KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Si Brengsek Ini Lagi


__ADS_3

Karena kami semua total ada 7 orang, dua di antara kelima kuda akan di tunggangi oleh dua orang prajurit. Tubuh mereka besar-besar dan kekar semua, apalagi di tambah dengan baju jirah mereka semakin membuat sesak nafas kedua kuda, mungkin.


"Kalian atur saja sendiri bagaimana agar semuanya naik ke atas kuda... Yang jelas, walaupun aku kecil aku ingin menunggangi kuda sendirian!"


"Baik putri!" sahut mereka


Semenjak mereka menentukan siapa saja yang berdua di satu kuda, mereka terus melirik ke arahku. Entah itu meminta pendapat atau mereka ingin aku yang berdua di satu kuda dengan salah seorang dari mereka. Tapi maaf, aku tuan putri yang hidup sebagai antagonis dan tentunya tidak mungkin selalu berbuat baik.


Setelah mereka selesai menentukan, aku segera mengajak mereka memacu kuda pergi dari tempat ini. Basecamp masih setengah perjalanan lagi, kami tidak bisa berleha-leha walaupun telah menemukan kuda tunggangan kami. Tapi, aku memikirkan keamanan setelah kejadian melawan monster kiriman beberapa saat yang lalu.


Sehingga ku putuskan untuk mengambil jalur yang ramai di lalui oleh orang-orang yang bepergian, walaupun saat ini sudah jarang ada orang ataupun kelompok pedagang yang lewat. Kelumpuhan jalanan ini terjadi akibat perang yang masih berlanjut sampai sekarang.


Durasi waktu perang memang tidak mungkin berakhir dalam waktu dekat jika skalanya sudah sebesar ini. Benua musuh juga berusaha mencari bantuan dari negara dan benua lainnya, begitupun dengan benua kekaisaran ini.


"Khhiiihhkkk..." tiba-tiba kuda yang ku tunggangi rem mendadak


"Putri..." kaget mereka semua saat tubuhku terlempar ke belakang


"Akkhh... dasar sialan..." kesalku bangkit berdiri dengan tulang pantat yang rasanya akan remuk


"Putri! anda baik-baik saja?" tanya mereka segera menyusul ku turun dari kuda


"Hanya orang bodoh yang berpikir aku baik-baik saja setelah terlempar dari kuda..." kesalku


"Maafkan kami putri..." mereka semua menunduk


"Apakah aku juga harus meminta maaf seperti mereka..." kata Leon si raja kegelapan yang mengagetkan kuda ku barusan

__ADS_1


"Siapa anda? kami akan melindungi anda putri!" kata para prajurit segera menarik pedang dari sarungnya dan mengarahkan pada Leon


"Ohoho... kita dalam kubu yang sama kawan..."


"..." semua prajurit masih waspada


"Abaikan saja dia, kita tidak perlu membuang-buang waktu dengannya..." kataku segera menuju kuda sialan


"Baik putri..."


"Hei... lalu bagaimana denganku?" kata Leon dengan wajah seakan-akan bertanya


Saat aku hendak memacu kuda, tiba-tiba Leon melompat ikut naik ke atas kuda yang ku tunggangi. Pinggangku yang awalnya sakit bekas jatuh dari kuda semakin sakit, saat di bentur oleh otot perutnya yang di lapisi baju, hari ini dia berpakaian seperti bangsawan normal.


"Auoocchh... sakit! Kenapa anda ikut naik?" kesalku memijit-mijit pinggang yang encok


"Turun SEKARANG!" kataku menekankan pada kata *sekarang


"Anda bersikap terlalu lancang tuan... jika anda turun sekarang juga saya akan berbaik hati meringankan hukuman anda..." kata salah satu prajurit hendak mencabut pedang dari sarungnya


"Tidak mau... Hiyyahh..." dia memacu kuda tanpa ijin dariku


"Putri..." Teriak para prajurit kelabakan saat aku di bawa kabur


Aku malas berdebat dengan orang seperti raja kegelapan, karena semua yang ku katakan hanya akan lewat begitu saja seperti angin baginya. Lebih baik diam menurut dan menyimpan energi untuk marah-marah setelah sampai di basecamp.


"Kenapa diam? Apakah tidak ingin protes lagi..."

__ADS_1


"Dukk..." aku menyikut perutnya


"Tidak sakit!"


"Ishh.. diamlah, aku sedang menyimpan energi dan tidak kngin berdebat denganmu..." kesalku menyundul dagu runcingnya


"..." dia terdiam mungkin merasa kesakitan, mampus.


Aku mulai merasa tidak nyaman, bukan karena laju kuda yang sedang berpacu. Tapi karena posisi menunggang yang terlalu sempit dan berdesakan, inilah kenapa aku benci menunggang kuda bersama orang lain dalam satu kuda.


Tiba-tiba aku merasa ada yang bersikap lancang, Si mesum Leon sedang mengelus punggungku dengan tangan lebarnya. Aku berniat menyikutnya saat ia menghentikan gerakan tanganku dengan kekuatan yang di milikinya.


"Diamlah! aku hanya ingin membantumu memperbaiki beberapa tulang yang retak..."


"Dasar mesum..." umpatku kesal


Setelah aku tenang dan tidak berniat melawan lagi, sebuah kehangatan memancar merasuki tubuhku. Namun tiba-tiba berubah menjadi rasa sakit yang sangat tapi hanya sekejap terasa.


"Apakah kau menangis?" ejeknya saat aku merintih kesakitan


"Diamlah! tidak ada hukum yang melarang menangis... Ouchh!" Rasanya tulangku bukan di perbaiki tapi semakin di buat retak olehnya


"Bagaimana? apakah sudah enakan?"


"Lumayan! terimakasih... Dan aku juga minta tolong agar para prajurit ku juga kau obati..."


"Heh... akhirnya kau memohon juga padaku..."

__ADS_1


"Semua ini karena mu yang belum mengembalikan kekuatanku!" sekali lagi aku menyundul dagu runcingnya


__ADS_2