
Wabah ini memang sudah lebih dari beberapa hari sejak kedatanganku kemari. Bisa dikatakan jika wabah ini sudah hampir sebulan mengusik ketenangan wilayah ini. Tapi karena selama ini aku pikir jika masalah wabah ini tidak serius, aku tidak pernah meminta tolong kepada pihak kekaisaran untuk menangani masalah ini.
Tapi setelah para dokter mengatakan jika wabah ini benar-benar sangat serius barulah aku mengirimkan surat darurat pada kekaisaran. Dan datanglah bantuan yang benar-benar membuatku terkejut bukan kepalang. Kabar tentang kondisi di Medan perang juga terdengar masih dalam kendali pihak kekaisaran, sehingga membuatku sempat berpikiran tenang.
Selama di wilayah ini, aku juga hampir tiap hari membasmi tikus pengerat dan menjadikannya abu atau hanya sekedar tubuh yang terbakar. Pihak kekaisaran tidak mengetahui hal mengerikan yang kulakukan, maka dari itu aku takut saat mengetahui bantuan yang datang adalah musuh bebuyutan ku.
Bagaimana jika nanti, setelah wabah ini selesai di tangani aku di dakwa sebagai pembunuh kejam dan di seret ke tiang pancung. Bagaimana pun caranya aku harus menyembunyikan kenyataan bahwa aku pernah bertindak tidak manusia di wilayah ini, yang utama jangan sampai tuan muda Raffes mengetahui semua itu.
Sepertinya akhir-akhir ini aku terlalu senang mencium aroma kulit yang di bakar hingga melupakan hukum dunia ini. Aku tidak bisa tenang memikirkan semua ini, bagaimana nasibku kedepannya sebagai keponakan dari grand Duke sekaligus putri yang terbuang.
"Akkgghhhh... aku ingin menghilang saja dari dunia ini!" gusarku
"Kenapa?" sapa sebuah suara
"Kamu! sejak kapan ada di sana?" kataku tajam pada Leon yang tiba-tiba muncul
"Apakah kau ingin tahu..."
"Tidak jadi, aku lebih suka kau diam... dan tolong jangan menambah beban pikiran ku dengan tingkah mu!"
__ADS_1
"Apakah kau takut hanya dengan masalah kecil seperti itu?" katanya meremehkan ku
"Masalah ini memang kecil bagimu yang telah hidup puluhan juta ribu tahun, tapi sangat besar bagiku yang baru hidup di dunia ini selama 2 tahun..."
"Apakah kau memujiku?"
"Anggap saja begitu dan tolong diamlah!" aku *******-***** rambutku, rasanya aku sangat stress dengan semua masalah ini
"Aku akan berbaik hati... katakan 1 permohonan yang kau inginkan! aku akan mengabulkannya..."
"Jangan mengajakku bercanda..."
"Aku tidak sedang bercanda, katakan saja permohonanmu!!" katanya tajam mengajakku beradu tatapan
"Baiklah! Ehhh, apa? kau barusan meminta apa?" katanya memintaku mengatakan sekali lagi permohonan ku
"Permohonanku adalah AKU MENGINGINKAN KAMU UNTUK MENGABULKAN 1000 PERMINTAANKU." Kataku sengaja menekankan permohonanku
"Apakah kau gila? aku hanya memberimu 1 kesempatan..."
__ADS_1
"Dan aku hanya memanfaatkan 1 kesempatan yang kau berikan sebaik mungkin, apakah salah?"
"Ta,tapi... ternyata kau adalah manusia yang licik..." gusarnya tidak bisa menarik kata-katanya lagi
"Kenapa? apakah kau kesulitan dengan permohonanku?... Makanya kusarankan kau jangan mengajakku bercanda yang tidak-tidak denganku..."
"Kata siapa aku bercanda! baiklah aku akan mengabulkan 1000 permintaanmu itu! katakan, kau ingin aku melakukan apa?"
"...Bawa aku ketempat yang tenang!" kataku menatapnya dengan remeh
"Apa-apaan tatapanmu itu! apakah kau meremehkanku..." wajahnya terlihat marah
"Kenapa? apakah kau ingin menjambak rambutku? tenanglah... karena permintaan keduaku adalah... kau di larang menyentuhku tanpa izin dariku." candaku
"Apa-apaan ini, kau sangat curang..." sekarang dia yang terlihat frustasi
"Whahaha....hahaha...." aku tidak bisa menahan tawa melihat wajahnya yang kesal tapi seakan-akan tidak bisa berbuat apa-apa
"Kenapa kau tertawa? apakah kau pikir ini lucu..."
__ADS_1
"Blluummpp..."
Tawaku terhenti saat kami berpindah tempat dalam sekejap, sekarang aku berada di Padang bunga yang sejuk dan tenang. Ini adalah tempat yang kuinginkan untuk menenangkan pikiran, tapi bagaimana bisa aku berada di sini. Jangan bilang jika Leon benar-benar mengabulkan permintaan ku?.