
"Dasar makhluk sialan!!! katanya ingin mengembalikan ku pulang ke dunia asalku, tapi apa jadinya... Dasar brengsek!!"
"Akgghhh... bagaimana harusnya aku mengumpat makhluk sialan itu... bukan hanya ingkar janji tapi dia juga mengambil kekuatanku... Lalu bagaimana caranya aku akan menghadapi semua orang di kediaman ini kedepannya!!"
"Bukan salahku juga kan jika aku hidup tanpa ambisi di dunia jni? Memangnya jika aku berambisi akan membuatku kenyang, kan tidak mungkin..."
Aku masih kesal pada makhluk yang katanya akan membantuku untuk kembali ke dunia asalku. Tapi apa jadinya, ia hanya mengambil kekuatanku yang sangat spesial itu dan membuatku hidup terpuruk. Walaupun mereka semua belum melakukan hal-hal yang bisa membahayakan nyawaku, tapi semua pelayan di kediaman ini, paling utama yang memang tidak menyukai ku merupakan ancaman terbesar di hidup ini.
Benar-benar tidak habis pikir, kenapa juga aku harus percaya kepada makhluk yang tiba-tiba muncul dan menawarkan janji manis yang ternyata berisi empedu. Hidupku benar-benar telah kacau dan menjadi sial sejak malam itu.
Ini sudah hari kedua sejak kekuatanku menghilang, maka sejak hari itu pula semua orang kembali normal menjadi diri mereka sendiri. Sialnya, hari ini juga merupakan hari pesta yang telah ditunggu-tunggu. Bagaimana jika lady Ayla pura-pura tidak mengenalku karena kekuatan ku menghilang.
Tapi untungnya Qirca sudah menyiapkan semua persiapan pergi ke pesta sejak hari datangnya surat, sehingga tidak perlu menggunakan energi lebih menghadapi kejutekan Qirca. Sejak tadi pagi dia terlihat tidak senang melayani segala keperluanku, padahal sebelumnya dia sangat senang melayaniku.
"Tokkk...tookkk...tokk..." terdengar ketukan dari pintu
"Putri! tuan Duke meminta anda menemuinya..." lapor Qirca setelah mengetuk pintu
"..." tubuhku menegang mendengar tuan rumah ingin bertemu dengan ku
__ADS_1
"Cepatlah bersiap putri!"
Sebelum Qirca semakin kesal denganku lebih baik aku ikut dengannya. Biarkan saja ketakutan dalam diri ini, karena apa yang terjadi akan terjadi juga dan aku tidak bisa selalu menghindari pertemuan dengan grand Duke.
Karena kekuatanku sudah menghilang seperti angin lewat, maka ingatan para pelayan di rumah ini juga melupakan keramahan mereka padaku dulu selagi masih memiliki kekuatan. Mereka semua akan merasa jika sikap merek sekarang adalah benar sikap mereka saat melayaniku. Bahkan semua orang juga melupakan tragedi berdarah yang sempat terjadi.
Yang jelas mengenai semua hal yang berhubungan dengan diriku semuanya ikut lenyap dan hanya aku yang mengingatnya. Aku bersumpah jika nanti bertemu dengan makhluk itu lagi maka aku akan menampar wajahnya dengan keras.
"Tuan putri ada disini!" lapor Qirca pada pengawal yang bertugas melaporkan tamu yang datang berkunjung
"Baik! Tuan yang mulia putri akan memasuki ruangan!" lapornya sebelum membuka pintu
"Glekk..." aku menelan ludah
Grand Duke meletakkan bolpoin di samping berkas yang sedang ia kerjakan, lalu menatap ke arahku. Saat mata kami bertemu jantungku seakan-akan berhenti berdetak dan aku bahkan tidak bisa bernapas beberapa saat sebelum grand Duke menatap ke arah lain.
"Kalian semua keluar!" suaranya terdengar sangat berbeda dari saat masih dalam pengaruh (mantan) kekuatanku
"..." Semuanya menunduk dan berjalan keluar ruangan menyisakan aku dan grand Duke berdua
__ADS_1
"Kudengar yang mulia putri akan menghadiri sebuah pesta di kediaman Duke Freious?"
"Benar pa..." aku bingung harus memanggilnya siapa
"Apakah anda benar-benar akan menghadiri pesta tersebut?"
"Saya berharap yang mulia grand Duke mengijinkan saya pergi..."
"Apakah ada alasannya?"
"... Bagaimanapun buruknya hubungan yang mulia dan Duke Freious, saya tidak bisa mengorbankan upacara kedewasaan saya yang akan segera tiba... maka dari itu di pesta kali ini saya berharap bisa mempunyai teman..."
"..." grand Duke hanya diam
"Saya tau ini lancang! Tapi saya berharap kepada yang mulia grand Duke, agar memberikan pesta upacara kedewasaan yang layak untuk saya nantinya!"
"Baiklah jika itu maumu, pergilah dan dapatkan teman sebanyak mungkin... karena sepertinya pesta upacara kedewasaan mu harus memiliki tamu undangan!"
"Yang mulia mengijinkan saya pergi? Saya sangat berterimakasih... Saya berjanji tidak akan membuat malu keluarga grand Duke Argen!" sambut ku bahagia
__ADS_1
Sebenarnya aku ingin berteriak bahagia, karena ternyata grand Duke yang kutakutkan tidak semengerikan bayangan yang ada di kepalaku. Aku bersyukur karena grand Duke masih berada di pihakku walaupun itu hanya keyakinan kecil. Mulai sekarang akj akan memiliki ambisi yang besar untuk bertahan hidup di tempat ini. Bagaimanapun caranya aku harus bertahan hidup selama mungkin di dunia ini.
"Aku menolak hidup singkat dan sangat menolak hidup sesuai dengan alur cerita membosankan ini." tekadku kuat