KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Adam Si Anak Kedua


__ADS_3

Seperti yang sudah ku perkirakan jika malam ini akan pulang sangat terlambat, sebab jadwal pak bos yang sangat padat. Saat hendak memarkirkan motor aku merasa ada yang aneh dengan rumahku yang terang, siapa yang menyalakan lampu?.


"Jangan-jangan ada penguntit?" tebakku sembarang


Ekor mataku menangkap cangkul kecil yang tersandar di dekat pot bunga yang hampir mati. Tanpa pikir panjang aku segera meraih cangkul itu untuk menjadi alat pertahanan diri, kalau-kalau benar ada maling atau orang jahat di dalam sana. Aku menajamkan telingaku saat samar-samar terdengar langkah kaki, tapatnya suara sandal jepit basah yang berjalan menuju pintu depan.


Aku sudah siap sedia untuk mengayunkan cangkul pada apapun itu yang nantinya keluar dari balik pintu. Jantungku berdegup sangat kencang menunggu kejutan yang akan keluar dari balik pintu.


"Abis dari mana sih ka? kok baru pulang jam segini?" Oceh suara yang ku kenal saat bunyi kunci pintu terakhir dibuka


"Adam!!" kagetku masih dengan cangkul yang bersiap menyerang


"Kaka udah gila ya, adik sendiri mau di cangkul..." Katanya segera mengambil cangkul dari tanganku


"Eh, nggak! itu tadi Kaka pikir ada maling yang masuk ke rumah..."


"Yaudah, kenapa masih pasang kuda-kuda! Aku kan juga bukan maling seperti yang Kaka pikir!" kesalnya masuk ke dalam rumah


"Hehe, maaf!" Setelah melepas sepatu aku segera mengikutinya dari belakang

__ADS_1


Saat masuk ke dalam rumah aku merasa berada di dunia lain, karena rumah yang biasanya penuh dengan sampah yang berserakan, kini menjadi tempat paling bersih di muka bumi. Bahkan kamarku yang berantakan di sulap oleh tangan ajaibnya menjadi kamar paling mewah nan elegan, seperti kamar seorang putri dari sebuah kerajaan.


"Wahh!! Ini semua kamu yang rapihin ya? Makasih banyak adikku sayang!!" Kataku memberikan usapan lembut di kepalanya, lebih tepatnya mengacak-acak rambutnya


"Apaan sih lebay banget!" juteknya namun tersipu malu


"Hehe! Kalau gitu Kaka tidur duluan ya, bicaranya besok aja..."


"Makan dulu baru tidur!" potongnya datar menarik lenganku ke meja makan


Di meja makan sudah tersedia makanan sederhana namun mewah bagiku. Karena aku tidak bisa mengabaikan kerja keras adikku, maka dari itu aku duduk menikmati masakannya yang tumben asin ini dengan tenang.


Aku memiliki 3 saudara lainnya, yang mana aku adalah anak pertama dari 4. Adik pertamaku seorang perempuan, dimana dia lebih memilih menikah setelah lulus kuliah, lebih tepatnya memilih D3 karena katanya tidak ingin terlalu banyak membebani biaya. Adikku ini bernama Sarah yang mana sekarang sudah hamil anak kedua setelah keponakan pertama ku berusia 2 tahun.


Adik keduaku adalah Adam yang mana sebentar lagi ingin ku daftarkan kuliah di jurusan yang selama ini di inginkan nya sejak masih duduk di bangku SMP. Tapi entah sejak dia sudah mulai tidak tertarik lagi dengan dunia perkuliahan, lebih tepatnya dia memaksa diri untuk terlihat tidak tertarik dengan kuliah.


Sedangkan adikku yang terakhir Annisa yang sekarang baru lulus SMP dan akan melanjutkan SMA. Adikku yang satu ini agak beda dari yang lain, mungkin karena terlalu dimanja oleh kakak-kakaknya, makanya kadang dia bersikap layaknya anak songong yang sayangnya tidak bisa ku apa-apakan, karena salahku terlalu memanjakannya.


"Kamu kuliah di sini aja ya? Sekalian temenin Kaka!" Kataku pada Adam yang sibuk membereskan meja setelah kami selesai makan

__ADS_1


"Nggak ah, aku nggak mau kuliah, mau langsung kerja... Males kalo harus belajar lagi!" katanya yang membuatku sempat berpikir


"Hemmm! Gimana ya! Kaka kurang setuju kalo kamu nggak kuliah... Setidaknya kamu harus menjadi sarjana lah, biar gampang cari kerjaan nantinya!"


"Emangnya kalo aku kuliah Kaka sanggup bayar UKT sama keperluan kuliah lainnya! Belum lagi Kaka hatus kirim bulanan ke rumah!"


"Gampang bisa di atur, lagian... Oh iya Kaka lupa ngasih tau ya, kalo sekarang Kaka udah naik jabatan!"


"Hah! Serius ka? Jabatan Kaka sekarang apa?" tanya nya antusias


"Sekarang Kaka kerja jadi sekretaris atasan Kaka di kantor, gajinya juga lumayan..."


"Kaka kerjanya nggak yang aneh-aneh kan?" tanyanya menyelidiki


Aku segera menyentil jidatnya "Ya nggak lah, Kaka kerja yang bener dan nggak aneh-aneh dong tentunya!"


"Yaudah deh, kalo gitu aku mau kuliah!" sambutnya antusias


"Nah gitu dong, besok siang kamu jemput Kaka di kantor waktu makan siang, ntar kita daftar kuliah di kota ini aja!"

__ADS_1


Panjang lebar kami berbincang-bincang dari topik satu ke topik yang lainnya. Tadi aku juga sempat menghubungi orang tua di kampung, kalo sekarang aku sudah naik jabatan dan masalah kuliah Adam, yang akan berkuliah di kota ini sekalian menemaniku hidup.


__ADS_2