KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Menjadi Pusat Perhatian


__ADS_3

Semuanya sudah siap, bahkan kereta kuda mewah dengan lambang keluarga miliki grand Duke turut hadir mendampingiku pergi ke pesta. Kuharap lady Ayla tidak terlalu acuh dengan tamunya yang mungkin telah ia lupakan.


Bayangkan saja betapa malunya nanti saat sudah sampai di sana, tapi ternyata lady Ayla tidak ingat pernah mengundang ku. Kuharap semuanya akan baik-baik saja, dan mereka menerimaku dengan hangat di pertemuan pertama ini.


Tapi kudengar katanya putri ke empat kaisar yang tidak lain kakak beda ibu denganku juga datang ke pesta. Setelah di ingat-ingat lagi, hubungan Pemilik tubuh dan sang kakak tidak terlalu baik, bahkan bisa dikatakan sangat buruk.


"Putri! perhatikan cara duduk anda sebagai seorang lady bangsawan!" tegur Qirca


"Maaf!" aku segera memperbaiki posisi duduk


"Sepertinya saya harus meminta grand Duke menyiapkan seorang guru untuk mengajari anda tata Krama seorang lady bangsawan!"


"..." aku hanya bisa tersenyum kecut


Aku tidak bisa merubah hubunganku dengan Qirca saat ini, lebih tepatnya semakin merusak. Sebab beberapa hari belakangan aku ingin membuat Qirca ada di pihakku sepenuhnya, tanpa harus memiliki kekuatan itu lagi. Aku ingin menjadikannya sebagai orangku dengan caraku sendiri.


Kereta kuda yang ku tumpangi memasuki kediaman Duke Freious yang mewah dan luas. Rasanya seperti memasuki sebuah tempat paling mewah dan menenangkan di seluruh dunia. Sebab pertama kali masuk mata telah di manjakan dengan kemewahan dan keindahan bangunan serta taman bunga di kanan-kiri jalan.

__ADS_1


Sepertinya para lady-lady lainya juga sudah berdatangan, sebab banyak kereta kuda berjejer di depan kediaman. Dan salah satu diantaranya adalah kereta kuda kekaisaran yang di peruntukkan memang kepada para putri. Tiba-tiba hatiku terasa nyeri, rasanya sangat iri melihat kereta mewah di sana yang mungkin selamanya tidak akan pernah kunaiki.


"Silahkan masuk lady... yang lain sudah menunggu anda!" sambut pelayan yang memeriksa kartu undangan para tamu


"Putri! saya akan pergi ke sana menemui dayang lady lainnya..."


"Baiklah, hati-hati! jika ada apa-apa panggil saja aku..."


"Bukankah seharusnya saya yang berkata seperti itu..."


"Ya ya ya... terserah mu saja, yang jelas hati-hati!" pamitku berlalu masuk


"Ohoho... bukankah ini adikku tersayang, putri Nyura! kuharap kabarmu baik-baik saja saat ini dan untuk hari-hari berikutnya!"


"Terimakasih untuk doanya tuan putri..."


"Tidak perlu kaku begitu, bukankah kita masih bersaudara... lady semua, perkenalkan dia adalah putri Nyura adikku!"

__ADS_1


"Bukankah artinya dia adalah putri yang terbuang itu?"


"Percuma ia memiliki wajah yang menawan, jika akhirnya terbuang..."


"Putri yang sangat malang..."


"Kudengar, setelah ia di bawa ke kediaman grand Duke Argen, ia pernah mencoba bunuh diri..."


"Benar, aku juga mendengar tentang hal itu..."


"Benar-benar putri yang malang..."


"..." Aku terdiam menahan kekesalan


"Oh betul, bukankah selama ini kamu tidak pernah mencicipi makanan mewah, sekarang di pesta ini silahkan makan dengan puas..."


"Dasar sialan! pemilik pesta ini bukan anda, tapi anda sok berkuasa sekali" umpatku dalam hati

__ADS_1


Cercaan masih berdengung seperti para tawon yang bergerombol dan bersiap-siap menyakiti seseorang. Entah kenapa rasanya malah aku yang seperti pemeran utama di tempat ini, karena semua orang hanya fokus kepadaku. Aku benar-benar telah menjadi pusat perhatian, semoga saja pemeran utama pesta ini tidak marah padaku karena mengambil perannya sebagai tokoh utama pesta.


__ADS_2