
Hari kembali berlalu...
Harusnya ini adalah pagi yang cerah, tapi kenapa Sejak tadi pagi buta tiba-tiba saja hujan mengguyur dengan lebat seluruh benua kekaisaran. Padahal di kehidupan sebelumnya tidak hujan selebat ini, bahkan tidak setetes pun air hujan turun. Ada yang salah dengan sistem dunia ini kayaknya deh.
Tetesan bening air hujan terasa melambat setelah kutatap semakin lama, seperti ada efek slow motion. Bahkan saat tetesan air menghantam lantai, aku juga bisa melihat bagaimana terciptanya air hujan hingga menjadi beberapa bagian kecil lagi.
"Apa yang sedang kau lihat!" kata Leon mengagetkan ku dari lamunan
Aku meletakkan tangan di dada kar na kaget secara refleks "Gangguin aja sih!" kesalku kembali memperhatikan guyuran hujan di luar yang telah hilang efek slow motion nya
Mungkin karena kesal Leon membuka jendela tempatku berdiri "Brakkk..." Jendela terbuka dan membuatku terkena cipratan air hujan
Aku refleks melindungi wajah dengan kedua tangan agar tidak terciprat tempias hujan "Lo udah gila ya?" kesalku berusaha menutup jendela dan membiarkan tempias hujan membasahi tubuhku
"Hati-hati!" teriak Leon segera menangkap tubuhku yang kehilangan keseimbangan dan hampir terjun ke bawah
Napasku tertahan karena kaget "Wah! Rasanya benar-benar menegangkan..." gumamku lirih
"Woiiii! Sadar dan bernafas lah!" Teriak Leon mengguncang tubuhku yang kaku
"..." Setelah mengikuti cara Leon bernapas akhirnya aku lepas dari keterkejutan sesaat itu
"Lain kali, jangan berdiri di dekat jendela lagi!" kesal Leon segera menutup jendela dengan kasar
Rasanya ada yang aneh deh, seharusnya kan aku yang marah dan kesal padanya tapi kenapa malah sebaliknya. Dan lagian bukankah dia yang membuatku hampir jatuh ke bawah. Aku melangkah menghampiri nya yang duduk dengan tenang di sofa, masih dengan novel romantis, tapi bedanya udah cerita yang lain di bacanya. Saat hendak membuka mulut untuk memarahinya, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.
__ADS_1
"Tokk... Tokkk... Tokkk...." tiga kali ketukan ber irama
"Putri! Apakah anda sudah bangun?" tanya pelayan dari luar
"Masuk!" Aku mempersilahkan pelayan itu masuk setelah menghempaskan pantat di sofa samping Leon "Ada apa?" tanyaku setelah beberapa pelayan masuk
"Yang mulia kaisar, mengundang anda untuk sarapan bersama putri! Yang lain telah berkumpul hanya menunggu..."
"Kalian sengaja kan baru memberitahukan hal ini padaku?" tanyaku dengan tatapan tegas
"!!!!" Mereka saling menatap kebingungan
"Jika kalian memang tidak memiliki niat untuk melayaniku, untuk apa kalian berada di istana ini..."
"Ma,maafkan kami yang mulia putri, ka,kami mengakui kesalahan kami..." mereka segera bersujud meminta maaf
"Pu,putri...." teriak mereka putus asa
Aku tidak bisa absensi di kesempatan kali ini, karena aku memerlukan kekuatan untuk memperkuat posisi ku sebagai seorang putri di kekaisaran ini. Jika bisa, aku juga ingin tetap tinggal di kekaisaran dan menolak adopsi dari grand Duke. Biarkan aku melakukan hal yang ingin kulakukan di kehidupan kali ini.
"Yang mulia putri akan memasuki..." teriak seorang prajurit melaporkan kedatanganku yang segera ku serobot masuk
Semua orang menatap ke arahku dengan tatapan beragam "Maafkan ketidaksopanan dan keterlambatan saya yang mulia!" aku segera memberi salam saat kaisar menatapku dengan datar namun penuh tekanan
"Duduk lah!" perintah kaisar yang membuat seluruh orang yang berada di meja makan menatap kaisar dengan ketidakpercayaan dengan yang barusan mereka dengar
__ADS_1
Aku segera melangkah menuju kursi kosong di dekat putri ketiga yang menyambutku dengan wajah hangat. Aku merasa muak melihat wajah penuh tipuannya itu, dia mungkin berpikir jika aku tidak tahu niat busuk di balik senyumannya itu. Semuanya terdiam hening saat para pelayan menyajikan hidangan mewah di atas meja.
"Ku dengar! Kau telah melakukan hal memalukan di istana?" kata kaisar hingga membuat semua orang mengukirkan senyum tipis di wajah mereka
Aku menelan ludah "Maaf kan atas ketidaksopanan saya yang mulia! Tapi saya melakukan hal tersebut karena kesabaran saya sudah berada di puncak!"
"Apa yang membuatmu kehilangan kesabaran?" kaisar meletakkan sendok dan garpu lalu menopang dagunya dengan kedua tangan di atas meja
"Saya telah menyadari jika saya juga memiliki kekuasaan di istana barat, sehingga membuat saya dengan kesadaran penuh memberi hukuman kepada pelayan yang telah bersikap kurang ajar kepada putri kaisar benua ini!" aku mengatakannya dengan kalimat manisku sebisa mungkin
"Hohoho! Akhirnya Tikus yang menghuni salah satu sudut di istanaku berubah menjadi ular!" Kaisar tertawa puas membuat semua orang termasuk diriku kaget
"Baginda!" kata permaisuri memberi peringatan pada kaisar jika tawanya terlalu berlebihan
"Sekretaris!" kaisar memanggil ajudannya yang berdiri tak jauh di belakang
"Saya Baginda!" ajudan itu melangkah menghampiri kaisar
"Kirimkan surat penundaan adopsi putri... Siapa namamu?" tanya kaisar tidak tahu nama putrinya sendiri
"Saya! Nyura Ariskel yang mulia!" sahutku agak dongkol
"Ya,ya... putri Nyura! tunda saja proses pengadopsian nya beberapa saat!"
"Baik Baginda!" dia kembali ke posisi awal setelah paham dengan apa yang di inginkan kaisar
__ADS_1
Kulihat beberapa putri, putra dan selir kaisar menunjukkan ekspresi wajah tidak suka dengan keputusan kaisar. Apalagi putra mahkota yang akan di lengserkan sebentar lagi, tatapannya sungguh mengandung kebencian yang menggebu-gebu padaku.