
Setelah Hendra keluar dan meninggalkan kantor Dian, iapun melajukan mobilnya menuju sebuah kafe, ia berniat untuk sekedar membeli minuman yang bisa sedikit melegakan tenggorokannya yang terasa sangat kering
saat ia keluar dari mobilnya, ia langsung melangkahkan kakinya menuju pintu masuk dan membuka pintu kafe, saat ia sudah berada didalam, ia berhenti sejenak dan mengarahkan matanya untuk memandangi sekeliling kafe tersebut, ia merasa tak asing lagi dengan suasana yang ada disitu
dalam hatinya ia merasa semua masih sama seperti yang dulu, seperti waktu ia dan Dian sering mengunjungi tempat tersebut saat mereka berdua masih berpacaran, memang tempat itu adalah tempat favorit Dian dan Hendra karna memang tempatnya yang asik buat nongkrong dan sedikit bernuansa romantis
Hendra pun tak henti - hentinya tersenyum, ia benar - benar mengagumi tempat itu yang sedikitpun tak ada perubahan tetap asyik seperti dulu
disaat Hendra sedang asyik menggumi sekeliling tempat itu, lalu dari arah yang tak disangka - sangka tiba - tiba ia ditabrak oleh seorang perempuan, yang sedari tadi berjalan sambil ngomel sendiri dan terus memainkan ponselnya sehingga tak menyadari kalo didepannya ada seseorang yg sedang berdiri
"maaf pak...!!, eh mas...!!, saya tidak sengaja, sekali lagi saya minta maaf", ucap wanita tersebut yang merasa bersalah karna telah menabrak Hendra
"iya....tidak apa - apa, lain kali kalo jalan hati - hati mbak, lihat jalannya", jawab Hendra sambil melangkah meninggalkan wanita tersebut menuju tempat duduk yang ada di pinggir kaca
wanita tersebut merasa lega, karna ternyata orang yg sudah ia tabrak tak marah sedikitpun atas kecerobohan dirinya, dan wanita tersebut melanjutkan langkahnya dan mengambil posisi duduk diseberang tempat duduk Hendra dan ia melanjutkan memainkan ponselnya
"iya...iya....aku tau !!!, tapi kamu kan tau kalo aku masih mencintaimu, aku terpaksa meninggalkanmu karna orang tua ku, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi ?, apa kamu sudah melupakan semua kenangan indah kita ?....kamu benar - benar keterlaluan....!!!"
"huuffttt....dasar !!!, orang belum selesai ngomong sudah ditutup", apa dia tidak tau kalo aku benar.- benar masih mencintai dan mengharapkan bisa kembali dengannya"., gerutu wanita tersebut dalam omelannya
Hendra yang sedari tadi memperhatikan wanita tersebut merasa heran, karna wanita itu terus ngomel - ngomel sendiri, seperti sedang kesal dengan seseorang
"maaf mbak...!!!, boleh saya duduk disini ?", tanya Hendra yang tiba - tiba sudah berdiri dihadapan wanita tersebut
wanita itu merasa kaget dengan kehadiran Hendra yang secara tiba - tiba sudah ada didepannya, " ohh....silahkan !!!, lagian tempatnya juga kosong koq !!", jawab wanita itu
"kalo boleh saya tau, nama mbak siapa ya ?, kan tadi kita belum sempat kenalan", ucap Hendra sambil mengulurkan tangan ke arah wanita itu
"saya Luna...", "saya Hendra....", mereka berdua saling menyebutkan nama masing - masing dengan saling berjabat tangan
"saya perhatikan dari tadi mbak Luna ngomel - ngomel sendiri, emangnya lagi kesal sama seseorang ya ?", tanya Hendra sedikit menyelidik
"iya nih pak Hendra....saya lagi kesal sama mantan pacar saya", jawab wanita itu sambil meletakkan ponsel yang sedari tadi ia mainkan
__ADS_1
"lho emangnya kenapa sama mantan pacar mbak ?, apa dia sudah menyakiti mbak ?", tanya Hendra lagi
"begini pak Hendra....!!!",
"jangan panggil pak.....panggil saja Hendra, biar kita lebih akrab", ucap Hendra yang memotong perkataan Luna
"ohh...iya...pak !!, eh maaf Hendra....., kamu juga jangan panggil saya mbak, panggil saja Luna
"heeemmmm....", oh ya, sampai lupa, kamu kan belum melanjutkan cerita kamu yang sempat saya potong tadi", ucap Hendra
"he..he..he...iya,
"begini Hendra.....aku dulu memang punya pacar, tapi semua itu kandas ditengah jalan karena terhalang restu orang tua, aku dijodohkan.... dan aku harus menuruti semua keinginan orang tua ku, jadi terpaksa aku ninggalin pacar aku dan menikah dengan pilihan orang tuaku, lalu aku pindah keluar kota untuk ikut suamiku", jelas Luna
"terus....????, kenapa kamu sekarang kelihatan kesal sama mantan pacar kamu ?, bukannya kamu sekarang sudah memiliki suami ?", pertanyaan Hendra, yg terlihat semakin penasaran
"aku sudah cerai dengan suamiku, pernikahanku cuma bertahan selama satu tahun saja, karna diantara kita memang tidak ada kecocokan", jelas Luna sambil menyesap minuman yang ada didepannya
"terus....!!!", selidik Hendra
"tapi kenapa ???", tanya Hendra, karna Luna sempat menghentikan kata - katanya
"kenapa aku jadi curhat sama kamu ya !!!, padahal aku juga baru mengenalmu"
"gak masalah, anggap aja aku sahabatmu...he..he..he...", ucap Hendra sambil menggaruk rambutnya meskipun tidak gatal
"oky deh, kalo gitu"
"aku masih mencintainya, dan aku ingin kembali padanya, tapi dia menolak ku karna ia sudah menikah, tapi aku yakin kalo ia tidak mencintai istrinya", ucap Luna dengan penuh percaya diri
"lantas darimana kamu tau kalo mantan kamu itu tidak mencintai istrinya ?", tanya Hendra makin penasaran
"iya aku yakin !!!, karna yang aku tau ia menikah atas kemauan orang tuanya....ia dijodohkan", jawab Luna
__ADS_1
"kamu kan bilang selama menikah kamu pindah keluar kota, lantas kamu tau darimana semua tentang mantan kamu, bukannya kamu sudah tidak pernah berhubungan dengannya lagi ?", tanya Hendra lagi
"aku tau semua dari sahabat aku yang ada disini, ia satu kantor sama mantan aku itu, ia yang menceritakan semuanya, tapi aku gak percaya dan aku sudah beberapa kali menghubunginya, aku berusaha minta untuk kembali padanya, aku katakan kalo aku masih mencintainya, tapi ia malah menolak ku", jelas Luna
"lantas apa usaha kamu sekarang untuk mendapatkan hati mantan kamu itu lagi ?",
"aku gak tau apa yang harus aku lakukan, karna yang aku tau sekarang, istrinya itu anak orang paling tajir dikota ini, ia anak dari pemilik AH corporation dan istrinya adalah seorang direktur utama diperusahaan tersebut", jawab Luna
## jleebbb !!!......Hendra membelalakkan matanya bagaikan orang yang melihat hantu disiang bolong, setelah mendengar perkataan Luna barusan
"apa aku gak salah dengar ???", tanya Hendra sambil berusaha mendekatkan telinganya ke arah Luna
"iya....benar !!!, kamu gak salah dengar, semua yang aku katakan itu benar, emang kenapa ?", tanya Luna
"aahhh....gak ada apa - apa !!, cuma aku kaget aja kalo ternyata istri mantan kamu itu direktur utama AH corporation", jawab Hendra
"baiklah....terima kasih ya !!!, karna kamu sudah mau mendengarkan curhatan aku, dan sekarang aku pamit dulu karna aku masih ada janji sama seseorang", ucap Luna sambil berdiri dari tempat duduknya dan berusaha meninggalkan tempat tersebut
lalu mereka berdua pun saling berjabat tangan, dan Luna pun melangkah meninggalkan Hendra yang masih duduk di tempat tersebut
ternyata dalam pikiran Hendra muncul suatu rencana, ia pun menyunggingkan senyuman sambil menyesap minuman yang ada didepannya
lalu ia pun bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kehalaman kafe tersebut
"Luna tunggu....!!!", teriak Hendra yang masih melihat Luna yang berusaha mengeluarkan motornya dari parkiran, karna motor Luna posisinya terhalang motor yang lain
Luna yang mendengar ada seseorang memanggil namanya, ia pun menoleh ke sumber suara tersebut....ternyata ia melihat Hendra berjalan dengan cepat mendekatinya
"untung kamu belum pergi, aku tadi lupa belum sempat menanyakan no hp kamu, kalo boleh sih ??", ucap Hendra sambil cengar cengir kayak anak kecil yang gak bersalah
"oohhh.....kirain ada apa", jawab Luna
lalu mereka berdua pun saling bertukar no hp, dan kemudian mereka berdua berpisah
__ADS_1
Hendra hanya tersenyum melihat Luna semakin jauh meninggalkan tempat tersebut