
Setelah seminggu sudah, akhirnya mereka berdua resmi menempati rumah baru mereka.
pada awalnya mama Dian tidak menyetujuinya, namun apa boleh buat, karna Dian sekarang sudah menjadi tanggung jawab Yusuf suaminya.
kehidupan mereka dirumah baru seperti biasa, tak ada bedanya seperti saat mereka tinggal dirumah orang tua Dian.
setiap pagi Dian berangkat kerja diantar suaminya dan pulang kerjapun dijemput oleh suaminya.
"pagi bu Dian....", sapa Lisa sekertarisnya.
"pagi.....", jawab Dian.
"maaf bu Dian, siang nanti ibu ada jadwal meeting dengan pt. angkasa jaya membahas masalah pembangunan real estate di kota C", kata Lisa.
"oh ya....saya ingat, kamu siapkan saja materinya dan nanti kalo tamunya sudah datang kamu bilang sama receptionis, suruh tamunya langsung ke ruang meeting di lantai 3" ucap Dian.
"baik bu.....", Lisa langsung keluar dari ruang kerja Dian.
"Dewi kamu nanti ikut meeting dengan pt. angkasa jaya ya...!!!!", ucap Dian saat Dewi masuk ke ruang kerja Dian.
"baik bos...", jawab Dewi sambil duduk di sofa.
saat Dian dan Dewi sedang ngobrol membicarakan materi yang akan di bahas di acara meeting siang ini, tiba - tiba telpon dimeja Dian berbunyi.
"maaf bu...ternyata pihak pt. angkasa jaya tidak bisa datang ke sini, mereka minta meetingnya dilaksanakan di rumah makan Purnama sekalian makan siang", kata Lisa dibalik telponnya.
"baik, kamu siapkan saja semua yang perlu dibawa, sekalian kamu telpon salah satu sopir perusahaan untuk stand by mengantar kita", ucap Dian .
"orang aneh...", gerutu Dian yg merasa kesal.
"emang ada apa sih?", tanya Dewi penasaran
__ADS_1
"itu...tu....pihak pt.angkasa jaya tiba - tiba membatalkan meeting disini, mereka minta katanya meetingnya di rumah makan Purnama sekalian makan siang", jawab Dian sambil menyiapkan beberapa file.
"ohhh....kalo gitu aku siap - siap dulu ya, sekalian aku minta sekertarisku menyiapkan berkas - berkas yg perlu dibawa", ucap Dewi sambil melangkah ke luar ruangan.
tak beberapa lama mereka semua berangkat ke rumah makan purnama diantar salah satu sopir perusahaan.
sesampainya disana ternyata dari pihak pt. angkasa jaya sudah menunggu di sebuah ruangan yang khusus dipakai untuk acara - acara meeting dari berbagai perusahaan.
mereka dari pt. AH corporation disambut oleh salah satu receptionis dan diantar menuju ruangan tersebut.
diruangan tersebut sudah duduk tiga orang dari pt. angkasa jaya.
ada seorang yang berdiri dekat kaca jendela menatap keluar, ia adalah bos besar dari pt. angkasa jaya.
"selamat siang", ucapaku saat memasuki ruangan tersebut dan mengambil posisi duduk di kursi yang sudah disediakan.
"siang ....", mereka semua membalas ucapan Dian, kecuali bos mereka yang masih berdiri di dekat jendela.
"maaf bu, tadi secara tiba - tiba kami membatalkan untuk meeting di kantor anda, karena bos kami ingin sekalian menjamu anda semua untuk makan siang", ucap salah satu perempuan yg ternyata sekertaris dari pt. angkasa jaya.
"pak presdir silahkan, meeting nya sudah bisa dimulai", ucap salah satu pegawai dari pt. tersebut.
tanpa berkata apa - apa, lelaki tersebut membalikkan badannya dan berjalan menuju kursi disebelah Dian.
alangkah terkejutnya Dian dan Dewi saat lelaki tersebut melangkah menuju kearah mereka.
Dian dan Dewi saling berpandangan seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat, begitupun dengan lelaki tersebut tiba - tiba membelalakkan matanya kearah Dian seperti melihat hantu disiang bolong.
"selamat siang pak.....!!!!", ucap Dian sambil berdiri dan mengulurkan tangannya, seolah ia tidak mengenalnya.
"bagaimana kabarmu Dian ?", jawab lelaki tersebut sambil menyambut uluran tangan Dian.
__ADS_1
"maaf pak....kita mulai saja meetingnya sekarang, karna saya gak punya waktu lama disini", ucap Dian sambil segera menarik tangannya dari tangan lelaki tersebut.
"baiklah kita mulai saja sekarang", ucap lelaki tersebut.
meeting pun berlangsung dengan berbagai presentasi dari masing - masing perusahaan, dan disaat meeting berlangsung pandangan lelaki tersebut tak lepas menatap ke arah Dian.
"kenapa ia yang menjadi klien kita?", bisik Dewi ke Dian.
Dian hanya mengangkat kedua bahunya tanpa berkata apapun, seoalah ia tak memperdulikan dengan perkataan Dewi.
"baiklah semua sudah kita sepakati bersama, sekarang tinggal penandatanganan kontrak dari masing - masing perusahaan", ucap salah satu pegawai dari pt. angkasa jaya.
setelah semua deal dan meeting pun berakhir Dian dan yang lainnya bersalaman sebagai tanda kesepakatan dari kedua pihak.
"silahkan bu Dian dan yang lainnya langsung menuju ketempat yang sudah kami sediakan untuk melanjutkan acara selanjutnya yaitu makan siang bersama", ucap salah satu pegawai dari pt. angkasa jaya sambil membuka pintu ruangan tersebut.
Dian dan yang lainnya langsung menuju tempat yang sudah disediakan, dimeja tersebut sudah tertata berbagai macam menu special dari rumah makan tersebut.
"silahkan menikmati hidangannya", kata salah satu pegawai rumah makan tersebut.
saat makan siang berlangsung tiba - tiba lelaki tersebut mengambil posisi duduk disebelah Dian, tapi Dian tak memberikan respon apapun, ia hanya menikmati makanan yang ada dipiringnya dan sesekali tangannya memainkan ponsel yang ada didepannya.
"aku gak menyangka kita akan bertemu lagi disini", kata lelaki tersebut sambil melahap makanannya.
"iya...tapi kita bertemu sebagai rekan kerja, bukan yang lain", jawab Dian dengan nada sinisnya.
"berarti aku akan sering menemuimu baik dikantor maupun diluar kantor", ucap lelaki tersebut dengan menyunggingkan senyum dibibirnya.
tanpa membalas perkataan lelaki tersebut, Dian langsung berdiri dari tempat duduknya dan hendak meninggalkan tempat tersebut.
tapi tiba - tiba tangan Dian ditarik oleh lelaki tersebut.
__ADS_1
"lepaskan...anda benar.- benar tidak sopan bertingkah seperti ini didepan anak buah anda", ucap Dian sambil melepaskan genggaman tangan lelaki tersebut.
kemudian Dian melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat tersebut dengan raut wajah marah dan disusul Dewi serta beberapa pegawainya yang lain.