KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Semuanya Membusuk


__ADS_3

Kami semua terus memacu kuda dengan kecepatan tinggi, berharap agar lekas sampai. Raja kegelapan juga tidak berisik lagi setelah meracau panjang lebar mengajakku berdebat yang tentu saja ku abaikan.


Langit juga sudah mulai terang saat kami keluar dari hutan, memasuki desa sebelum basecamp berada. Rumah-rumah penduduk di daerah ini masih terlihat baik-baik saja, sepertinya prajurit musuh masih belum bisa menembus perbatasan para prajurit yang ku tempatkan untuk ikut menjaga beberapa desa sebelum perbatasan.


Arena peperangan masih ada ratusan mil kedepan sana lagi, perlu beberapa hari untuk sampai ke sana. Maka dari itu aku sengaja menempatkan basecamp bahan pangan di desa pertama setelah keluar hutan, yang menjadi jalur utama setiap aktivitas penduduk dalam kekaisaran dan penduduk luar kekaisaran.


Ini masih lumayan pagi, tapi sepertinya ada yang tidak wajar di perkampungan ini. Entah kenapa aneh saja rasanya karena semua pintu dan jendela rumah para penduduk masih tertutup rapat. Semua rumah seakan-akan sedang merintih ketakutan dengan sesuatu.


Kulihat ladang-ladang milik penduduk kampung yang tidak seberapa luasnya mengalami kerusakan penuh. Bahkan buah-buahan yang masih tergantung di tangkainya layu dan membusuk secara tidak wajar. Apakah ini wabah baru di dalam dunia pertanian? Semuanya masih samar.


"Benar-benar sangat kacau!!" gumamku merasa kasihan dengan ladang dan semua yang terdampak


"Semua ini terjadi kerena ulah tentara penyihir musuh!"


"..." aku membelalakkan mataku karena kaget


"Berkedip lah, hati-hati bola matamu nanti akan melompat dari sana..."


"Diamlah! jika dirimu tidak membantu sama sekali!" geramku kesal


"Aku tidak pernah melihat ada peraturan yang mengatakan jika raja kegelapan dilarang berbicara!" ejeknya

__ADS_1


Aku tidak ingin meladeninya dan ku putuskan untuk diam tidak menanggapi semua ocehannya. Di depan sana kulihat gerbang penyimpanan bahan pangan hanya di jaga oleh 2 orang prajurit, padahal sebelumnya aku memerintahkan agar di jaga oleh beberapa orang yang tentunya lebih dari 2 orang.


"Berhenti! orang luar dilarang masuk!!" cegah mereka saat kuda berada di depan gerbang


"Lancang sekali kalian! apakah kalian tidak mengenali tuan kalian sendiri..." marah prajurit ku yang sejak perjalanan hanya diam


"Tu,tuan? Maafkan kami karena tidak mengenali anda yang mulia putri!" kata mereka segera bersujud, wajah mereka seketika langsung ketakutan


"Berdirilah!" aku meminta mereka berdua membuka gerbang dengan isyarat mata


"Putri saya akan memberikan mereka hukuman..."


"Terimakasih atas belas kasihan anda yang mulia putri!!" kata mereka penuh syukur, karena tidak menerima hukuman


Setelah sampai di depan bangunan tempat bahan pangan, penanggung jawab tempat ini datang menghampiri ku dengan tergesa-gesa. Tampilannya terlihat seperti seorang lintah darat yang hanya ingin untung sendiri, setidaknya begitulah kesan pertama dirinya setiap kali kami bertemu.


"Putri!" sambutnya ramah


"Bagaimana keadaan sekarang?"


"Semuanya benar-benar kacau putri, tidak ada satupun bahan pangan yang bisa selamat dari musibah kali ini..." katanya menggeleng pasrah, membuka pintu bangunan

__ADS_1


"Auucchh..." aroma busuk segera terhirup oleh hidung


"Semuanya diselimuti oleh sihir pembusuk..." bisik raja kegelapan


"Apakah ada cara untuk memperbaiki semua ini?"


"..." dia hanya menatapku remeh


"Ayolah, berbagi kebaikan dengan manusia seperti kami bukanlah sebuah kejahatan!"


"Raja kegelapan memang tidak pernah berbuat baik" katanya sangat-sangat songong


"Kalau begitu kau buat saja semua bahan pangan di benua musuh membusuk sampai kepelosok, bahkan sampai ke lubang tikus sekalian! Bukankah kau ingin berbuat jahat saja sepanjang kehidupan..." kesalku


"Apa bayaran yang bisa kau berikan untukku?"


"Bayarannya adalah nyawamu sendiri!" semakin lama ia semakin membuatku kesal.


Sudah tau aku sedang banyak pikiran dan beban yang kutanggung tidak sedikit, dia masih bisa-bisanya mengajakku bercanda. Aku mengajak para penanggung jawab tempat ini untuk mengadakan rapat, untuk menyatukan pemikiran yang bisa mengatasi musibah ini.


"Akan kuminta bayaran yang pas, nanti malam!" kata raja kegelapan yang samar-samar kudengarkan sebelum dia menghilang dan membuat semua orang menatapku heran.

__ADS_1


__ADS_2