
setelah kepergian Dewi, Dian pun langsung kembali merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya dan Yusufpun membantu memasangkan selimut ditubuh istrinya
"mas, aku tidur sebentar ya ?, mata aku ngantuk banget, mungkin karna pengaruh obat yang barusan aku minum tadi, oh ya....nanti kalo sudah jam 10, tolong kamu bangunin aku ya !!, aku mau pantau jalannya rapat direksi" ucap Dian yang langsung memejamkan matanya, dan dibalas ciuman Yusuf dikeningnya, "iya kamu istirahat aja, aku akan menemanimu disini" bisik Yusuf ditelinga istrinya
dua jam sudah Dian terlelap dalam tidurnya dan tepat pukul 10 seperti permintaan Dian, Yusuf segera membangunkan istrinya "sayang sudah jam 10, tadi katanya minta dibangunin j 10 !!" bisik Yusuf pelan, dan Dian pelan pelan membuka matanya dan melihat wajah suaminya tepat disamping wajahnya, langsung tangannya menyentuh pipi suaminya dan dibalas kecupan lembut Yusuf ditangan istrinya
"mau aku bawain laptopnya kesini ?" tanya Yusuf
"gak usah mas, biar aku duduk disofa itu aja, lagian aku juga sudah enakan kok !" jawab Dian yang langsung berjalan ke arah sofa panjang sambil dibatu oleh Yusuf
__ADS_1
sebelum ia memulai mengikuti jalannya rapat direksi, terlebih dahulu ia mencuci mukanya karna ia gak mau terlihat seperti orang yang barusan bangun tidur didepan para peserta rapat yang notabene adalah petinggi petinggi AH corporation
"Lisa.....tolong kamu sambungkan laptop aku ini dengan proyektor yang ada di ruangan rapat, biar aku bisa memantau jalannya rapat yang ada disitu" ucap Dian saat menghubungi sekertarisnya melalui ponselnya
"baik bu" jawab Lisa singkat dari balik telponnya
"siang bu Dian !" sapa beberapa orang yang hadir di dalam ruang rapat tersebut, saat laptop Dian sudah tersambung dengan proyektor yang ada di ruangan rapat
"siang juga !" jawab Dian singkat, tak berapa lama nampak Dian sudah larut dalam rapat tersebut, Yusuf hanya bisa memandangi istrinya yang nampak serius mengikuti jalannya rapat dan sesekali Dian memberikan masukan dan keputusan ke pada para peserta rapat, setelah beberapa lama Dian sibuk dengan jalannya rapat dikantornya, tiba tiba masuklah pak Agung papanya Dian
"siang pa !" sapa Yusuf dan langsung menyalamai serta mencium telapak tangan mertuanya, dan dibalas senyuman oleh mertuanya
"siang pak Agung !" sapa para peserta rapat dengan serentak saat melihat sosok papanya Dian dari layar proyektor
"siang juga !" balas pak Agung, "silahkan lanjutkan lagi meetingnya !" jawab pak Agung lagi
setelah beberapa saat akhirnya rapat pun selesai dan Dian segera mengakhirinya dan menutup kembali laptopnya
"papa, sama siapa papa kesini ?, mana mama ?" tanya Dian sambil berjalan kearah papanya dan mencium tangan orang tuanya itu
"papa kesini diantar pak Atmo, kalo mama kamu gak bisa ikut, katanya ada arisan dirumah temannya, nanti pulang dari sini papa disuruh sekalian jemput mama kamu" jawab pak Agung
"oohhh" jawab Dian singkat "emangnya ada apa sih pa ?, apa yang mau papa omongin sama aku ?" tanya Dian lagi
"begini sayang, setelah kejadian ini, papa pikir pikir, gimana kalo suami kamu kerjaannya pindah ke kantor kamu aja, sekalian jadi asisten pribadi kamu, jadi ada yang ngawasin kamu" jawab pak Agung
"gak pa !!....Dian gak setuju, mas Yusuf kan suami aku, mana mungkin dia jadi asisten pribadi aku, ntar apa kata orang, pokoknya aku tetap gak setuju" ucap Dian sambil menunjukkan muka yang sedikit ditekuk dihadapan papanya
"tapi ini semua demi kebaikan kamu sayang !!, atau kalo gitu papa kasih kamu pengawal pribadi biar ada yang selalu jagain dan mengawasi kamu 24 jam" jawab pak Agung lagi, karna pak Agung begitu menyayangi keluarganya jadi ia siap melakukan apapun demi keluarganya
"tapi pa...aku sudah cukup ada Lisa sebagai sekertaris aku dan aku juga bukan anak kecil lagi, aku bisa jaga diri aku sendiri, aku tetap gak mau pakai pengawal pengawal segala, bikin ribet dan gak leluasa" jelas Dian
"iya pa !!, saya cukup antar jemput Dian aja, gak enak juga kalo harus kerja satu kantor dengan istri, dan saya berjanji akan selalu jagain anak papa ini 24 jam non stop" ucap Yusuf sambil merangkul istrinya dari samping
__ADS_1
"ya udah, kalo itu mau kalian...papa gak akan maksa, papa percaya pada kalian berdua, tapi kalo kalian butuh bantuan papa, papa siap membantu !!" jawab pak Agung
"kalo gitu sekarang papa pulang dulu, sekalian mau jemput mama kamu arisan" pak Agung segera berpamitan dan melangkah keluar ruangan perawatan Dian