
"Ploppp..." tiba-tiba sosoknya menghilang dari hadapanku
"Dasar sialan, brengsek gila..." umpatku pada sosok yang mengaku sebagai raja kegelapan itu
Beberapa saat setelah aku kehilangan kesadaran, tidak lama setelah ya aku kembali sadar dari pingsan. Karena sepertinya raja kegelapan itu membantu menyembuhkan lukaku yang memang karena ulah dirinya juga.
"Sial!! dia belum mengembalikan kekuatanku, bagaimana ini, apakah aku harus bersikap baik padanya...?"
"Bahaya!! bagaimana jika dia tidak mengembalikan kekuatanku karena marah padaku... dan seperti nya aku terlalu kasar pada dirinya barusan..." aku gusar akan diriku sendiri
"Bagaimana ini??? Aku ingin membantu paman menyelesaikan peperangan panjang ini... Sial!! sepertinya aku harus memukulnya lebih keras nanti, agar mengembalikan kekuatanku secepat mungkin..."
Aku tidak bisa berpikir jernih di dalam ruangan yang masih ada aura dari raja kegelapan itu. Sepertinya aku harus jalan-jalan ke taman yang telah ku tanami dengan berbagai macam bunga setahun lalu. Walaupun aku masih membiarkan taman di depan kediaman masih di tanami oleh tanaman duri. Tapi aku telah sepenuhnya merubah taman bagian dalam kediaman.
Jalan-jalan memang menjadi obat terbaik melepas lelah dan penat setelah bekerja seharian suntuk di dalam ruangan. Ternyata taman bunga mawar yang ku rawat tidak hanya indah dilihat dari lantai 2 kediaman saja. Selama satu tahun ini aku memang terlalu keras bekerja sampai-sampai banyak hal mengenai diriku sendiri yang terabaikan.
Di tambah dengan undangan pesta dari beberapa kediaman bangsawan yang terus berdatangan tiada hentinya. Aku lelah melakukan semua ini, tapi aku tidak merasa bosan sedikitpun dengan semua kerjaan ini. Aku juga telah bekerja keras mengumpulkan donasi untuk para korban yang perkampungannya dekat perbatasan, sepertinya.
__ADS_1
Semuanya memang masih belum pasti, karena aku tidak yakin jika setelah cerita novel berakhir kehidupan akan terus berlanjut. Aku merebahkan tubuh lelahku di atas tumpukan kelopak mawar yang ku cabuti dari tangkainya. Aku ingin memanjangkan pikiran sebentar dan melupakan masalah hati yang sedang kasmaran ini.
"Sial!! mengingat wajahnya yang sekilas itu saja membuat jantungku berdetak secepat ini..."
"Sepertinya aku harus memeriksakan diri ke dokter... pasti ada masalah dengan jantungku..."
"...Tapi aku bahagia dengan perasaan ini!!"
Aku guling-guling seperti orang gila di atas tanah yang hanya beralaskan beberapa kelopak bunga mawar. Sepertinya aku benar-benar telah jatuh cinta dengan laki-laki si pemilik menara sihir itu. Bahkan aku bisa membayangkan betapa bahagianya aku nanti setelah menjadi istrinya, walaupun mustahil membuatnya bisa sayang dan cinta padaku juga.
"Nona!!! anda dimana??" panggil Deti terdengar panik
"Hahh... mereka benar-benar tidak bisa membiarkanku tenang..."
"Nona!! anda dimana??"
"Iya iya... aku disini..."
__ADS_1
"Nona..." teriak Deti segera menghampiriku
"Apakah Nona gila, bagaimana anda bisa membuat seluruh kediaman gempar karena tingkah anda yang kekanak-kanakan.." omel Qirca
"Qirca! apa kabar..." aku berniat memeluknya
"Bersihkan dulu diri anda dari rumput..." tolak Qirca menahan pelukanku
"Hei... ternyata perutmu sudah sebesar ini, apakah suamimu memperlakukan mu dengan baik?"
"Tentu saja Nona! Bagaimana mungkin saya mengabaikan istri saya sekaligus dayang kesayangan anda!" sahut Davel, pemilik toko bunga yang memasok bibit bunga ke kediaman Ini
"Bagus, tidak sia-sia aku mempercayakan dayang pemarah ini padamu..."
"Nona..." potong Qirca malu-malu di dekat suaminya
Aku mengajak mereka masuk ke dalam karena angin di luar cukup kencang, karena sepertinya akan turun hujan. Kedua dayangku ini sudah menikah setahun yang lalu saat aku di angkat menjadi kepala keluarga sementara. Deti bernasib lebih malang, karena suaminya adalah seorang ksatria sehingga di utus untuk pergi berperang ke perbatasan, setelah mereka menikah.
__ADS_1
Hanya tersisa cintaku yang bertepuk sebelah tangan saja lagi, kapan aku juga bisa memiliki suami yang kuinginkan?. Maka dari itu aku harus secepatnya meminta raja kegelapan mengembalikan kekuatanku dengan cara apapun. Semoga saja dia mengembalikannya tanpa meminta balasan yang membuatku marah.