
Aku masih belum terbiasa dengan kemewahan yang mereka bangga-banggakan sebagai seorang bangsawan. Sifat congkak para bangsawan di dunia ini terlalu aneh bagiku yang pernah hidup di dunia modern. Dulu sewaktu pertama kali aku berkunjung ke sini, aku hanya bisa diam layaknya orang yang tidak berguna melihat kecongkak kan para bangsawan.
Tapi berbeda dengan sekarang, Sebagai kepala keluarga sementara aku bisa melakukan sesuka hatiku pada mereka yang tidak kusukai. Di tambah lagi dengan keberadaan raja kegelapan brengsek yang masih tidak mengembalikan kekuatanku namun berguna juga. Walaupun sangat sulit meminta dan membujuknya agar membantu setiap kesusahan diri ini.
"Sepertinya kita perlu bicara!" tiba-tiba Leon menarikku menuju tempat sepi
"Ishh, saya bukan sapi!" kesalku karena tarikannya yang terburu-buru
"Tapi bagiku kau sama saja dengan sapi!"
"Apakah anda sudah tidak waras tuan? bagaimana bisa anda tidak melihat perbedaan antara binatang dan manusia!"
__ADS_1
"Diamlah!" katanya seperti sedang menggunakan sihir di sekitar kami
"Anda mau apa mengajak saya kemari? jika hanya untuk membuang-buang waktu, lebih baik saya balik ke kamar dan tidur!" kataku hendak berbalik pergi
"Apakah kau yakin tidak menginginkan kekuatan mu lagi?"
"..." aku terdiam berpikir sejenak "Saya lelah..." aku lanjut melangkah meninggalkannya
"Lagipula kau tidak akan.... hei, bagaimana bisa kau melewati sihir yang ku buat?" kagetnya saat aku melangkah terus ke depan
"Tunggu!!" dia menahan tanganku kembali "Jawab dulu pertanyaan ku, bagaimana caranya kau menembus sihirku?" tatapannya terlihat menyeramkan
__ADS_1
"Ba,bagaimana aku bisa tahu... lepasin, sakit tau!!" aku berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya tapi dia menggenggam ku terlalu kuat
Saat ini kami berdua masih beradu tatapan, seperti tidak ada yang ingin mengalah begitu saja dengan masalah sekecil ini. Rasanya aku ingin menjerit meneriaki telinganya agar segera melepaskan tanganku yang terus di cengkramnya.
Sampai akhirnya ia mengalah dan melepaskan tanganku yang sudah memerah karena di pegang terlalu kuat olehnya. Para prajurit yang memang sejak awal tidak pernah melepaskan ku dari pengawalan mereka, terlihat menatap bengis ke arah Leon.
"Aku ingin istirahat..." gumamku saat melewati gudang bahan pangan
Biarkan aku istirahat dengan nyaman untuk hari ini saja, ku mohon jangan buat aku mati kelelahan karena mengurus semua hal yang seharusnya tidak ku urus. Aku hanya seorang kepala keluarga sementara, selagi grand Duke berada di Medan perang. Dan aku juga hanya seorang wanita biasa yang tidak memiliki apa-apa di dunia ini, bahkan keluarga.
Seharusnya aku hidup dengan enak seperti penyintas waktu lainnya, yang misinya cuma mendapatkan cinta dari orang-orang di sekitar. Tapi, lihat apa yang sedang kulakukan saat ini, aku hanya mengurusi kediaman grand Duke, walaupun ini semua memang ide dari ku sendiri.
__ADS_1
Memang ya, jika mengerjakan sesuatu itu tidak boleh mengeluh, jika mengeluh pasti akan seperti diriku yang merasa selalu lelah padahal yang di kerjakan, memang banyak. Tapi jika kita mengerjakannya secara ikhlas dan tulus, seberapa banyaknya pun perkejaan akan tetap terasa ringan dan menyenangkan.
Kita itu hidup memang untuk bekerja, bekerja mengumpulkan sebanyak-banyaknya kebaikan agar saat mati nanti kematian kita menjadi penuh berkah. Dan mungkin juga berkesempatan tinggal di surga dengan nyaman, di bandingkan tinggal di neraka.