KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Antusias Mereka


__ADS_3

Saat sedang kesal-kesalnya sang tokoh utama di pesta ink pun turun menuju ruangan pesta minum teh. Pakaiannya yang berwarna biru malam semakin memperindah tampilannya yang bagaikan seorang bidadari kayangan. Tanpa sadar mulutku sedikit menganga saat mengagumi sosoknya yang terlihat anggun dan menawan.


Benar-benar sangat jauh berbeda dengan diriku, auranya sebagai pemeran utama sangat memancar bagaikan sinar matahari di pagi hari. Auranya seakan-akan menyinari seluruh kediaman Duke Freious, dia benar-benar lady Ayla yang ku idolakan.


Tapi entah mengapa tatapan dari sebagian para tamu undangan, terlihat tidak menyukai lady Ayla. Apa mungkin karena tokohnya yang di gambarkan sebagai antagonis, sehingga membuat mereka tidak suka dengan lady Ayla. Entahlah, kuharap pemikiran ku salah seratus persen.


"Selamat datang lady..."


"..." aku terdiam kaku saat tiba-tiba lady Ayla menghampiriku dan menyapa dengan ramah


"Lady! apa yang sedang lady pikirkan?"


"Oh, bukan apa-apa... Terimakasih atas undangan lady kepada saya, saya harap kedepannya bisa menjalin pertemanan dengan lady!"


"Tentu saja! Silahkan duduk lady Nyura, semoga lady tidak menolak..."

__ADS_1


"Terimakasih lady..."


Kulihat para tamu undangan lainnya seakan-akan tidak percaya dengan pemandangan yang mereka lihat sekarang. Bahkan aku sendiri pun tidak percaya jika ternyata sikap lady Ayla padaku begitu ramah seperti ini. Tapi, aku tidak akan lengah sedikit pun dengan sikap ramah lady Ayla, karena sikapnya yang seperti ini sangatlah tidak lazim.


Acara minum teh dimulai dengan kekagetan dan kekakuan semua orang, sebab pemilik undangan tidak bisa mencairkan suasana canggung ini. Sangat berbeda dari cerita yang kubaca, ternyata setelah dilalui sendiri semuanya benar-benar rumit tidak semudah yang kupikirkan.


"Lady Nyura! Apakah lady akan mempersiapkan pesta kedewasaan anda di kediaman grand Duke Argen?, apakah skalanya akan besar?" mereka semua sudah kuijinkan memanggilku dengan sebutan lady dari pada panggilan putri yang terasa aneh


"Jika memungkinkan saya ingin mengundang lady semua untuk berhadir ke pesta kedewasaan saya nanti... Untuk skalanya saya masih belum membicarakan nya dengan grand Duke, jadi saya harap lady semua menantikannya!"


"Benar, saya juga mendengar desas-desus tentang kediaman grand Duke..."


"Katanya kediaman grand Duke tidak ada satupun bunga yang bisa tumbuh..."


"Apakah itu benar lady Nyura?"

__ADS_1


"Jika di katakan menyeramkan kata itu memang sangat cocok untuk tempat tinggal saya sekarang, tapi tidak benar jika bunga tidak bisa tumbuh di kediaman itu, karena ada beberapa bunga yang tumbuh dengan subur di kamar saya!"


"Saya juga mendengar katanya, tidak ada bunga satupun di taman kediaman Grand Duke, apakah itu benar lady?"


"Benar, semua taman kediaman Grand Duke semuanya ditumbuhi dengan pohon duri dan tumbuhan berbahaya lainnya... tapi bukankah hal itu yang membuat tempat tinggal saya sekarang menjadi unik!"


"Apa yang lady katakan ada benarnya, jika hal itulah yang membuat daya tarik semua orang..."


"Saya sangat menantikan upacara kedewasaan anda lady..."


"Saya juga sangat berharap bisa berhadir..."


"Saya juga..."


Di meja ini ada tiga tipe orang yang bisa kusimpulkan, pertama mereka yang tidak menyukaiku, tentunya kelompok putri Morra. Kedua, kelompok yang terlihat senang karena ceritaku, dan yang ketiga kelompok netral tanpa ekspresi seperti lady Ayla. Debut pertamaku hari ini sangat berhasil dalam menarik perhatian beberapa lady. Semoga saja lady Ayla Tidak membenciku karena benar-benar telah mencuri perhatian semua orang, yang harusnya hanya tertuju paa dirinya.

__ADS_1


"Lady Ayla tersenyum!" batinku bahagia saat mata kami bertemu pandang dan lady Ayla tersenyum tipis seakan-akan memberiku semangat


__ADS_2