Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Konflik batin


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa dian berangkat kekantor diantar oleh pak atmo. Setelah sampai didepan lobby dian langsung masuk menuju ruangan kerjanya, tak lupa seorang receptionis membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada dian.


hari ini dian datang kekantor agak sedikit terlambat karna semalam dian sulit memejamkan mata karna memikirkan kemauan orang tuanya.


" pagi bu dian..., maaf sebentar lagi ada meeting dg klien dari kota B ", sapa lisa sekertaris dian.


" oh ya lisa tolong kamu cancel semua meeting hari ini, dan untuk hari ini saya gak ingin diganggu dulu, kalo ada tamu atau klien dari perusahaan lain kamu handle sendiri dulu", jawab dian sambil berjalan masuk ruang kerjanya.


lalu dian menuju kearah kursi kerjanya dan duduk membelakangi meja kerjanya menghadap ke jendela, dian menatap langit yang tampak cerah tanpa tertutup awan. pandangan dian nampak kosong, seperti ada yang sedang difikirkan.


Dian terus berfikir bagaimana caranya agar perjodohan ini tidak jadi alias batal.


" lisa.....dian sudah datang ?", tanya dewi pada lisa didepan pintu ruang kerja dian.


" sudah....bu dian sudah datang, tapi maaf bu dewi, bu dian tidak bisa diganggu dulu ", jawab lisa.


" aneh.....bukankah seharusnya ini tadi ada meeting, tapi kenapa malah sekertarisnya bilang gak mau diganggu, pasti ada yang gak beres, biasanya kalo dian berbuat kayak gini pasti ia sedang ada masalah ", gumam dewi dalam hatinya sambil ia membuka pintu ruang kerja dian.


" haiii say...bukannya ini tadi ada jadwal meeting sama klien dari kota B ?", sapa dewi sambil duduk di sofa panjang yang ada di pojok ruang kerja dian.


Dian tidak menyadari kalo dewi sudah ada dan duduk didalam ruangannya. pikirannya melayang entah kemana.


" hello.....kamu denger gak sih apa yg aku katakan? ", suara dewi agak meninggi dengan nada sedikit kesal.


tanpa berkata apapun dian langsung membalikkan kursi kerjanya menghadap kearah dewi.


" emang ada masalah apa sih....sampai lisa bilang kamu gak mau diganggu dan mencancel semua meeting hari ini, ? ", tanya dewi dengan sedikit penasaran.


Dian menarik napas panjang, dan duduk disebelah dewi.


"begini wi ....tadi malam papa sama mama ngomong ke aku kalo mereka berdua berniat menjodohkanku dengan seseorang, yang aq sendiri gak pernah tau siapa orang itu", dian menjelaskan pada dewi masalah yg sedang dihadapi.


" apaaa ...", dewi seakan terkejut mendengar penjelasan dian. ia seakan tak percaya dengan semua yang didengarnya.

__ADS_1


" apa kamu gak salah ngomong ?", tanya dewi yg sepertinya butuh kejelasan dari dian.


dian hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil menyandarkan punggungnya di sofa.


" lantas apa yang membuat orang tuamu sampai punya pikiran seperti itu ?", tanya dewi.


" papa bilang ke aku kalo orang itu dulu pernah berhutang nyawa sama seseorang, peristiwa itu terjadi dua puluh lima tahun yang lalu, waktu aku masih berusia satu tahun. papa pernah mengalami kecelakaan dan hampir merenggut nyawanya, tapi untung saja orang tersebut mau mendonorkan darahnya untuk papa ", lantas sekarang aku harus mau menikah sama anak orang itu sebagai balas budi papa sama orang tersebut ". jelas dian pada dewi.


" aku bingung wi .... apa yang harus aku lakukan ?, sedangkan papa bilang kalo keluarga mereka mau datang ke rumah seminggu lagi untuk kenalan sekaligus lamaran, aku gak mau kalo semua ini benar - benar terjadi ". ucap dian yang penuh kecemasan.


" kamu coba bicara lagi sama kedua orang tuamu ... siapa tau mereka mau merubah keputusannya ", dewi memberi saran pada dian.


" tapi wi ..... kayaknya keputusan papa sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat, karna beliau bilang itu janji papa pada orang tersebut, dan papa harus menepatinya ", jelas dian.


" kalo gitu sekarang semua keputusan ada ditangan kamu, apa yang menurutmu baik lakukanlah ". ucap dewi agak sedikit pasrah sambil meninggalkan dian yang masih dengan lamunannya.


--------- ##### ----------


yusuf pun duduk di depan meja kerjanya dengan pandangan kosong yang mengarah entah kemana. ia berada di situ tapi pikirannya melayang tak karuan. yusuf juga masih kepikiran omongan kedua orang tuanya, yang memintanya segera menikah dengan pilihan orang tuanya.


tiba - tiba datang seseorang yang membuyarkan semua lamunan yusuf. " kayaknya ada yang sedang kamu fikirkan ya bro.. ?, dari tadi aku lihat sepertinya pikiran kamu gak disini ", tanya salah seorang rekan kerjanya sekaligus teman dekat yusuf yaitu beni.


mereka berdua begitu akrab, sampai - sampai mereka saling curhat setiap kali mereka ada masalah. yusuf dan beni berteman sejak mereka masih duduk dibangku SMA.


" heeemmm....", yusuf menghela nafas panjang, seolah - olah ada yang benar - benar membebani pikirannya.


" gini ben.....tadi malam ayah menyuruh aku untuk segera menikah dengan seseorang pilihan ayah ". yusuf menjelaskan sambil menaruh kedua tangannya dibelakang kepala dan menyender dikursi kerjanya.


" hhaaaaaa.....yang bener aja lo !!!!!! ", beni seakan tak percaya dengan apa yang diakatakan oleh yusuf.


" emang siapa sih wanita pilihan ayah lo ?, tanya beni dengan rasa penasarannya.


" ia itu anak sulungnya agung hermawan ", jelas yusuf yang masih duduk dengan posisi yang sama.

__ADS_1


" gilaaaa....", " agung hermawan pemilik perusahaan AH Corporation itu ? ", sambil tangan kanan beni memukul bahu kiri yusuf. " apa gue gak salah denger ? ".


" sialan...., sakit tau ", sambil tangan kanan yusuf mengelus bahu kirinya yang tadi sempat dipukul beni.


" hhhheeee....sorry bro, gue gak sengaja, lagian elo sih ngomongnya ngaco ", sambil senyum - senyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" siap yang ngaco, gue ngomong beneran tau, jelas yusuf.


" emang apa sih yang membuat ayah lo sampai mau ngejodohin lo ama anak agung hermawan yang terkenal kaya itu ? ", beni makin penasaran dan mengambil kursi lalu memposisikan duduknya mengarah ke samping yusuf.


" gini bro....lo kan tau, ayah gue itu dulunya sopir pribadi agung hermawan, dan ayah gue juga cerita kalo ayah pernah nyelamatin nyawa agung hermawan saat beliau mengalami kecelakaan dua puluh lima tahun yang lalu dengan mendonorkan darah ayah ", yusuf menjelaska pada beni.


" jadi intinya agung hermawan balas budi ke ayah lo dengan cara ngejodohin anak beliau dengan lo.....gitu ? ", tanya beni.


yusuf tanpa berkata apa - apa, ia hanya menganggukkan kepalanya.


" udah bro...., terima aja, permintaan ayah lo itu, lumayan kan bisa naikin derajat hidup lo ama keluarga lo, secara agung hermawan kan orang kaya, pastinya lama kelamaan harta beliau bisa turun jadi harta lo juga, hhiiiiii ", senyum beni sambil ngeledek yusuf.


" yang kaya itu kan agung hermawan, sedangkan gue kan nikah ama anaknya, lagian gue juga gak kenal dan gak ada perasaan cinta sama sekali, emangnya apa mau anaknya nikah ama gue , yang cuma pagawai pns biasa ? ", ntar kalo di tolak lagi seperti yang dulu gimana ?", ucap yusuf seakan tak percaya diri.


" santai bro...masalah cinta itu bisa datang seiring berjalannya waktu, selama kalian hidup bersama - sama, menurut orang jawa bilang "WITING TRESNO JALARAN SOKO KULINO", jelas beni.


" halaaahhh....emangnya lo sudah ngebuktiin sendiri omongan lo itu ?, sedangkan lo sendiri aja sampai sekarang masih ngejomblo," yusuf tak percaya omongan beni.


" hhheeeee.....", beni senyum - senyum sambil menggaruk - garuk belakang kepalanya meskipun tidak gatal.


" tapi gak ada salahnya juga kan bro, kalo lo terima permintaan orang tua lo itu, gue yakin maksud dan pilihan orang tua lo itu baik, lagian mana ada sih orang tua yang mau menjerumuskan anak nya sendiri, jelas beni.


" ya...gue coba terima aja dulu kalo gitu, ntar lo ikut ya kalo keluarga gue minggu depan pergi kerumah agung hermawan, itung - itung lo nemenin gue lha ", pinta yusuf


"woke...", sahut beni sambil mengacungkan jempolnya dan melangkah pergi meninggalkan yusuf menuju meja kerjanya.


sementara yusuf melanjutkan pekerjaannya hingga waktu pulang tiba.

__ADS_1


__ADS_2