KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Pembasmian


__ADS_3

Malamnya seperti yang telah di janjikan para pengurus koruptor tempat ini sudah berkumpul di dalam bangunan tua tempat pertemuan tadi siang. Awalnya aku tidak berniat untuk menemui mereka lagi, tapi demi sopan santun aku harus menemui mereka untuk terakhir kalinya sebelum meninggalkan tempat ini.


Saat aku memasuki bangunan, semua pengurus menatapku dengan tatapan tidak suka, hanya dua orang yang menyambutku ramah. Mereka berdua memang tidak pernah meremehkan ku, makanya aku masih mempertahankan tempat ini walaupun tidak suka, itu karena mereka.


Tatapan sinis dan tidak suka dari mereka semua sudah biasa menjadi makananku, bahkan di kekaisaran pun aku selalu mendapatkan tatapan hina seperti ini. Mereka benar-benar membuatku kesal dan muak, berada di satu bangunan dengan mereka. Rasanya semangatku hari ini lebih dari biasanya, mungkin karena tadi siang aku sudah mengisi segalanya.


Walaupun sekarang rasanya aku sedikit menyesal karena telah menangis bombay karena hal sekecil ini. Mereka semua masih diam menungguku bicara terlebih dahulu seperti biasanya.


"Apakah kalian sudah menemukan cara yang lebih efektif untuk menangani masalah ini?" tanyaku membuka pembicaraan


"Bagaimanapun kerasnya semua orang disini berpikir, tidak ada cara yang efektif untuk menangani masalah ini dengan cepat, putri!" katanya seakan-akan mengejekku


"Apakah semuanya sependapat dengan tuan Marvin?" tanyaku meminta pendapat


"Maaf menyela tuan putri, jika di perbolehkan saya ingin mengusulkan sebuah rencana!" kata tuan yang memang mendukung ku dengan tanpa mengurangi rasa hormat


"Silahkan bicara tuan Zack!"


"Terimakasih putri... Menurut saya ada satu cara yang bisa mengatasi wabah ini dengan cepat..."


"Anda jangan mengada-ada tuan Zack! bagaimana bisa ada cara yang cepat dan efektif untuk menangani masalah ini semua..."


"Benar putri! lebih baik kita menyerah dengan bantuan ini dan mengalihkannya ke dalam bidang yang lainnya..."

__ADS_1


"Benar! bukankah saat ini pasukan sedang kekurangan senjata... lebih baik kita mengalihkan dana bahan pangan ke bantuan senjata!" usulan mereka mulai bermunculan


"Saya setuju! lebih baik kita memasok persediaan senjata yang tidak akan merugikan seperti sekarang ini..."


"Benar, benar!!" yang lain mulai berpendapat seiya sehati


"Tapi..."


"Halah... lagi pula bukan hanya kita yang memasok bahan pangan ke Medan perang kan?" kata tuan Ideas meminta persetujuan dari yang lain hingga membuat tuan Zack terdiam pasrah


"Benar, seharusnya sejak awal tidak memasukkan sampah yang merugikan..." kataku manggut-manggut


"Benar putri!" mereka semua serempak setuju


Aku masih diam memperhatikan perdebatan panas mereka, yang sepertinya hanya bertujuan untuk membuatku kesal. Karena sejak tadi tuan Marvin juga hanya diam saja dengan tenang melihat para pengikutnya melawan pengikutku yang hanya 2 orang, untuk mempertahankan bantuan ini.


Sampai akhirnya kedua orang itu di usir paksa keluar bangunan dan perdebatan pun berakhir. Wajah puas mereka semua terlihat jelas setelah mengusir kedua orang yang mungkin akan menggerakkan rencana mereka tadi. Silahkan meras puas untuk sejenak, bahagia lah sepuasnya.


Tak lama kemudian aku juga pamit keluar duluan dan menyerahkan masalah ini kepada tuan Marvin, yang segera di sambut antusias oleh mereka semua. Walaupun sekilas, aku tahu jika mereka semua meremehkan ku saat aku mengatakan ingin menyerahkan semua masalah ini pada mereka.


"Putri..." tuan Zack segera menghampiri ku dengan wajah khawatir nya yang begitu kentara


"Tenang semuanya akan baik-baik saja!"

__ADS_1


"Tapi, bagaimana bisa baik-baik saja... semua ini telah di rencanakan oleh mereka putri..." kata tuan Ben angkat bicara


"Bukankah mereka mengatakan jika sesuatu yang merugikan itu seharusnya tidak ada!"


"Be,benar! tapi putri, bantuan bahan pangan lebih penting dari bantuan senjata untuk saat ini!"


"Tenanglah! aku hanya ingin membasmi apa yang merugikan bagiku, bukan bantuan yang sedang ku kelola..." aku tersenyum ramah pada mereka


Mereka terdiam karena masih tidak paham dengan apa yang kumaksud. Sampai akhirnya aku mengisyaratkan kepada para prajurit untuk menyalakan perapian yang sangat besar malam ini. Aku ingin melihat ketakutan para tikus di dalam setelah mengetahui jika sarang yang mereka tempati untuk menghujat ku dilalap api.


Tadi sore, aku meminta beberapa prajurit yang mungkin setia padaku, untuk membasmi sarang tikus setelah aku keluar dan selesai merundingkan Maslah barusan. Beberapa prajurit sudah menyiramkan bahan Bahar ke seluruh bangunan dan bersiap menyalakan api.


"Putri! apa-apaan semua ini?" kaget tuan Ben


"Aku hanya ingin membasmi beberapa ekor tikus saja!" kataku dengan isyarat meletakkan telunjuk di bibir meminta mereka diam


"!!!" mereka berdua saling bertatapan


Tidak lama setelahnya aku segera meminta prajurit membakar bangunan tua yang akan cepat di lalap si jago merah, sebelum para tikus di dalam menyadarinya. Benar saja, api cepat sekali melalap bangunan yang memang sudah sangat tua dan rapuh ini. Aku mengajak tuan Zack dan tuan Ben duduk di kursi yang telah kusiapkan untuk menikmati api obor untuk malam ini, sambil menikmati segelas teh hangat dan beberapa cookies.


Rasanya sekarang aku bisa bernafas lega setelah melihat terangnya tempat ini setelah membakar dua bangunan sekaligus. Dengan santainya aku menikmati segelas teh, sambil melihat dan mendengarkan suara jeritan para tikus di dalam bangunan yang sedang kebingungan mencari jalan keluar dari api.


Kedua tuan yang duduk bersamaku hanya bisa menelan ludah merasa jika apa yang kulakukan sekarang sungguh mengerikan. Tapi, jika semua ini tidak kulakukan para tikus itu hanya akan mencemari nama besar grand Duke Argen saja. Lagipula mereka semua yang berada di dalam bangunan adalah koruptor dan bajingan serta sampah kekaisaran.

__ADS_1


Sehingga tidak masalah jika aku membantu ayahku untuk membasmi sampah kekaisaran ini bukan. Kuharap ayahku, oh bukan, tapi kaisar mengerti niat baikku ini.


__ADS_2