
***
Di tempat pertempuran yang telah mereka tinggalkan beberapa saat yang lalu, sesosok manusia serba berpakaian hitam yang juga menunggang kuda hitam. Terlihat sedang memandang sekeliling yang sebagian monster nya telah terkapar di tanah. Tiba-tiba saja seekor monster melompat ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Namun dalam sekejap mata, monster yang ingin menyerangnya barusan berubah menjadi abu hitam, setelah orang itu mengayunkan sebelah tangannya tanpa memalingkan wajah ke arah monster tersebut.
Seseorang itu hanya menatap remeh kearah segerombolan monster yang terlihat bersemangat, walaupun sudah banyak kawanannya yang tumbang. kilatan matanya yang mengerikan cukup membuat para monster mundur secara perlahan meninggalkan lokasi.
Ia turun dari kuda hitamnya yang juga terlihat mengerikan"Hanya beberapa orang lemah!" katanya setelah melihat bekas keberadaan putri Nyura dan para utusan.
Setelah itu dia kembali menunggang kudanya dan menghilang di balik rimbunnya pepohonan. Mungkin sosok itulah yang di maksud sebagai pangeran berkuda hitam yang di harapkan Nyura kedatangannya. Tapi sayang pangeran tampan itu terlambat datang, tidak seperti kejadian biasanya.
Jauh menuju kembali kekaisaran, terlihat aula istana sedang kacau di buat oleh pangeran Leanyang mengamuk dengan penuh luka di sekujur tubuhnya. Aula hampir penuh dengan prajurit istana yang sedang mengepung pangeran Lean. Darahnya sudah berceceran di seluruh lantai aula, tapi tidak sedikitpun pangeran Lean meringis bahkan terlihat kesakitan, hingga membuat semua orang terheran-heran.
Tapi ironisnya, penyakit pangeran Lean malah dianggap sebagai kekuatan yang dimilikinya. Karena selama ini, pangeran Lean hanya di kenal dengan kekuatan angin yang memiliki kelumpuhan pada mana nya.
__ADS_1
"Baginda!!!" Teriak pangeran Lean sejak tadi
Permaisuri yang berdiri di samping Baginda kaisar hanya bisa menahan kepedihan dalam hatinya, saat melihat anak laki-lakinya penuh dengan luka "Ba,Baginda! Maafkanlah dia..." pinta permaisuri kepada kaisar yang terlihat acuh di atas singgasana nya
Kaisar menatap permaisuri dengan pandangan tidak suka "Baiklah-baiklah aku akan berhenti!" kata kaisar luluh oleh tatapan tidak tega permaisuri
Kaisar mengibaskan sebelah tangannya meminta semua prajurit menyingkir "Anakku!" lirih permaisuri hanya bisa menahan kesedihannya
Saat semua prajurit menyingkir tiba-tiba Lean jatuh berlutut dengan tatapan hampa sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Sampai saat ini masih belum di ketahui alasan pasti dari pangeran Lean, yang rela terluka parah demi memohon agar kaisar mengirimkan putri lainnya selain putri Nyura.
"Ba,baik permaisuri!" semua dayang yang berada di belakang permaisuri segera berlari menghampiri pangeran Lean
"Ckckck! apakah kau benar-benar akan bersikap seperti itu pada putramu sendiri!" kata kaisar pada permaisuri yang hanya menatap anaknya dari jauh
__ADS_1
Permaisuri menatap kaisar dengan tatapan tegas "Bukankah ini yang anda inginkan?" kata permaisuri dengan wajah datar
"Aku menyukai sikap mu yang seperti ini! pertahankanlah karena aku menyukainya." kata kaisar bangkit dark duduknya dan pergi meninggalkan aula
Permaisuri terlihat kesal dengan ucapan kaisar "Aku lelah!" kata permaisuri ikut meninggalkan aula
Posisi sebagai permaisuri di kekaisaran ini tidaklah gampang di pertahankan. Karena permaisuri saat ini, sudah menghadapi banyaknya percobaan pembunuhan, bahkan permaisuri juga dilarang dekat dengan putra mereka, agar posisi sebagai putra mahkota dapat di perebutkan secara adil. Dan saat itu pangeran pertama lah yang paling menunjukkan kemampuannya di bandingkan pangeran-pangeran lainnya.
***
Masih perlu komen mau itu komen buruk atau baik😁 Yang penting bisa membuat author semakin semangat nulisnya 🥺
Buat kalian para readers yang setia dan tetap setia, jangan lupa di komen, biar author bisa kenal kalian🥺👌
__ADS_1
AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH KEPADA KALIAN SEMUA YANG TELAH SUDI MAMPIR DI KARYA INI, MEMBUANG-BUANG KUOTA DAN WAKTU HANYA UNTUK MEMBACA KARYA AMATIRAN INI.
SEMOGA KALIAN SEMUA SEHAT SELALU🤗🥰❤️