KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Telur Gulung


__ADS_3

Disaat-saat seperti ini, aku teringat kembali dengan nasib tubuhku di dunia nyata. Apa kabar dengan tubuhku di sana, apakah tubuhku baik-baik saja? atau sudah terjerembab ke dalam tanah berhimpitan dengan cacing dan binatang tanah lainnya. Apa kabar dengan keluargaku disana? apakah mereka makan makanan sehat dan makan dengan teratur?. Aku rindu mereka.


Sudah 2 tahun lebih aku berada di dunia ini, apakah aku benar-benar bisa yakin jika tubuhku masih baik-baik saja di dunia sana? aku tidak yakin. Sekarang aku hanya bisa mendesah sepanjang mungkin dengan harapan agar semuanya baik-baik saja di dunia sana, aku rindu masakan ibuku.


"Aku ingin makan telur gulung!!" gumamku mengawang-awang menatap berkas yang sedang kuperiksa


Sepertinya aku harus memuaskan nafsuku yang ingin makan telur gulung ini sebelum semakin kepikiran dengan mereka di dunia sana. Walaupun tidak ada ibu yang memasak di sini, aku sendiri pun juga bisa jika hanya membuat telur gulung, walaupun tidak seenak buatan ibu.


"Pu, putri!!" kaget Ase saat kami berpapasan di depan pintu


"Kenapa kau tidak beristirahat di ruangamu?" tanyaku menyelidik


"I,itu, saya hanya khawatir anda tidak makan... maka dari itu saya ingin menanyakan, apakah anda ingin makan sesuatu? biar saya katakan kepada koki.."


"Kebetulan aku ingin memakan sesuatu saat ini, jika kau tidak sibuk ikutlah denganku!"


"Kemana putri?"

__ADS_1


"Tentu saja ke dapur!"


Dengan diikuti Ase dan beberapa pelayan lainnya yang selalu mengawal ku, kami semua melangkah menuju dapur. Kulihat dapur darurat yang kusiapkan untuk para penduduk terlihat sedang ramai oleh para penduduk yang sepertinya sedang menyiapkan makan siang.


Para anak-anak kecil berlarian kesana-kemari saling kejar-kejaran membuat iri jiwa tua ini yang merindukan masa kecilku dulu. Masa kecilku yang penuh dengan kebahagiaan bersama teman-teman yang sepemikiran denganku, kini apa kabar dengan mereka?. Apakah mereka semua sudah berkeluarga seperti mimpi kecil mereka dahulu?.


"Apakah putri ingin jalan-jalan keluar setelah makan?" tanya Ase yang melihat senyum menghiasi wajahku saat menatap keluar jendela


"Akan kupertimbangkan..."


Sejak datang ke dunia ini, aku memang tidak pernah mengajak tubuh ini membuat sesuatu di dapur. Karena di kediaman grand Duke aku benar-benar di tuan putri kan oleh semua orang. Tapi kejadian perang ini sedikit berbeda dari cerita di dalam novel, padahal lady Ayla meninggal seperti yang tertulis dalam cerita, tapi mengapa perang ini, ah sudahlah... masalah perang nanti saja di pikirkan, karena sekarang ada tugas yang lebih penting. Yaitu membuat telur gulung.


"Pu, putri! ijinkan kami saja yang melayani anda!" kata kepala koki gemetaran


"..." aku menatap mereka tajam agar mereka semua berhenti cerewet


"..." semuanya menjadi ciut

__ADS_1


"Ambilkan beberapa bilah tusuk sate!" pintaku tanpa berpaling dari telur yang ku kocok


"U,untuk apa putri?" tanya kepala koki sambil memberikan tusuk sate yang kuminta


"Kalian lihat saja, apa yang ingin kubuat!"


Aku mulai beraksi melakukan pertunjukan, lebih tepatnya pembuatan telur gulung yang sengaja kubuat agak besar dari ukuran umumnya. Selagi aku sibuk membuat telur gulung, aku meminta kepala koki membuat saus sambal yang sedikit pedas untuk menemani telur gulung buatanku.


Setelah semuanya selesai kubuat, aku mencicipi setusuk telur gulung dengan mengguyurkan saus sambal buatan kepal koki. Rasanya lumayan, apalagi setelah di padukan dengan saus sambal yang takarannya sangat pas di lidahku.


"Aku akan membawa ini keruang kerjaku, kalian semua lanjutkan saja pekerjaan kalian... dan jika kalian ingin, kalian bisa memakan masakan yang kusisakan di meja!" kataku segera mengangkat nampan makananku


"Biar saya saja yang membawakan, putri!" pinta salah satu pelayan


"Tidak perlu! aku bisa sendiri!... dan ingat aku tidak ingin di ganggu selagi aku mengurus pekerjaan di ruang kerja!" kataku pada Ase yang segera mengangguk ragu


Aku segera kembali ke ruang kerja menikmati telur gulung buatanku dan tumpukan berkas yang masih menumpuk. Seandainya di dunia ini ada komputer, mungkin pekerjaan ini akan lebih mudah di kerjakan. Apakah aku harus menjadi penemu komputer di dunia ini?. Tapi sepertinya itu tidak perlu, karena aku tidak ingin menambah pekerjaan.

__ADS_1


__ADS_2