KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Dia Datang


__ADS_3

Sebelum pulang ke kos, aku kembali dulu ke pusat perbelanjaan mengambil motor ku yang ditinggalkan. Di perjalanan pulang pikiranku kembali memikirkan kehidupan yang selama ini telah kulalui di dalam novel sahabatku. Setelah semakin di pikirkan ada banyak hal-hal yang membuatku semakin tertarik untuk kembali ke dunia novel. Salah satunya pengen ketemu Leon yang sudah seperti Abang bagiku itu.


"Andaikan saja, dia juga bisa berkunjung ke dunia ini!" Gumamku lirih


Jalanan mulai sepi karena jam sudah menunjukkan pukul 2 malam. Benar-benar deh, setelah dipikir-pikir lagi, bisa-bisanya aku memberikan hadiah perpisahan kepada seorang wanita yang baru di pecat dari pekerjaan dan kehilangan cintanya tengah malam begini. Bukankah terlalu aneh? Ya sudahlah toh sudah terlanjur terjadi juga kan.


Di saat sedang nikmat-nikmatnya menikmati suasana malam, mataku menatap sesuatu yang aneh duduk di depan pintu kamar kos ku. Seperti sesosok manusia, namun pakaiannya serba hitam dengan gaya kebarat-baratan pada jaman kolosal dulu. Pikiranku sudah mulai kacau nih, aku segera mematikan motor tidak jauh dari kos dan segera mengeluarkan ponsel untuk menghubungi keluargaku di kampung untuk mengucapkan kata-kata perpisahan, siapa tau orang itu pembunuh kan.


Pada panggilan pertama masih belum ada yang mengangkat panggilanku, begitupun dengan panggilan berikut-berikutnya. Hingga membuatku pasrah dan menyampaikan pesan terakhir hanya melalui pesan teks. Saat sedang serius-serius nya mengetik pesan, tiba-tiba leherku terasa dingin seperti ada yang berdiri di belakang. aku melirik ke arah bawah tepatnya ke belakang, dan tidak ada apa-apa namun rasa dingin yang sangat pekat terus menghantuiku.


"Benda apa itu!" sapa sebuah suara


"Huwaaaa...." aku berteriak nyaring dan melempar ponsel entah kemana dan melompat dari motor dengan ketakutan yang luar biasa


"Gue nggak punya apa-apa... Tolong jangan bunuh gue.." tangisku pecah sambil jongkok menutup wajah


"Siapa yang berani ingin membunuhmu? Biar kuhabisi duluan!" kata suara itu seperti suara yang ku kenal

__ADS_1


Aku mengangkat kepala dengan harap-harap cemas "Haiii...!" sapa orang itu dengan santai sambil melayang di udara yang hampir membuatku pingsan


Entah sudah berapa lama aku duduk terdiam menatap laki-laki langka di depanku ini. Dia, wajahnya adalah wajah Leon bahkan cara bicara dan sikapnya juga Leon. Tepi kenapa makhluk ini bisa ada di sini, bukannya dia tokoh di dalam novel?. Bahkan Dirinya yang memiliki kekuatan aneh ini tidak bisa di ragukan lagi jika dia benar-benar adalah Leon.


"Kenapa lo bisa keluar dari novel? Dan kenapa Lo ada di dunia gue?" Tanyaku menggebrak meja


"Entahlah! Mungkin ada yang merindukan aku sehingga aku ikut terbawa ke dunia ini!" katanya dengan senyum meremehkan


"Pletakk..." Aku memukul kepalanya dengan naskah novel sahabatku "Walaupun aku benar-benar merindukan Lo, tapi kenapa Lo bisa jadi nyata kek gini?" kesalku


"A,apa? Jangan konyol deh, kita kan melakukan kontrak cuma di dalam novel, tapi kenapa..."


"Yang jelas sebelum semua permintaanmu terpenuhi kita akan selalu terikat... tapi sejak tadi aku ingin bertanya benda apa ini?" katanya mengangkat ponselku yang layarnya telah retak akibat terhempas di jalan tadi


"Ya ampun! ponsel gue..." kataku histeris melihat layar ponsel yang mengenaskan "Untung masih bisa nyala!" lirihku lega


"Ponsel itu apa?" tanya Leon semakin penasaran

__ADS_1


Aku hanya bisa menepuk jidat melihat tingkahnya yang seperti benar-benar tidak tahu apa-apa ini. Sebelum aku memberikan penjelasan padanya tentang dunia ini, aku memintanya untuk membiarkanku istirahat terlebih dahulu, karena besok aku harus berangkat kerja.


"Oh iya, sana balik dulu ke duniamu... Jangan sampai membuat tetanggaku salah paham karena adanya dirimu di sini!" kataku memintanya untuk kembali ke dunia novel


"Aku tidak bisa kembali! Sekarang aku akan hidup disini bersamamu, karena kau adalah tuanku!"


"What? Apa-apaan lagi itu... Bagaimana mungkin aku tinggal bersama dengan seorang laki-laki di kos ini! Nggak-nggak bisa, sana pergi ke hotel dan menginap saja disana! Mungkin kau bisa mempelajari dunia ini dengan sendirinya setelah jalan-jalan keluar! Pergilah!"


"Apakah harus begitu?"


"Tentu saja! Karena jika seorang laki-laki dan wanita hidup bersama itu, mereka harus menjadi sepasang suami-istri dulu... Pergilah cari informasi di luar sana saja... Oh iya, tapi ingat jangan melayang saat di luar, karena dunia ini tidak ada kekuatan semacam itu, kecuali sulap!"


"Apalagi itu sulap? dan kenapa tidak ada kekuatan di dunia yang penuh energi kuat di tempat ini?"


"Diam dan cari taulah sendiri! Besok aku harus bekerja dan melanjutkan kehidupan di dunia ini... Sekarang pergilah!" kesalku mengusirnya dengan tendangan di kaki


Setelah beberapa saat akhirnya dia melangkah keluar dengan menembus pintu seperti hantu. Yah, terserah dia saja lah, dia kan raja kegelapan di dunia novel, mustahil jika dia menjadi gelandangan di dunia seperti ini. Otaknya juga cepat bekerja, mungkin saja di pertemuan berikutnya dia lebih memahami dunia ini dari pada aku, semoga saja dia tidak menjadi gelandangan di jalanan karena tiba-tiba menjadi bodoh.

__ADS_1


__ADS_2