
Sialan aku tidak bisa mengalihkan tatapanku darinya sedetikpun, aku menyadari kebodohan ini. Tapi aku tidak bisa menghentikannya begitu saja, aku memerlukan pemicu agar tatapanku teralihkan darinya, yang entah kenapa menggelitik hatiku.
Aku tidak tahan melihat senyum tipisnya saat menyapa para pelayan wanita yang di lewatinya. Pada siapa saja tolong bantu aku, menghentikan kegilaan ini, aku tidak bisa mencintai nya karena dirinya musuh bebuyutan ku. Sedih, jika mengingat kembali permusuhan kami, seandainya saja aku tidak memusuhinya, mungkin dia akan ku jadikan sebagai selir kesayangan.
Waktu, tolong berhentilah beberapa saat, aku belum puas menatap wajahnya yang penuh karisma itu. Entah kenapa, hatiku selalu goyah di buat wajah tampan mereka yang kelewatan menawan. Pikirkan saja Zed si pemilik menara sihir, agar semua kekagumanku padanya sirna.
Walaupun tidak sirna secara sempurna, setidaknya aku bisa mengalihkan tatapanku darinya, yang terlalu menggoda. Aku ingin menggigit bibirnya yang terlihat manis dan ranum menggoda mata.
"Pu,putri!" kata seorang pelayan membuyarkan Sepenuhnya kekagumanku pada Raffes
"???" wajah ketakutan terlihat jelas padanya
"Mu,mungkin putri bisa meminta tuan itu berhenti menatap tajam ke arah anda!" katanya dengan nada gemetar ketakutan takut-takut menatap ke arah Leon
Entah sejak kapan makhluk itu di sana dengan tatapan tajam ke arahku yang sedang mengagumi wajah tampan tuan muda Raffes. Tatapannya itu bisa membuat semua orang merinding ketakutan hingga ketulang.
Aku beranjak ke arahnya yang terus-terusan menatapku dengan tatapan yang mengerikan. Wow, sudah berkali-kali aku melihatnya menatapku dengan tatapan seperti itu, tapi yang sekarang kenapa sangat, lebih tepatnya mengerikan dari biasanya.
"Apa yang kau lakukan disini dengan tatapan seperti itu?"
"Aku mengawasi sesuatu yang jahat!!"
"Apa yang lebih jahat dari dirimu!" kesalku menepuk jidat
"Oh, benar juga ya!!" dia mengiyakan dengan bangga
"Ya ampun..."
"Apakah anda tidak berniat mengenalkan dirinya pada kami, putri?" sela salah satu bangsawan dengan tatapan menilai
"Dia asisten ku! kalian hanya perlu tahu itu saja... Silahkan beristirahat dengan nyaman!"
__ADS_1
Aku segera menarik Leon menjauh dari kerumunan orang-orang yang seperti sedang menilainya. Bisa gawat jika mereka menganggap Leon sekutu ku untuk melakukan pemberontakan. Jika pun aku benar-benar ingin melakukan pemberontakan, pemberontakan seperti apa yang akan kulakukan?.
"Sejak kapan aku menjadi asisten mu?" bentaknya kasar setelah kami sampai di kamarku
"Sejak beberapa saat yang lalu. Jangan membantah! biarkan kau menjadi asisten ku untuk sementara, akgghhh... aku kesal." teriakku tiba-tiba
"???" Leon berjingkrak kaget kembali menatap ku dengan mata merahnya
"Sialan!! dia membuatku tidak fokus bekerja..." geramku hendak memukul meja namun tidak jadi, karena aku tau tanganku akan kesakitan
"Kenapa? tidak jadi di pukul?"
"Apa yang ada di dalam otakmu sebenarnya? pertanyaan remeh seperti itu saja kau tanyakan!!" geramku hendak menjambak rambutnya
"Aku tidak memiliki otak!" jawabnya polos
"Haa? aduh, aku merasa hilang akal jika terus-terusan berbicara denganmu..." aku hanya bisa memijit-mijit kepala
"Kau tidak percaya? apa kau ingin melihat isi kepalaku?" katanya polos semakin polos
"Sepertinya kau benar-benar tidak percaya jika aku tidak punya otak..." katanya datar
"Da..." kalimatku terhenti saat tiba-tiba dia merobek kepalanya sendiri
Aku tidak bisa bernapas melihat isi kepalanya yang benar-benar kosong melompong tidak berisi apa-apa. Tapi setelah dipikirkan lagi, wajar saja jika ia tidak punya otak, dia kan raja kegelapan yang tidak pernah bertindak dengan otak dan hati. Mungkin dia juga tidak mempunyai hati dan jantung.
Lalu bagaimana caranya Leon berpikir dan memikirkan segala cara untuk melakukan kejahatan. Apa semua kejahatan memang sudah mendarah daging dalam dirinya, yang entah nyata atau tidak ini. Memikirkan semua kemungkinan itu membuat kepalaku tambah sakit dan nyut-nyutan.
"Hentikan! tutup kembali kepalamu itu! aku merasa mual melihatnya!!"
"Apa kau tidak akan bertanya apapun?"
"Memangnya apa yang harus kutanyakan pada makhluk yang entah nyata atau tidak... bahkan kau tidak punya otak! mungkin kau juga tidak punya jantung dan ginjal!"
"Kata siapa aku tidak punya jantung! aku punya jantung dan organ lainnya, selain otak"
__ADS_1
"Hahh... kau semakin menambah rumit otakku berpikir! berhentilah bicara dan bantu aku memanggil kelima prajurit waktu itu!"
"Apa kau pikir aku benar-benar asisten mu?"
"..." aku hanya bisa menggeleng menatapnya pasrah
Kutarik tali lonceng untuk memanggil pelayan yang siap siaga di luar kamar. Setelah mereka masuk aku meminta mereka memanggil para prajurit yang semalam kuminta untuk menemui ku pagi hari ini, seharusnya begitu. Sepertinya para prajurit itu segan menemui ku, karena tau aku akan menyambut para utusan kaisar hari ini.
Setelah mereka mengambil alih peranku di wilayah ini, sebenarnya aku sudah berniat kembali ke kediaman grand Duke. Menunggu kabar kemenangan dalam peperangan sambil menikmati secangkir teh hangat di tengah-tengah bunga mawar yang sedang bermekaran. Sungguh nikmat hidup ini, jika sesuai dengan apa yang kita inginkan saja.
"Putri! kelima prajurit sudah datang!" kata seorang pelayan setelah mengetuk pintu
"persilahkan mereka masuk!"
"Kami memberi salam kepada yang mulia putri!" kata mereka serempak
"Angkat kepala kalian!"
"..." mereka semua terlalu patuh
"Sesuai dengan janjiku waktu itu, gaji kalian berenam akan ku naikkan dari bayaran sewajarnya... Jika kalian merasa kurang katakan saja padaku!" aku menyerahkan selembar kertas kepada tiap-tiap orang
"..." mereka semua saling bertatapan
"Terimakasih banyak putri! kami berjanji akan selalu setia di bawah perintah anda!" teriak mereka serempak setelah melihat nominal yang tertulis di kertas kontrak kenaikan gaji
"Kalian semua boleh keluar, dan tolong sampaikan kontrak ini kepada prajurit yang terluka... sampaikan juga maaf ku, karena tidak sempat menengoknya!"
"Baik putri!"
"Kalian semua boleh keluar!"
"..." mereka semua segera keluar dari kamarku dengan membawa kebahagiaan tentunya
Pekerjaan ku masih banyak, tapi saat ini aku ingin menunjukkan sifatku yang masih labil kepada para utusan yang akan menyelesaikan masalah di wilayah ini. Aku tidak ingin terlihat rajin di mata mereka semua, karena aku perlu siasat untuk membuat mereka semakin membenciku. Karena tujuanku hidup telah kutemukan, yaitu membuat seluruh benua kekaisaran membenciku dan menyebutku antagonis tiran.
__ADS_1
Aku ingin tahu bagaimana rasanya memiliki cap sebagai penjahat paling jahat di antara penjahat, hanya dengan diam duduk manis sambil menikmati segelas teh hangat. Kuharap apa yang kuinginkan tidak mengecewakan hasil yang akan terjadi di masa depan nanti.