Kembalinya hati yang telah mati

Kembalinya hati yang telah mati
Syukuran kehamilan


__ADS_3

Keesokan harinya Dian yang bangun terlebih dahulu sempat mendengus kesal, karna ia melihat Yusuf masih nyenyak dengan tidurnya Dian pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya karna ia akan bersiap - siap pergi ke kantor, setelah ia selesai mempersiapkan dirinya dengan memakai baju kerja yang dirasa cukup nyaman dan sepasang flat shoes, ia langsung menuju ke bawah ke ruang makan


saat itu Yusuf yang baru membuka matanya dan melihat kesamping kirinya, dan ia baru menyadari kalo istrinya sudah tidak ada disampingnya, lalu ia dengan cepat meninggalkan tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi, tak lama kemudian ia pun sudah menyelesaikan ritual mandinya dan segera mengambil seragam kerjanya yang masih tergantung rapi di dalam lemari


setelah ia rapi dengan seragam kerjanya, ia pun langsung keluar kamar dan menuju ruang makan, ia melihat istrinya sudah duduk dan menunggu dirinya di meja makan


"pagi sayang", sapa Yusuf sambil mencium pucuk kepala istrinya


"kamu yakin mau masuk kerja sekarang ?, apa kamu sudah merasa enakan ?", tanya Yusuf sambil meminum teh yang ada didepannya


"iya....aku gak apa - apa, kan aku sudah minum vitamin dan obat anti mual dari dokter", Dian meyakinkan kekhawatiran suaminya


"oh ya mas....rencananya aku mau buat acara syukuran atas kehamilanku, mau nya sih lusa acaranya, tapi cukup keluarga kita aja, lagian acaranya juga disini aja , dirumah kita ini", Dian mengutarakan keinginannya pada Yusuf


"ya terserah kamu aja, tapi apa gak terlalu buru - buru acara syukurannya ?, kan kehamilan kamu masih dalam hitungan minggu", ucap Yusuf


"aku rasa gak lha.....lagian kan hanya keluarga kita aja, dan aku maunya undang Dewi sama Beni juga, gimana menurut mu ?" Dian meminta pertimbangan ke pada suaminya


"it's oke.....kalo pun mereka mau"


"ya jelas, mereka pasti mau", ucap Dian


setelah Yusuf menyetujui rencana Dian, dan mereka sepakat hanya mengundang keluarga dekat termasuk Dewi dan Beni, akhirnya mereka pun segera berangkat menuju kantor masing - masing


setelah mobil mereka sampai di halaman kantor AH corporation, Dian segera turun dari mobil dan Yusuf pun melanjutkan menuju kantor tempat kerjanya


saat Dian sudah sampai diruang kerjanya ia langsung menelpon Dewi, meminta datang ke ruang kerjanya


"ada apa say ?, pagi - pagi nyuruh aku keruangan kamu, mau di kasih oleh - oleh ya ?", goda Dewi sambil memainkan kedua alisnya saat ia sudah di dalam ruang kerja Dian


"siapa juga yang mau kasih oleh - oleh, jangan ge er lha !!!" jawab Dian sambil senyum senyum menggoda sahabatnya itu


"kirain, emangnya ada apaan sih ?" tanya Dewi yang sedikit penasaran


"kamu lusa malam ada acara apa gak ?, aku mau undang kamu ke rumah"


"emangnya ada acara apaan dirumah kamu ?", tanya Dewi yang semakin penasaran


"udah deh datang aja, aku mau adakan acara syukuran kecil - kecilan, lagian aku juga cuma ngundang keluarga dekat aja", jelas Dian

__ADS_1


"oke deh kalo gitu, aku pasti datang"


sementara di tempat kerja, Yusuf pun tak lupa untuk mengundang Beni agar datang ke acara syukuran kehamilan istrinya


"oke bro aku pasti datang", jawab Beni dengan pasti


kemudian Yusuf tak lupa segera mengabari ke dua orang tuanya dan kedua orang tua Dian


hari pun sudah mulai sore dan waktunya jam pulang kantor tiba, segeralah Yusuf meluncur ke kantor AH corporation untuk menjemput Dian


sesampainya di rumah, Dian segera menemui bi Siti, ia memberitahukan kalo lusa akan ada acara keluarga di rumahnya dan ia pun memberitahukan kalo semua makanan sudah ia pesankan ke catering langganan keluarganya, jadi bi Siti gak perlu repot - repot masak, ia hanya menyuruh bi Siti untuk menyiapkan dan menata meja makan


bi Siti pun mengangguk, menandakan telah mengerti semua yang dikatakan majikannya


akhirnya hari itupun tiba, saat senja berganti malam semua persiapan sudah rapi, semua makanan sudah tersaji diatas meja makan, begitupun dengan si pemilik rumah, Dian dan Yusuf pun sudah rapi dengan mengenakan pakaian yang berwarna senada dengan Dian


tak lama kemudian terdengar suara bel rumah berbunyi, dan bi Siti pun segera membukakan pintu rumah tersebut


"nyonya, tuan silahkan masuk !!, perintah bi Siti saat melihat yang datang adalah keluarga Agung hermawan


"Dian mana Dian dan suaminya bi ?, kok sepi - sepi aja ?", tanya bu Retno saat masuk ke dalam rumah, dan melihat tak ada siapa - siapa


"itu....nyonya, non Dian bilang ini hanya acara keluarga dan sekarang non Dian masih didalam kamarnya nyonya", jawab bi Siti


"coba bi lihat siapa yang datang !!", perintah bu Retno saat terdengar ada yang mengucap salam di luar


"waalaikumsalam, silahkan masuk !!, keluarga pak Agung sudah ada diruang keluarga", perintah bi Siti saat melihat yang datang adalah keluarga pak Maulana


sekarang dua keluarga sudah ada di ruang keluarga rumah Dian, mereka saling bercakap - cakap dengan begitu akrabnya, sesekali terdengar tawa kecil dari mereka


saat itu juga Dian dan Yusuf muncul dari anak tangga, yang langsung menuju ke kedua orang tua mereka, tak lupa Dian dan Yusuf pun langsung mencium tangan kedua orang tua mereka masing - masing


"apa yang kamu cari sayang ???", tanya bu Retno saat melihat putrinya celingukan seperti sedang mencari sesuatu


"itu ma....Dewi, aku kan juga undang dia untuk kesini, tapi kayaknya dia belum datang", jawab Dian


tak berapa lama terdengar suara bel berbunyi, ternyata Dewi dan Beni yang datang secara bersamaan


"malam semuanya !!", sapa Dewi saat masuk ke ruang keluarga dan melihat semua keluarga besar Dian dan Yusuf ada di ruangan tersebut, lalu Dewi dan Beni bergantian menyalami kedua orang tua Dian dan Yusuf

__ADS_1


"lho....kalian datangnya bisa bersamaan gitu, kayaknya jodoh kali ya", goda Dian saat melihat Dewi dan Beni yang datangnya bersamaan


"apaan sih....orang ketemunya juga didepan situ", sangkal Dewi yang hanya disambut senyuman oleh Dian


"waahhh.....kayaknya kalian berdua memang serasi juga ya !!!", bu Retno menggoda Dewi yang saat itu duduk bersebelahan dengan Beni


"apaan sih tan....ada - ada aja deh" balas Dewi dengan sedikit malu


"bener juga lho kak, kenapa kalian gak jadian aja ?", Dilla pun tak ketinggalan menggoda Dewi


"iihhh....kamu, anak kecil tau apa !!", jawab Dewi dengan wajah yang mulai memerah karna malu


"sudah....sudah....kok malah bercanda terus sih !!, kalo pun beneran juga gak apa - apa sih" haahhaaahhaaaa" , mereka semua pun tertawa lepas mendengar perkataan Dian


benar - benar keakraban yang terjadi di dalam ruang keluarga tersebut


"ayo kita langsung aja ke ruang makan", ajak Yusuf ke semua yang sudah hadir disitu


"waaahhhh......kayaknya enak - enak nih makanannya", ucap Dilla saat sudah sampai di depan meja makan


"kamu nih kebiasaan deh !!", ucap bu Retno saat melihat Dilla yang hampir menyomot makanan tersebut


"maaf !!!, habisnya semua makanannya begitu menggoda"


"emangnya ini acara apaan sih mas ??", tanya Arin


"enggak ada acara apa - apa dek, ini cuma sedikit acara syukuran kecil - kecilan, atas kehamilan kakak kamu ini", Yusuf menjelaskan sambil ia memeluk bahu Dian yang duduk disebelahnya


"ayok....silahkan kalian menikmati semua hidangan yang ada, tapi maaf ya hanya alakadarnya saja", ucap Yusuf


mereka semua pun segera menikmati semua hidangan yang ada di atas meja makan, dan sesekali terdengar canda tawa dari mereka, dan keakraban juga tetap terjalin di ruang makan


sementara yang tak ketinggalan juga dari pandangan Dian dan Yusuf, mereka berdua menangkap gerak gerik Dewi dan Beni yang sesekali saling mencuri pandang


setelah semuanya menyelesaikan makan malam mereka, mereka pun berpamitan untuk pulang, karna memang waktu sudah larut malam, hanya tinggal Dewi dan Beni yang masih ada disitu, membantu bi Siti membereskan meja makan


setelah selesai semuanya, mereka berdua pun juga berpamitan untuk pulang ke rumah masing - masing, Dian dan Yusuf mengantar mereka sampai kedepan pintu, saat keduanya sudah menghilang di balik pintu gerbang, mereka berdua pun masuk dan langsung menuju ke kamar untuk beristirahat


"sayang, kamu gak lihat tadi, gerak - gerik mereka berdua ?" tanya Yusuf mengenai pad Dian mengenai Dewi dan Beni

__ADS_1


"iya....aku lihat, kayaknya mereka berdua cocok deh, ntar kapan - kapan kita buat acara khusus untuk menjodohkan mereka berdua", jawab Dian sambil memeluk tubuh Yusuf dan menyandarkan kepalanya di atas dada suaminya


"hhheemmm....", sambil Yusuf mencium pucuk kepala Dian dan membuat Dian nyaman serta memejamkan matanya di atas pelukan Yusuf


__ADS_2