KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Suara Yang Membuatku Malu


__ADS_3

Selama berjam-jam aku hanya berkutat dengan layar komputer serta telpon yang terus berdering. Bukan berarti Azra yang ada di sebelahku hanya berdiam diri, bahkan pekerjaan yang sedang di kerjakan olehnya terlihat rumit dan memusingkan dari pekerjaan yang ku kerjakan sekarang. Bahkan sejak pertama aku duduk dia tidak pernah memalingkan wajahnya sedikitpun dari layar komputer.


Benar-benar manusia yang mengerikan, bagaimana caranya dia bisa bertahan berjam-jam menatap layar komputer yang penuh dengan grafik yang terlihat sangat penting. Kuharap kedepannya aku tidak akan pernah duduk di kursinya itu sambil mengerjakan tugas serumit dan semenyengsarakan itu.


Akhirnya aku bisa bernafas lega setelah semua pekerjaan yang harus ku cancel selesai semua. Rasanya sedikit kasihan melihat Azra yang masih berkutat dengan pekerjaannya sedangkan aku bersantai-santai di sampingnya.


"Maaf ka! Ada yang bisa aku bantuin nggak?" tanyaku saat ia bergerak merenggangkan badan


Azra menoleh ke arahku "Beneran kamu mau bantuin?" Tanya nya kurang yakin


"Kalo ada yang bisa saya bantu ka, saya bantuin!" kataku melirik berkas yang sejak tadi dikerjakannya

__ADS_1


"Kalo kamu nggak sanggup ngerjain kamu bisa berhenti bantuin!" katanya memberikan beberapa berkas kepadaku "Kamu cukup cari kata-kata yang salah dan tidak sesuai, tolong yang salah tandai dengan spidol merah!"


"Baik ka!"


Aku segera mengerjakan apa yang disuruh dengan tenang di sampingnya. Kulihat dia memasukkan data di dalam berkas yang sudah di tandai olehnya sendiri ke komputer untuk di jadikan sebuah grafik presentasi. Setelah membaca sekilas aku memahami jika yang sedang di kerjakan Azra adalah presentase saham perusahaan yang selalu diinput sebulan sekali. Bukan hanya presentase saham, tapi juga presentase kinerja karyawan dan berbagai hal lainnya yang biasanya di tangani manajemen setiap departemen.


Bahkan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh pak CEO dikerjakan oleh Azra, dimana Azra mengerjakan semuanya sudah seperti kebiasaan sehari-harinya. Jam di dinding telah menunjukkan pukul 11 lewat, tapi pekerjaan yang harus dikerjakan olehnya masih banyak.


"Bawakan berkas yang harus ku kerjakan hari ini keruangan ku!" katanya berjalan dengan tegap ke ruangannya


"Baik pak!" sahut Azra segera membawa berkas yang tidak memiliki kesalahan saat kuperiksa

__ADS_1


Kalau masalah memeriksa kesalahan sebuah dokumen jangan diragukan lagi, karena selama 2 tahun aku berkutat pada pekerjaan itu waktu di kantor ku yang dulu. Semoga saja tidak ada yang salah dari berkas yang di bawa Azra keruangan pak bos. Selagi Azra ke ruangan bos aku kembali berkutat dengan berkas yang masih belum selesai kuperiksa. Hingga beberapa saat Azra kembali ke tempatnya duduk dengan senyum puas.


"Kerja bagus! Terimakasih banyak bantuannya!" kata Azra kepadaku


"Sama-sama ka!" Sepertinya berjalan lancar berkas yang ku periksa barusan


"Kruuyyuuukkkk..." Tiba-tiba hal yang memalukan terjadi, yaitu suara perutku yang berbunyi nyaring


"Sepertinya saya merasa lapar... mau makan?" tanya Azra menutupi rasa malu ku


Azra mengeluarkan roti kemasan dari laci nya dan menyodorkan padaku "Ma,makasih ka!" terimaku malu-malu

__ADS_1


Tadi pagi aku tidak sempat makan karena buru-buru berangkat kerja, maka masih dengan rasa malu aku mulai memakan roti kemasan pemberiannya. Terimakasih orang baik, rasanya aku pengen nangis karena malu.


__ADS_2