
"Lisa !!!!, besok pagi kamu buat jadwal saya untuk bertemu dengan pak Iwan dikantor cabang, sekalian kamu pesan tiket pesawat untuk perjalanan kita pulang", pinta Dian yang tiba - tiba menelpon Lisa ditengah malam.
"iya...baik bu, tapi bu !!!, bukannya besok ibu ada jadwal technical meeting dengan pak Hendra di kantor pt. Angka jaya ?", tanya Lisa.
"iya saya tau...., maka dari itu besok saya ingin ketemu pak Iwan untuk membicarakan masalah tersebut, yang penting besok kamu atur jadwal saya ketemu sama pak Iwan", jawab Dian sambil memutus sambungan telponnya dengan Lisa.
lagi - lagi Lisa dibuat heran dengan sikap bosnya, yang semuanya serba tiba - tiba, tapi apalah daya karna Lisa hanya sebagai karyawannya, jadi mau tidak mau ia harus menuruti semua perintah atasannya.
keesokan harinya Dian dan Lisa berangkat ke kantor cabang, sesuai jadwal yang dibuat Lisa untuk bertemu dengan pak Iwan.
"selamat pagi bu Dian..!!!", sapa pak Iwan saat Dian memasuki ruang kerjanya.
"iya pagi juga pak Iwan", sambut Dian, sambil melangkah menuju sofa yang ada diruangan tersebut.
yang kemudian disusul pak Iwan dan sekertarisnya duduk diantara Dian dan Lisa.
"ada masalah apa ya....tiba - tiba ibu datang kemari ?", tanya pak Iwan yang sempat bingung dengan kedatangan Dian.
"begini pak Iwan.....saya minta mulai sekarang bapak handle semua proyek yang berhubungan dengan pt. angkasa jaya, bapak tinggal kirim laporannya ke saya lewat email nanti biar saya pantau dari sana, seandainya ada masalah yang serius biar saya suruh pak Andika atau Dewi yang kesini untuk menyelesaikannya", jawab Dewi.
"oh ya bu Dian.....kemaren pak Hendra minta kepada saya, kalo untuk technical meeting hari ini agar ibu sendiri yang datang", ucap pak Iwan.
__ADS_1
"tidak pak !!!, pak Iwan saja yang datang menggantikan saya, nanti biar saya kirim wa ke Hendra, saya sudah males ketemu muka dia lagi", ucap Dian sambil menunjukkan raut wajah kecewa.
"sepertinya ibu ada masalah ya sama pak Hendra ?, maaf kalo saya lancang bertanya", pak Iwan yang sempat bingung dengan keputusan Dian.
Dian mengatakannya sambil menarik nafas panjang "iya benar pak....memang saya dulu pernah ada masalah pribadi dengan Hendra, tapi itu sudah lama, beberapa tahun yang lalu".
"baiklah pak..!!!, saya kira semuanya sudah jelas, jadi sekarang saya mohon pamit, dan hari ini juga saya langsung kembali ke kantor pusat, sekali lagi terima kasih atas kerjasamanya", ucap Dian sambil berdiri dari tempat duduk nya dan berjabatan tangan dengan pak Iwan.
Dian dan Lisa pun kembali ke hotel tempat mereka menginap dan setelah berapa saat berkemas - kemas mereka berduapun melanjutkan perjalanan ke bandara dengan diantar sopir kantor cabang.
selama dalam perjalanan menuju bandara tak ada percakapan apaun antara Dian dan Lisa, mereka berdua sibuk dengan ponsel masing - masing.
Dian pun sempat mengirimkan pesan singkat pada Hendra tentang kepulangannya ke kantor pusat dan ia pun mengatakan kalo semua kerjasama dengan pt. Angkasa jaya ia limpahkan semuanya ke kantor cabang, tapi semuanya belum ada respon dari Hendra, pesan singkatnya belum terbaca oleh Hendra
"begini Lisa.....dulu saya sama Hendra pernah ada hubungan khusus, ya !!! bisa dibilang pacaran lha...., tapi itu dulu sebelum kamu bekerja disitu"
"semua berawal dari hubungan bisnis antara papa dengan papanya Hendra yang mengharuskan kami berdua ikut campur tangan didalamnya, lama kelamaan hubungan kami semakin dekat dan akhirnya muncullah benih - benih cinta antara kami berdua", jelas Dian.
sambil menarik nafas panjang Dian melanjutkan ceritanya, "dan kami pun menjalin cinta, tapi sampai pada suatu hari Hendra mengkhianati cinta kita berdua, ternyata ia selingkuh dengan sekertarisnya sendiri".
"pada awalnya saya gak percaya dengan semua itu, tapi sampai pada akhirnya saya menangkap basah sendiri mereka berdua sedang bermesra - mesraan disebuah hotel, sakit rasanya Lisa... !!!, kalo mengingat semua peristiwa itu", jelas Dian lagi dengan mata yang sedikit berkaca - kaca.
__ADS_1
"maaf bu....kalo saya jadi membuat ibu sedih mengingat masa lalu yang begitu menyakitkan", ucap Lisa sambil mengulurkan tisu dari dalam tas nya.
"gak apa - apa Lisa.....kamu harus tau semuanya supaya kamu gak bingung lagi, kenapa saya tidak mau berurusan dengan Hendra lagi", jelas Dian sambil mengusap air matanya yang menetes dipipi.
sesampainya di bandara mereka berdua langsung menuju pintu keberangkatan dan bersiap untuk terbang menuju kota asal mereka.
sesampainya dibandara kota asal mereka, mereka berdua pun berpisah untuk menuju kerumah masing - masing.
"kamu sudah pulang sayang ?, kamu bilang semingguan di sana ?, terus mobil kamu mana ?", tanya Yusuf yang merasa heran tapi juga senang melihat istrinya sudah kembali dari luar kota saat ia pulang dari kantor., ia pun langsung duduk disebelah istrinya.
tanpa berkata apa - apa, tiba - tiba Dian merangkul tubuh suaminya, seakan ia merasa rindu selama ia meninggalkan suaminya ke luar kota.
Yusuf pun sempat heran tapi senang melihat tingkah istrinya yang memeluknya erat seakan tak mau melepaskannya.
"kamu gak suka ya kalo aku pulang cepat ?", tanya Dian sambil melepaskan pelukannya.
"bukan begitu sayang...!!!, aku malah senang kamu sudah pulang, tapi kenapa kamu gak ngabari aku, kan aku bisa jemput kamu ke bandara", jawab Yusuf sambil menggenggam kedua tangan istrinya.
lagi - lagi Dian merebahkan kepalanya di pundak Yusuf dan melingkarkan ke dua tangannya di pinggang suaminya, ia terlihat nyaman dan menikmati suasana tersebut.
Yusuf pun membelai lembut punggung istrinya dan mencium mesra rambutnya.
__ADS_1
dalam hati Yusuf bertanya - tanya, kenapa istrinya seperti itu, apakah mungkin istrinya sudah mulai mencintainya ?, tapi Yusuf tak mempermasalahkan semua itu, ia pun bahagia melihat istrinya begitu nyaman dipelukannya.