
Hari pernikahan Dian tinggal satu hari lagi.
kedua keluarga masing - masing sibuk menyiapkan segala sesuatunya.
undangan pun sudah mulai disebar kesanak family dan teman - teman mereka.
rumah Dian pun sudah nampak ramai, beberapa tenda juga sudah mulai dipasang, karna memang pernikahan Dian dan Yusuf akan dilaksanakan dirumah Dian, berbagai hiasan dan janur kuning juga sudah menghiasi rumah Dian.
begitu juga dengan Dian dan Yusuf yang sibuk menyelesaikan pekerjaan mereka dikantor masing - masing, karna mereka akan mengambil libur cuti nikah.
dikantor Dian, para karyawan sibuk membicarakan pimpinan mereka yaitu Dian.
"kira - kira siapa ya lelaki yang bisa membuat bu Dian jatuh cinta ?, sedangkan kita tau kalo bos kita itu anti sama yang namanya cinta ?", tanya salah seorang karyawan Dian.
"tentunya lelaki itu bukan orang sembarangan, karna lelaki tersebut sudah meluluhkan hatinya bos kita", jawab karyawan yang lain.
"mungkin juga lelaki itu sama - sama bos dari perusahaan lain", ucap karyawan satunya lagi.
"kalian pada ngomongin apa sih ?", tanya Dewi yang tiba - tiba mengagetkan para karyawan yang sedang membicarakan Dian.
"eh....anu...itu....", jawab salah seorang karyawan Dian.
"sudah lanjutkan pekerjaan kalian masing - masing, kalo ketahuan sama Dian kalian sedang ngerumpi, bisa - bisa kalian semua kena hukuman", ucap Dewi memperingatkan.
sementara Dian yang sedang sibuk dengan pekerjaanya, tak menyadari kalo dirinya sedang dibicarakan oleh karyawannya.
"drreettt....drreett....dreett....", tiba - tiba ponsel Dian berbunyi, ternyata mamanya yang menelpon.
__ADS_1
"ada apa ma ?", tanya Dian.
"nanti kamu pulangnya biar dijemput sama Yusuf ya...karna pak Atmo sekarang lagi ngantar mama ke tempat catering", jawab mamanya dari seberang telpon.
"gak usah ma....nanti biar aku pulang sama - sama Dewi aja", kata Dian.
"gak bisa gitu sayang...mama tadi sudah telpon Yusuf, mama suruh jemput kamu dikantor", ucap mamanya.
"tapi ma.....", kata - kata Dian terputus karna mamanya tiba - tiba mematikan sambungan telponnya.
"huufftt.....dasar mama", gerutu Dian dalam hatinya yang kesal.
Sementara ditempat kerja Yusuf, undangan pun sudah diterima teman - temannya, sehingga teman - temannya pun tak henti - hentinya menggoda Yusuf.
"aduh - aduh yang mau jadi pengantin.....senengnya !!!!", goda salah satu temannya.
"kalian tau tidak.....bentar lagi teman kita ini akan jadi bos besar, mungkin juga ia akan berhenti kerja dan melupakan kita disini", ledek Beni.
"kamu ini ngomong apa sih...siapa juga yang akan jadi bos, aku akan tetap kerja disini dan akan tetap menjadi teman kalian semua", ucap Yusuf.
"yang bos itu kan istri aku dan yang kaya itu kan keluarga istri aku juga...sedangkan aku dan keluarga aku hanya orang sederhana, jadi aku sadar diri siapa aku sebenarnya", jelas Yusuf.
"oke - oke.....aku percaya koq sama kamu", kata Beni sambil menepuk bahu Yusuf
"oh ya.....nanti pulangnya aku nebeng ya, soalnya mobil aku lagi ada dibengkel", kata Beni.
"sorry ya bro...aku gak bisa, soalnya nanti aku disuruh calon mertuaku jemput Dian dikantornya, karna sopirnya lagi ngantar mamanya", jelas Yusuf.
__ADS_1
"oke bro....gak apa - apa, nanti biar aku pakai jasa gojek aja", kata Beni.
jam dinding pun sudah menunjukkan pukul empat sore, saatnya jam pulang kantor tiba.
seperti pesan mamanya Dian, Yusuf pun langsung menuju kekantor Dian untuk menjemputnya pulang.
tak lama kemudian sampailah Yusuf dihalaman kantor Dian, ia hanya menunggu di dalam mobil.
sementara di dalam kantor Dian pun bersiap - siap untuk pulang, ia sibuk membereskan file - file yan ada diatas mejanya dan segera mematikan laptopnya.
setelah itu ia segera melangkah menuju luar ruang kerjanya, dan sesampainya ia dilobby lantai dasar ia melihat mobil Yusuf sudah berada dia area parkir.
setelah Yusuf melihat Dian keluar dari kantornya ia segera keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobilnya, dan Dian pun masuk tanpa berkata apapun.
belum lama mobil Yusuf melaju, tiba - tiba ponsel Dian berbunyi dan ternyata mamanya sedang mengirim pesan untuknya.
"kita langsung ke tempat mama ya !!!, kata Dian.
"emang mama kamu lagi dimana?", tanya Yusuf.
"sekarang mama sedang ada di butik temannya mama. kita disuruh kesana untuk fitting baju pengantin", jawab Dian.
"hhhmmmmm...", Yusuf langsung mengarahkan laju mobilnya mengikuti perintah Dian.
sesampainya ditempat tujuan, Dian dan Yusuf langsung menuju lantai atas tempat dimana ia dan Yusuf fitting baju pengantin.
disana sudah ada mamanya dan pemilik butik tersebut.
__ADS_1
tak sampai berapa lama mereka pun sudah selesai fitting baju pengantinnya, setelah itu Yusuf, Dian dan mamanya segera meninggalkan tempat itu .