
"Silahkan sebelah sini lady!" kata pemuda itu memintaku menuju meja resepsionis
Setelah pemuda itu mengantarkan ku ke depan meja resepsionis dia masuk ke sebuah pintu setelah saling mengangguk dengan pemuda yang menjaga meja "Ada yang bisa kami bantu lady?" tanyanya mempersilahkan ku duduk dengan gerakan tangan
"Aku ingin mencari seseorang!" kataku setelah duduk bersamaan dengan Leon
Dia tersenyum "Tapi bayaran di tempat kami tidak murah lady! Bayaran tergantung dengan tingkat kesulitannya!"
Saat keluar aku tidak membawa banyak uang, bahkan uang milikku sudah habis kuberikan pada bocah tadi "Hemm... Baiklah aku setuju!" terimaku setelah melirik Leon
Leon yang merasa kulirik menatapku tajam "Apa kau ingin aku yang bayar?" katanya dengan tajam
"Tentu saja! Saat ini kan aku hanya bersamamu! Cepat berikan uangnya... Sebagai gantinya, aku akan mengikhlaskan 100 permohonanku!" kataku menengadahkan tangan meminta kantong uang darinya
"Setuju!" sahutnya cepat dan segera memberikan sekantong penuh uang emas
Pemuda di balik meja tersenyum puas setelah aku memberikan setengah kantong uang emas ke hadapannya "Bayaran selanjutnya, akan kubayar jika kalian telah menemukan siapa orang yang sedang kucari!"
__ADS_1
"Tenang saja lady! kami pasti akan menemukan orang itu untuk anda... Bisakah anda mengatakan ciri-ciri dari orang yang ingin anda temukan?"
"Dia seorang laki-laki muda, selalu berpakaian hitam, kemungkinan juga menggunakan topeng... Dan yang lebih penting tercium aroma bunga kemuning dari tubuhnya!" Hanya 3 ciri itu saja yang bisa ku yakini
"Hemmm... Ternyata anda mencari orang yang sangat sulit di temukan lady! Karena rata-rata para lelaki muda mau jahat ataupun baik, sangat suka melakukan penyamaran dengan ciri-ciri barusan, Tetapi karena ada poin penting dari yang anda sebutkan barusan... Sepertinya kami memerlukan waktu 2 Minggu lamanya untuk menemukan orang itu!" katanya terlihat yakin
"Baik! Aku tunggu kabar selanjutnya darimu!" kataku segera bangkit berdiri
Setelah urusanku selesai di tempat ini, aku segera mengajak Leon pergi. Sejak tadi Leon selalu saja menunjukkan wajah tidak sukanya saat aku menyebutkan ciri-ciri orang yang kucari. Mungkin saja dia sudah menemukan siapa orang yang kucari, karena dia adalah raja kegelapan. Bukankah hal yang mudah bagi makhluk Sepertinya menemukan seseorang dengan ciri-ciri semudah itu.
Dan juga, mustahil ada banyak orang yang memiliki aroma tubuh seperti bunga kemuning, sebab bunga kemuning di dunia ini sangat jarang bisa ditemui. Sehingga hanya ada kemungkinan kecil orang yang bisa menjadikan bunga kemuning sebagai parfum ataupun wewangian untuk berendam.
"Apa alasan khusus dari semua ini? Dan kenapa kau menjadi sangat penasaran dengan siapa orang itu?" tanya Leon saat kami telah berada di tengah keramaian
"Hemm..." Aku sempat melamun "Oh! Dia, Aku hanya penasaran dengan alasannya waktu itu yang tiba-tiba memelukku sebelum kami kembali seperti sekarang!"
__ADS_1
"Me,memeluk!" kata Leon dengan wajah marahnya
"Oh iya, aku juga ingin kau melakukan sesuatu.." kataku menatapnya yang segera membuang muka kesal "... Aku ingin kau membantuku memperkecil skala perang kali ini! Jika kau bersedia kau bisa memotong 50 kesempatan ku lagi sebagai imbalannya!"
"50! Apakah aku tidak salah dengar! Barusan di tempat itu, kau saja merelakan 100 kesempatanmu hanya demi sekantong uang..." kesalnya terlihat sangat marah
Aku hanya bisa menutup wajah malu saat orang-orang di sekitar kami menatap ke arah kami "Jangan teriak! Orang-orang melihat kita!"
"Huhh! Apa peduliku!" kesalnya menopang tangan di dada
"Ayolah! Kenapa kau jadi kekanak-kanakan gini sih!"
"Aku! kekanak-kanakan!" katanya semakin kesal "Kau membuat mood ku hancur!" katanya melangkah pergi meninggalkan ku masuk ke dalam gang sebelum menghilang
Aku hanya bisa menepuk jidat melihat dirinya yang seperti itu. Kulihat orang-orang masih melihat ke arahku dengan tatapan penasaran dengan alasan kami berdebat barusan. Sebelum aku di serang oleh para lady yang menatapku tajam di pojok kanan sana, lebih baik aku kembali ke istana. Tatapan para lady membuat punggungku terasa menusuk-nusuk dan merinding.
Mungkin mereka berpikir jika aku telah membuat pangeran mereka tersakiti, padahal disini aku yang sedang tersakiti oleh tatapan mereka.
__ADS_1
"Akgghh... Mereka membuatku merinding!" Aku mendumel setelah sampai di dalam kereta
"Dasar Leon brengsek!" Kesalku hanya bisa memukul-mukul kursi dengan pelan, takut sakit.