Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Ketemu mantan


__ADS_3

"Lisa.....tolong kamu siapkan berkas yang sudah saya tanda tangani kemaren, nanti mau saya bawa meeting bersama Andika di hotel X", pinta Dian saat selesai makan siang


"baik bu !!, akan segera saya siapkan", jawab Lisa


lalu Dian pun melangkahkan kakinya menuju ruang pantry, dan ternyata kebetulan disana ada Andika yang sedang asyik membuat kopi


"waahh....pak Andika, rupanya suka ngopi juga ya ?", tiba - riba pertanyaan Dian yang sempat membuat kaget Andika


"eehhhh...bu Dian !!!, iya bu, ini saya lagi pengen aja ngopi", jawab Andika sambil membawa kopinya ke meja yang ada di ruangan tersebut


"oh ya pak Andika...., jangan lupa ya satu jam lagi kita berangkat ke hotel X, untuk membahas masalah kemaren yang sudah kita sepakati dengan klien kita dari Australi", ucap Dian sambil menyesap minuman yang ada di tangannya


"baik bu.....semua berkasnya juga sudah saya siapkan", jawab Andika


Dian pun hanya tersenyum dan lalu pergi meninggalkan Andika di ruang pantry yang masih asyik menikmati secangkir kopinya


tak lama kemudian mereka berdua segera meninggalkan kantor AH corporation menuju hotel X dengan diantar sopir perusahaan


hanya butuh waktu beberapa menit saja, akhirnya mereka berdua pun sampai di tempat yang dituju


seorang receptionis hotel menyambut kedatangan Dian dan Andika dengan ramah dan sopan, lalu mengantarkan mereka berdua ke lantai empat, dimana meeting akan dilaksanakan


saat sampai didepan ruangan yang dituju, receptionis tersebut membukakan pintu dan mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ruangan tersebut


didalam ruangan tersebut sudah ada beberapa orang yang siap mengikuti meeting termasuk klien mereka yang dari Australi, mereka semua menyambut kedatangan Dian dan Andika dengan saling bersalaman satu sama lain


kemudian meeting pun segera dimulai


sementara di tempat lain


/// dddrrrttt !!! ///


"ada apa Hendra ???, kenapa kamu tiba - tiba nelpon aku ??", tanya Luna pada Hendra yang sedang menelponnya dari tempat lain


"aku mau ketemuan sama kamu sekarang juga di hotel X tempat aku menginap", pinta Hendra pada Luna


"emangnya kamu sekarang ada di kota ini ?", tanya Luna


"iya....sudah jangan banyak tanya, aku mau sekarang juga kamu kesini !!!", pinta Hendra lagi


"iya....iya...!!!, sabar dikit dong !!!, aku juga kan perlu minta ijin sama atasan aku, kamu tau kan jam - jam segini aku masih kerja", ucap Luna dengan nada sedikit kesal

__ADS_1


"hhheeemmmm....", lalu Hendra mengakhiri pembicaraannya denga Luna


tak berapa lama kemudian akhirnya Luna sampai juga di hotel yang dimaksud Hendra


Luna langsung masuk ke lobby hotel tersebut dan menunggu Hendra yang sudah ia kabari kalo ia sudah sampai


beberapa menit kemudian nampak Hendra muncul dan menuju tempat dimana Luna sudah menunggu dirinya


"apa kabar Luna !!!", ucap Hendra sambil menyodorkan tangannya ke arah Luna dan disambut baik oleh Luna


"heemmm....baik !!!"


"memangnya ada perlu apa, sampai kamu meminta aku menemuimu ditempat ini ?", tanya Luna yang sempat bingung dengan Hendra


"santai bro....ayo duduk dulu !!!,


"begini aku mau membantumu untuk bisa mendapatkan mantan pacar kamu kembali, tapi dengan satu syarat, kamu harus menuruti semua perintahku, tanpa banyak tanya sedikitpun", ucap Hendra


"apa maksudmu ???", tanya Luna sambil mengernyitkan keningnya menandakan ia semakin tak mengerti apa yang dimaksud oleh Hendra


"sudahlah....aku kan sudah bilang, jangan banyak tanya, kamu mau tidak kembali sama mantan pacar kamu ?", jawab Hendra, dan kembali melontarkan pertanyaan pada Luna


"iya....iya....aku mau !!


"tenang !!!, santai !!!, untuk awal permulaan, sekarang kamu telpon mantan pacar kamu itu, kamu suruh ia kemari, bilang kalo kamu mau ketemu ada hal penting yang harus dibicarakan", perintah Hendra pada Luna


"memangnya apa yang mau kamu perbuat padanya ?", tanya Luna lagi


"sudah aku katakan jangan banyak tanya, lakukan saja perintahku kalo kamu mau kembali sama mantan kamu itu", jawab Hendra


"aku duduk diseberang sana, aku lihat dari kejauhan apa yang akan terjadi", ucap Hendra sambil berlalu dari hadapan Luna dan menuju tempat duduk yang dimaksud


Luna lantas membuka ponselnya dan mulai mencari nomor yang akan dituju, ia mulai memencet nomor Yusuf tapi dalam hatinya masih bertanya - tanya, kenapa Hendra ingin sekali membantunya dan iapun tak mengerti dengan semua rencana Hendra


tak lama kemudian nampak lah Yusuf masuk ke dalam lobby hotel tersebut, dan mendapati Luna yang duduk disalah satu sofa di lobby tersebut, lalu ia segera menghampirinya


"ada apa lagi Luna ?", tanya Yusuf saat tiba dihadapan Luna


" kita kan sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi, jadi aku mohon kamu jangan pernah ganggu aku lagi", ucap Yusuf sambil membalikkan tubuhnya dan hendak meninggalkan Luna


tapi belum sempat Yusuf melangkahkan kakinya, tiba - tiba tangannya ditarik oleh Luna

__ADS_1


"tunggu dulu dong...!!!, aku mohon kamu pertimbangkan lagi ucapan kamu itu, apa hubungan kita sudah tidak bisa di perbaiki lagi ?, apa kita tidak bisa memulainya dari awal lagi ?", ucap Luna sambil terus memegangi tangan Yusuf


saat Luna sedang berbicara dan memegangi tangan Yusuf, mereka berdua tidak menyadari kalo ternyata Dian sudah berdiri dan mendapati suaminya berpegangan tangan dengan wanita lain


"mas !!!, kamu disini juga ?, ada urusan apa kamu disini ?", tiba - tiba pertanyaan Dian membuat Yusuf kaget dan secepatnya melepaskan tangan Luna dari tangannya


"sa....sayang....!!!, ka...kamu....???, kamu sudah dari tadi di sini ?", tanya Yusuf


"iya....aku ada meeting sama klien aq dari australi", jawab Dian


"sayang....kamu mau langsung pulang apa kembali lagi kekantor ?, kalo langsung pulang sekalian sama aku ya ?"


"oh ya sayang.....ini Luna teman aku", ucap Yusuf sambil memperkenalkan Luna pada istrinya


lalu Dian mengulurkan tangannya pada Luna dan disambut baik oleh Luna


"aku Dian....istrinya mas Yusuf"


Luna hanya tersenyum, ia sempat terpaku saat bertatapan langsung dengan Dian, ia hanya menggerutu dalam hati "pantas aja Yusuf begitu mencintai istrinya, ternyata istrinya benar - benar wanita sempurna, sudah cantik, anggun, kaya pula"


"aku duluan ya mas, Luna.....aku masih harus kembali lagi ke kantor", pamit Dian sambil melangkahkan kakinya menjauh dari mereka berdua dan diikuti oleh Andika


"sayang....tunggu !!!", teriakan kecil Yusuf sempat menghentikan langkah Dian


"nanti aku jemput seperti biasa ya...!!!, dan aku akan jelaskan semuanya di rumah", ucap Yusuf sambil memegang tangan istrinya


Dian hanya tersenyum manis lalu mengusapkan tangannya dengan lembut ke pipi suaminya, dan ia pun melanjutkan langkahnya meninggalkan Yusuf


"Yusuf kamu mau kemana ?", tanya Luna yang melihat Yusuf menjauh darinya


"aku harus kembali lagi ke kantor dan aku rasa kita tidak ada urusan lagi, sekali lagi aku minta sama kamu jangan pernah ganggu aku dan rumah tangga aku", ucap Yusuf sambil berlalu dari hadapan Luna


Hendra yang melihat semuanya dari kejauhan hanya tersenyum, dan berdiri dari tempat duduknya lalu beranjak menghampiri ke arah Luna


"bagus !!!, ini hanya permulaan", ucap Hendra sambil duduk didepan Luna


"bagus apanya....", jawab Luna dengan wajah sedikit kesal


"oohhh....rupanya kamu memang sengaja menyuruh Yusuf menemuiku disini, karna kamu tau kalo istrinya Yusuf ada disini, iya ???", tanya Luna


"hheeemmmm", Hendra hanya tersenyum kecil ke arah Luna

__ADS_1


"lantas apa lagi rencana kamu selanjutnya ?", tanya Luna


"tenang !!!, kalo sudah tiba saatnya aku akan kasih tau kamu, dan kamu tinggal melaksanakan sesuai perintahku", ucap Hendra sambil tersenyum licik


__ADS_2